20 Juni 2012 - Radio Kota Batik
News Ticker :

Pemkot Belum Tindak PNS Yang Tak Miliki NPWP

Diposkan oleh Radiokotabatik pada Rabu, 20 Juni 2012 | 23.00

Pemkot Pekalongan belum akan menindak Pegawai Negeri Sipil, yang belum memiliki Nomor Pokok Wajib Pajak serta mengisi Surat Pemberitahuan Pajak Penghasilan.

Kasi Perbendaharaan Dinas Pendapatan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah setempat, Niluh Sri Setyawati kepada Radio Kota Batik mengatakan, memang saat ini pihak Pemkot belum memberlakukan sanksi terhadap PNS yang belum memiliki NPWP, hanya saja pajak yang dibebankan lebih besar, jika dibandingkan dengan PNS yang sudah memiliki NPWP.

Sedangkan untuk pengisian SPT, rata rata PNS yang ada di Kota Pekalongan sudah tertib dan taat dalam menyerahkan SPT.

Niluh menambahkan, pihaknya saat ini terus menghimbau kepada seluruh PNS untuk segera memiliki NPWP, karena syarat pembuatannya tidak terlalu rumit.

Untuk diketahui, dari 4 ribu 300an PNS di Lingkungan Pmkot Pekalongan, 20 persennya belum memiliki NPWP, yaitu PNS golongan I dan II.

Daftar Tunggu Calon Jemaah Haji Jawa Tengah Capai 10 Tahun

Minat warga Jawa Tengah yang akan melaksanakan ibadah haji hingga kini masih sangat tinggi, bahkan peminat mencapai ratusan ribu orang dengan masa tunggu hingga mencapai 10 tahun.

Sekretaris Pengurus IPHI Provinsi Jawa Tengah, Nur Fauzan Ahmad mengatakan, jumlah daftar tunggu calon jemaah haji di Jawa Tengah mencapai 300 ribu orang, dan setiap tahunnya kuota untuk Jawa Tengah hanya sekitar 30 ribu orang.

Nur Fauzan Ahmad menjelaskan, IPHI mempunyai peran sangat penting dalam upaya meningkatkan partisipasi masyarakat untuk menunaikan ibadah haji, sehingga di harapkan ke depan bisa memberikan kontribusi positif pada masyarakat.

Penjualan Motor Bekas Alami Kelesuan

Kebijakan pemerintah mengenai batasan minimal uang muka kredit kendaraan bermotor sebesar 25 - 30 persen, terutama terhadap pengajuan kredit sepeda motor, sangat berpengaruh terhadap penjualan motor bekas di wilayah Pekalongan.

Bagian Pemasaran Heri Motor, Muhammad Amin kepada Radio Kota Batik mengatakan, sejak adanya aturan tersebut penjualan turun drastis hingga 40 persen dibanding sebelumnya.

Amin menjelaskan, sebelumnya pihaknya mampu menjual sepeda motor bekas antara 20 hingga 30 unit perhatinya, namun kini hanya terjual 15 unit saja perharinya.
Penurunan penjualan ini karena masyarakat lebih memilih kredit motor baru, dari pada motor bekas, sebab uang muka yang dikeluarkan sama.

Sementara itu, Bagian Administrasi Idjo Motor, Vera mengatakan penjualan motor bekas ditempatnya juga mengalami penurunan sejak awal bulan ini, bahkan penurunan hingga 20 persen.

Minat Siswa Masuk SMK DI Kota Batik Cukup Tinggi

Minat lulusan SMP yang akan masuk Sekolah Menegah Kejuruan di Kota Batik cukup tinggi, salah satunya di SMK Negeri 3 Kota Pekalongan yang merupakan Rintisan Sekolah Berstandar Internasional.

Di SMK 3 saat ini jumlah pendaftar sudah melampaui target. Jumlah kelas yang akan diterima tahun ini mencapai 12 kelas, dengan masing-masing kelas mampu menampung 36 siswa.

Sementara di SMK Medika, belum ada pendaftaran secara resmi untuk sekolah swasta, namun jumlah peminat sudah terlihat cukup banyak. Pendaftaran secara resmi baru akan di buka dari tanggal 2 hingga 9 Juli mendatang.

Kepala SMK Medika, Teguh Sasmito kepada Radio Kota Batik mengatakan, hingga saat ini sudah ada 140 pendaftar dan dinyatakan di terima, sementara untuk target penerimaan siswa baru tahun ini sekitar 216 siswa yang akan di bagi ke dalam 6 kelas.

Teguh menjelaskan, dari 140 pendaftar ada 2 siswa yang sudah dinyatakan bebas dari biaya pendidikan selama 3 tahun, karena memiliki nem di atas 34 dan mereka dari kalangan keluarga tidak mampu.

Mengenai pembiayaan untuk masuk ke sekolah ini. Teguh mengungkapkan saat ini pihaknya belum dapat menyebutkan, karena masih harus menunggu persetujuan dari komite sekolah dan yayasan.

Pemkot Bangun Taman Rekreasi di Hutan Kota Sokorejo

Pemerintah Kota Pekalongan akan segera membangun taman rekreasi di sekitar lokasi hutan Kota, di keluarahan Sokorejo Kecamatan Pekalongan Selatan. Pembangunan tersebut direncanakan menelan anggaran hingga 500 juta rupiah.

Kepala Kantor Lingkungan Hidup Kota Pekalongan Supriyono, kepada Radio Kota Batik mengatakan, di taman rekreasi nantinya ada kolam yang berisi tanaman hias dan ikan, serta embung sebagai tempat resapan air.

Menurut Supriyono, dalam taman rekreasi juga akan dilengkapi berbagai hewan seperti Rusa dan Kancil dan di hiasi berbagai tanaman langka serta tanaman yang bisa di gunakan untuk pewarna batik.

Supriyono menjelaskan, pihaknya menargetkan pembangunan taman rekreasi ini akan di laksanakan mulai bulan juli mendatang dan di perkirakan akan selesai dalam waktu 2 hingga 3 bulan.

Sementara itu, Ketua Komisi B DPRD Kota Pekalongan Abdul Rozak, saat melakukan sidak ke lokasi hutan kota mengungkapkan, pihaknya dengan penuh mendukung pembangunan taman rekreasi ini, karena nantinya bisa di manfaatkan untuk rekreasi dan bisa mendatang PAD bagi kota Pekalongan.

Warga Bener Temukan Mayat Lelaki Tak Di Kenal DI Tepi Kali Pencongan

Warga RT 23 RW 3 Kelurahan Bener Kecamatan Wiradesa Kabupaten Pekalongan, digegerkan penemuan sesosok mayat lelaki tanpa identitas, yang terapung di tepi kali Sengkarang atau di sebelah utara Jembatan Pencongan Rabu pagi.

Anggota Linmas Kelurahan Bener, Sutaryo kepada Radio Kota Batik mengatakan, Penemuan mayat di laporkan oleh warga sekitar jam 6 pagi, hingga kemudian bersama warga lainnya melakukan evakuasi ke tepi sungai dengan mengunakan bambu.

Sutaryo menjelaskan, pada mayat lelaki tersebut tidak ditemukan adanya kartu tanda pengenal, dan hanya ditemukan sebuah baterai handphone di dalam saku celananya.

Sementara itu Kapolsek Wiradesa, Komisaris Polisi Prajoko Umar menjelaskan, dari hasil pemeriksaan dokter Rumah Sakit Kraton, darah yang mengalir dari hidung, bukan karena pengainyaan, melainkan karena mayat sebelumnya tersangkut di sampah.

Prajoko mengungkapkan, saat di temukan mayat lelaki dengan tinggi 165 sentimeter tersebut masih mengenakan kaos lengan panjang warna coklat bergaris, dan bercelana pendek warna hitam, dan di perkirakan berusia sekitar 40 tahun.

Bagi warga yang merasa kehilangan salah satu anggota keluarga, bisa menghubungi pihak kepolisian dan mayat saat ini masih berada di kamar mayat Rumah Sakit Kraton Pekalongan.

Pelajar Asal Petungkriyono Tenggelam di Sungai Welo



Seorang pelajar warga sekitar Desa Telogo Hendro Kecamatan Petungkriyono Kabupaten Pekalongan, tenggelam di sungai Welo Kecamatan Doro. Korban adalah Teguh bin Misno pelajar usia 10 tahun.

Kasubag Humas Polres Pekalongan Joko Suraji, dalam rilisnya kepada Radio Kota Batik mengatakan, Keterangan dari sejumlah saksi menyebutkan, kejadian bermula saat korban bersama dengan 2 orang teman lainnya mandi di Sungai Welo, hari Rabu sekitar pukul 8 pagi.

Joko menjelaskan, ketika masuk kedalam sungai korban tidak muncul lagi ke permukaan, dan kemudian di tolong oleh temannya di bawa ke Puskesmas Doro 1. Namun setelah diperiksa oleh dokter ternyata Teguh sudah meninggal.

Menurut Joko, korban di duga tewas karena tidak bisa berenang, dan jenazah korban sudah di serahkan ke pihak keluarga untuk di makamkan.

Bocah Asal Lampung, Di Telantarkan Orangtua Tirinya Di Batang



Abang Hamdy Hedarwan, bocah berusia 12 tahun asal Lampung Selatan, di temukan di sekitar SPBU Matangan Kabupaten Batang. Bocah tersebut di duga ditelantarkan orang tuanya.

Kepada Radio Kota Batik, Bripka Agung Sutanto, Kepala Sentra Pelayanan Polres Batang mengatakan, awalnya sekitar jam 3 pagi pihaknya menerima laporan, tentang penemuan bocah malang di sekitar pom bensin.

Hamdy mengaku ditinggal oleh bapak dan ibu tirinya saat tertidur dalam perjalanan. Sebelumnya, Hamdy bersama dengan orangtua tirinya berangkat dari lampung hari jum’at lalu, dengan menggunakan truk.

Dari keterangan yang diperoleh polisi menduga, bocah tersebut sengaja ditinggalkan oleh orangtua tirinya, sebab menurut informasi yang diterima, bocah tersebut merupakan pewaris tunggal dari harta kedua orangtuanya.

Warga Bong Cino Bingung, Ganti Rugi Dinilai Kurang

Sejumlah warga di wilayah bong cino Kuripan Lor, Kecamatan Pekalongan Selatan, resah karena ganti rugi sebesar 3 juta rupiah dari Pemkot dinilai belum mencukupi untuk mendapatkan tempat tinggal baru.

Salah seorang warga bong cino, Supriyah kepada Radio Kota Batik mengatakan uang yang telah diterimanya, hanya mencukupi untuk uang muka pembelian tanah saja, padahal harga tanah yang ditawarkan mencapai 11 juta rupiah.

Supriyah menjelaskan untuk menutupi kekurangannya, pemilik tanah hanya memberi jangka waktu hingga bulan September untuk pelunasan. Apabila tidak sanggup membayar, maka uang muka akan dikembalikan penuh.

Sementara itu, warga bong cino lainnya, Klentheng mengungkapkan untuk mendirikan bangunan semi permanen baru, paling tidak membutuhkan biaya sekitar 4 juta rupiah. Antara lain untuk membiayai tukang, membeli tiang serta papan baru, sebab papan bekas rumahnya sudah tidak bisa dipakai lagi.

Revitaslisasi Kios Di Pasar Banjarsari Di targetkan Selesai Akhir Tahun ini

Pemerintah Kota Pekalongan menargetkan revitalisasi kios di Pasar Banjarsari selesai pada akhir tahun ini, bahkan pemkot membayar sekitar 50 persen kepada pihak PT Dian Insan Sarana Cipta.

Walikota Pekalongan Basyir Ahmad, Kepada Radio Kota Batik mengatakan, pemkot telah membayar kepada PT.Dian Insan sebesar 6 milyar, dari 12 milyar anggaran yang di siapkan untuk mengambil alih pengelolaan kios di pasar Banjarsari.

Walikota menjelaskan, pihaknya kini tengah melakukan konsultasi dengan BPKP, atas pembayaran kios-kios tersebut. Pemkot merencanakan perombakan dengan menata kios di dalam pasar, dan hanya akan memfungsikan kios yang berada lantai 1 dan 2, supaya tidak terjadi kesemrawutan.

Walikota menambahkan, revitalisasi kios ini merupakan komitmen Pemkot untuk melakukan penataan di Pasar Banjarsari, karena sejak pengolahan kios dilakukan oleh PT Dian, banyak pedagang yang kesulitan karena penghasilannya menurun.
 
Tune in : FM91.2 | Radio Kota Batik | News,Interaktif,Solutif
Copyright © 2011. Radio Kota Batik - All Rights Reserved
Dikelola oleh Crew RKB Published by Gietbram