Wacana baru hukuman bagi pengedar narkoba - Radio Kota Batik
News Ticker :
Home » » Wacana baru hukuman bagi pengedar narkoba

Wacana baru hukuman bagi pengedar narkoba

Diposkan oleh Radiokotabatik pada Kamis, 04 November 2010 | 14.53

Kapolda Metro Jaya Irjen Sutarman mewacanakan untuk mengganti hukuman pidana mejadi hukuman denda bagi para pengedar dan pemakai narkoba. Wacana ini dianggap akan menyuburkan penyuapan dan penyalahgunaan wewenang oleh petugas hukum dalam kasus narkoba.

"Ini rawan menimbulkan permasalahan baru. Penyuapan dan penyalahgunaan wewenang. Ujung-ujungnya adalah uang," ujar pengamat kepolisian Alfons Loemau kepada detikcom, Kamis (4/11/2010).

Alfons menjelaskan, jika wacana ini jadi diterapkan, maka kasus narkoba akan seperti pelanggaran lalu lintas dan tilang. Beberapa oknum di lapangan akan mencoba menyalahgunakan hukum dengan menawarkan opsi-opsi kepada pelanggar.

"Dia nanti menawarkan. Mau panjang atau pendek. Kalau mau pendek bayar sekian," kritik Alfons.

Mantan polisi ini menjelaskan, kasus penyalahgunaan wewenang bukan barang baru di indonesia. Dia berharap tidak ada celah-celah baru di mana para petugas diberi kewenangan yang berpotensi menimbulkan kasus penyuapan.

Soal pandangan Sutarman soal tahanan narkoba yang dipenjara akan menjadi beban negara, Alfons menilai sudut pandang ini tidak tepat. Menurut Alfons, dalam urusan hukum dan kenegaraan, pendekatan yang dilakukan bukan pada masalah untung rugi, tapi pada penegakkan hukum dan pemenuhan kesejahteraan.

Jadi hukuman itu ada mekanismenya. Jangan karena melihat belum efektif lalu loncat pada bentuk hukuman yang lain," pesan Alfons.

Sebelumnya Kapolda Metro Jaya Sutarman, menilai hukuman denda dinilai pantas dan efektif untuk menjerat para pelaku ketimbang penjara. Denda dibebankan kepada pengedar dan pengguna narkotika dan nanti akan dimasukkan ke kas negara. Kemudian uang denda tersebut disalurkan untuk kepentingan penanggulangan narkoba.

"Kalau dikenakan denda, misalnya kekayaannya Rp 10 juta lalu didenda Rp 9,5 juta. Dengan demikian negara tidak perlu menyiapkan tempat, kesehatan dan makannya. Dia juga nggak akan beli karena tidak ada lagi uangnya," jelas Sutarman dalam rapat koordinasi Criminal Justice System, dalam rangka penanganan terhadap pengguna dan pelaku tindak pindana narkotika di Hotel Kartika Chandra, Jl Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Kamis 4 november 2010.(Detik.com)
Bagikan berita :

0 komentar:

Berikan komentar anda

 
Tune in : FM91.2 | Radio Kota Batik | News,Interaktif,Solutif
Copyright © 2011. Radio Kota Batik - All Rights Reserved
Dikelola oleh Crew RKB Published by Gietbram