Radio Kota Batik
News Ticker :

Berita Terbaru

Peran Komunitas Bisa Kurangi Sampah di PBW

Diposkan oleh Radiokotabatik pada Selasa, 04 Agustus 2015 | 23.54

Dengan ikut dilibatkannya peran komunitas dalam berjalannya karnaval batik pada rangkaian acara Pekalongan Batik Week 2015 lalu, dinilai mampu mengurangi volume sampah yang dibuang di sungai dan di jalanan.

Kepala Bidang Kebersihan Heru Sukamto kepada Radio Kota Batik mengungkapkan, bahwa dengan adanya kebersamaan dengan komunitas yang bisa memunggut sampah di jalanan saat acara karnaval berlangsung, maka sampah yang dibuang sembarangan dapat semakin banyak terambil.

Menurut Heru, hal tersebut dinilai telah mengurangi jumlah sampah di jalanan dan sampah yang masuk ke sungai yang bisa menyebabkan kawasan kumuh.

Heru menjelaskan, semakin banyak sampah yang berhasil dipungut untuk di tamping di armada yang sudah dipersiapkan, maka semakin banyak pula sampah yang masuk ke TPA.

(Kharisma – Dirhamsyah)

Kelas Inspirasi Membawa Manfaat Setelah Keluar Lapas

Kreatifitas yang diperoleh Warga Binaan Pemasyarakatan, selama menjalani masa tahanan di Lapas Kelas II A Kota Pekalongan ternyata bisa dikembangkan hingga keluar dari Lapas.

Pembina Kelas Inspirasi Lapas setempat Anang Saifullah kepada Radio Kota Batik mengatakan, meskipun tidak semua WBP bisa mengembangkan kreatifitas selepas menjalani masa tahanan, namun beberapa ada bisa bekerja dibidang yang sesuai dengan ilmu yang didapat sebelumnya.

Misalnya ada beberapa yang bisa bekerja di sektor design grafis maupun percetakan-percetakan, bahkan membuka usaha membuat barang-barang kerajian daur ulang.

Anang Saefulloh berharap WBP yang mengikuti kelas inspirasi bisa terus mengembangkan kreatifitasnya, meskipun sudah berada di luar Lapas. Pihaknya juga berpesan bahwa kreatifitas bisa disalurkan jika terus berusaha, agar bisa menghasilkan sesuatu yang lebih positif .

(Tri – Dirhamsyah)

PLN Tak Lagi Layani Token Listrik

Untuk memberikan pelayanan prima dan kemudahan kepada pelanggan, dalam melakukan pembayaran rekening listrik dan pembelian token listrik prabayar .

Kini PT.PLN Persero area Pekalongan, telah melakukan kerjasama dengan pihak swasta untuk bisa melayani masyakat membeli token listrik melalui system PPOB Online.

Kepada Radio Kota Batik, Humas PT PLN Area setempat Eko Wahyu Fajar mengatakan, dengan kemudahan tersebut masyarakat bisa membayarkan rekening listrik, dan membeli token listrik prabayar melalui M-Banking maupun dengan auto debet bank serta ATM, atau melaui P-P-O-B.

Menurut Eko Wahyu, dengan adanya kemudahan tersebut mulai 1 Agustus 2015 pihaknya sudah tidak membuka loket melalui PLN. Eko Wahyu Fajar menambahkan, sebenarnya aturan tersebut sudah ada sejak tahun 2013 lalu.

Namun untuk PLN Area Pekalongan termasuk rayon Kedungwuni, Wiradesa, Batang dan Pekalongan Kota baru dilaksanakan di awal Agustus ini.

(Tri – Dirhamsyah)

Pengamanan BBM dan Elpiji Selama Lebaran Lancar

PT. Pertamina Region Tegal menyatakan pengamanan penyaluran bahan bakar minyak dan elpiji selama pelaksanaan arus mudik dan balik lebaran berjalan lancar.

Sales Executive Retail Pertamina Region Tegal Sindhu Priyo Widoko, kepada Radio Kota Batik mengatakan, Satuan Tugas Pengamanan BBM yang dibentuk oleh Pertamina cukup terbantu dengan koordinasi sangat baik dengan semua pihak, sehingga pasokan berjalan lancar.

Meskipun kondisi jalan tersendat dan terjadi kemacetan, namun pasokan BBM bisa tersalurkan dengan baik, sehingga pemudik bisa dengan mudah mendapatkannya.

Sindhu menjelaskan, selain kelancaran pendistribusian BBM, pasokan elpiji kepada masyarakat selama Ramadhan hingga lebaran juga tidak sampai terjadi kelangkaan.

Untuk itu pihak Pertamina juga menyampaikan apresiasi dan ucapan terimakasih, atas kerjasama dengan semua pihak.

(Tri – Dirhamsyah)

Basyir Ahmad Ingin Dirikan Jejaring Kota Kreatif Indonesia

Basyir Ahmad, menjelang sisa masa jabatannya yang tinggal menghitung hari lagi, masih memiliki banyak impian untuk Kota Batik tercinta. Salah satunya ingin membentuk jejaring kota, kabupaten kreatif Indonesia.

Dimana anggotanya merupakan walikota dan bupati yang berniat untuk memajukan daerahnya supaya bisa bergabung dalam jaringan kota kreatif dunia.

Kepada Radio Kota Batik, Konsultan Walikota, Gaura Mancacaritadipura mengatakan sebenarnya, keinginan tersebut sudah lama dipendam. Namun beberapa waktu terakhir ini persiapannya sudah mulai dimatangkan.

Menurut Gaura, yang diharapkan Walikota adalah Kota Pekalongan melalui pihaknya bisa berbagi ilmu lewat jejaring tersebut, supaya prestasi dan penghargaan yang sudah diperoleh, bisa disebarluaskan.

Gaura menambahkan, untuk tahap awal, kemungkinan akan menggandeng 5 – 7 kabupaten/kota terlebih dahulu. Dan diharapkan, kedepan akan lebih banyak lagi kota ataupun kabupaten yang bergabung.

(Dyan – Dirhamsyah)

Karya Napi Lapas Pekalongan Ikut Pameran Lukisan Djoko Simbarjo

Karya kreatif dari sejumlah Warga Binaan Pemasyarakatan, Lapas kelas II A Pekalongan akan tampil dalam Apresiasi Kreatifitas Pameran Lukisan Djoko Simbardjo, di GOR dan Kesenian Jatayu mulai tanggal 6 hingga 9 Agustus 2015.

Kepada Radio Kota Batik, Pembina Kelas Inspirasi Lapas setempat Anang Saifullah mengatakan, pihaknya tengah melakukan persiapan untuk menampilkan hasil karya warga binaannya berupa lukisan warga binaan, tong serbaguna serta kaligrafi.

Bahkan sekitar 4 orang WBP akan ikut melakukan peragaan secara langsung di area pameran, untuk pembuatan handuk atbm dan melukis diatas kanvas, meskipun dengan pengamanan ketat pihak Lapas.

Rencananya ada sebanyak 10 tong serbaguna, 20 lukisan, 5 karya kaligrafi alumunium, dan 2 unit mesin ATBM manual akan dibawa ke area stand pameran.
]
Anang Saefulloh menambahkan, pihaknya menyampaikan apresiasi mendalam kepada Ibu Hendrawati Umar dan tim dari Majalah Asri, yang sudah berkenan memberikan kesempatan, dengan mengakui hasil karya warga binaan layak untuk dipamerkan.

 (Tri – Dirhamsyah)

Ribuan Hektare Sawah di Kabupaten Pekalongan Mulai Kering

Dari 3.884,40 hektare areal persawahan di wilayah Kabupaten Pekalongan, 1.297.50 hektare diantaranya kini sudah mulai terancam kekeringan, akibat kemarau panjang.

Bupati Amat Antono dalam rakor mengatasi kekeringan mengungkapkan, masalah kekeringan harus dapat segera diatasi bersama, karena jika hal tersebut bisa diatasi maka kondisi beras Kabupaten Pekalongan tetap akan surplus.

Menurut Bupati dengan asumsi per hektar dapat menghasilkan 5 ton gabah saja, maka gabah yang dihasilkan dari sawah seluas itu, adalah sekitar 35 ribu ton gabah.

Bupati Amat Antono berharap agar permasalahan alam yang terjadi ini, agar bisa diatasi secara terpadu dan berjenjang mulai dari tingkat kabupaten, provinsi, hingga ke tingkat pusat.

Antono menambahkan, kecerdasan untuk menyadarkan, menggerakkan dan memotivasi masyarakat sangat penting, terutama bagi para penyuluh yang setiap hari langsung bersentuhan dengan masyarakat.

(Dirhamsyah)

Ribuan Mayarakat Antusias Saksikan Video Mapping

Ribuan Masyarakat Kota Pekalongan antusias dalam menyaksikan penayangan video mapping dalam rangkaian acara penutupan Pekalongan Batik Week 2015, di depan Museum Batik Senin malam kemarin. Acara yang didahului dengan pamitan dari Walikota dan Wakil Walikota Pekalongan.

Serta diakhiri dengan pesta kembang api tersebut, berlangsung sangat meriah dan membuat takjub ribuan masyarakat.

Walikota Pekalongan Basyir Ahmad kepada Radio Kota Batik mengungkapkan, apabila penutupan diisi dengan acaar lain, seperti fashion show misalnya, bisa diprediksi pengunjung hanya berkisar ratusan orang saja.

Namun, menurut Basyir, acara pemutaran video mapping tersebut berhasil menarik ribuan masyarakat untuk datang. Selain itu, banyak pihak yang meminta pemutaran ulang video mapping tersebut.

Basyir menambahkan, dengan keberhasilan acara video mapping tersebut, pihaknya beerharap agar dalam event tertentu seperti tahun baru atau event lainnya, bisa diagendakanacara serupa.

(Kharisma – Dirhamsyah)

Peningkatan Sampah di Pekan Batik dan Inovasi Capai 10%

Peningkatan sampah pasca kegiatan Pekan Batik dan Inovasi 2015, diperkirakan mengalami kenaikan mencapi 10 %.

Kepada Radio Kota Batik, Kepala Bidang Kebersihan Heru Sukamto mengungkapkan, bahwa setelah selesainya acara Pekan Batik dan Inovasi, diperkirakan terjadi kenaikan sampah di sekitar lokasi sampai 10 persen.

Menurut Heru, sampah sampah tersebut lebih banyak berasal dari pengunjung yang masih belum memiliki kesadaran membuang sampah pada tempatnya.

Heru menjelaskan, pihaknya sudah menurunkan 15 personilnya, pada malam hari seusai acara penutupan Pekan Batik dan Inovasi tersebut untuk menyapu jalanan di sekitar area Kawasan Budaya Jetayu.

Selain itu Heru menambahkan, pada siangnya Ia telah menurunkan armada untuk membersihkan sampah-sampah yang berada di stan. Sehingga dipastikan saat ini kondisi di kawasan Jetayu sudah kembali bersih.

(Kharisma – Dirhamsyah)

Peserta Lomba Penulisan Asal Usul Wilayah Bertambah

Diposkan oleh Radiokotabatik pada Senin, 03 Agustus 2015 | 23.34

Setelah waktu pendaftaran Lomba Penulisan Asal Usul Nama Wilayah di Kota Pekalongan diperpanjang. Kini jumlah pesertanya pun ternyata sudah bertambah.

Kepada Radio Kota Batik, Ketua Penyelenggara Lomba Penulisan Asal Usul Daerah Kota Pekalongan, Agung Cahyono mengatakan, setelah ditutup per tanggal 31 Juli 2015 lalu, kini sudah terkumpul sebanyak 26 peserta. Sehingga untuk selanjutnya, akan segera diumumkan pemenangnya.

Hanya saja, pihaknya belum menginformasikan secara pasti, kapan waktu pengumumannya. Sebab sebelum diumumkan, akan dilakukan tahap penjurian terlebih dahulu.

Agung Cahyono menambahkan, kebanyakan peserta lomba merupakan warga Kota Pekalongan sendiri. Namun menurutnya, hal itu justru menunjukan bahwa semangat diri dari masyarakat untuk mengenal asal usul masing – masing wilayahnya bertambah.

(Dyan - Dirhamsyah )

Walikota Pekalongan Apresiasi Komunitas Sukseskan Karnaval

Walikota Pekalongan Basyir Ahmad menyatakan, sangat mengapresiasi peran komunitas yang mensukseskan pelaksanaan karnaval batik, salah satunya komunitas di barisan paling belakang dari peserta karnaval.

Mereka adalah Komunitas Peduli KaLi loji, yang ternyata tidak hanya konsen dalam upaya pembersihan sungai saja. Namun juga kebersihan di dalam kota. Hal litu terbukti saat penyelenggaraan Pekalongan Batik Carnaval 2015, pada minggu kemarin.

Menurut Walikota, komunitas yang terdiri dari banyak orang itu berada di barisan paling akhir. Hal itu menunjukan bahwa mereka lah yang membersihkan sampah – sampah yang dihasilkan dari peserta yang lainnya ketika karnaval berlangsung.

Sehingga dengan adanya keberadaan mereka, selesai karnaval bisa kembali menjadi Kota yang bersih dan nyaman.

Walikota mengaku cukup bangga, sebab inilah salah satu contoh bahwa warga untuk peduli dengan Kotanya sendiri. Dan kedepan pihaknya berharap akan bermunculan lagi banyak komunitas yang memberikan manfaat untuk Kotanya.

(Dyan – Dirhamsyah)

Kawasan Pengembangan Techno Park di Degayu Diresmikan

Kawasan Percontohan Budidaya Ikan Nila salin dan IMTA sebagai salah satu pengembangan techno park di Kelurahan Degayu Kecamatan Pekalongan Timur, telah diresmikan oleh BPPT RI dan Walikota Pekalongan, pada 3 Agustus siang tadi.

Kepada Radio Kota batik Kepala BPPT RI, Unggul Priyanto mengungkapkan, tujuan utama dari pencanangan techno park tersebut adalah utuk Memanfaatkan lahan-lahan yang tidak terpakai. Selain itu juga membantu nelayan dalam meningkatkan pendapatan dari hasil budidaya, serta berguna untuk meningkatkan produktivitas pendapatan daerah.

Di tempat yang sama, walikota Pekalongan Basyir Ahmad menjelaskan, saat ini pengembangan Techno Park di kawasan Degayu ini memiliki luas tanah 3 Hektar.

Sebagai langkah awal pengembangan di kawasan ini, basyir mengatakan pihak BPPT memberikan bantuan berupa bibit Ikan nila salina yang merupakan ikan yang bisa hidup di air payau dan laut, sehingga mempunyai kelebihan lebih tahan penyakit dan juga lebih enak.

Menurut Basyir, untuk ke depannya hasil dari budidaya ikan nila tersebut apabila dinilai memenuhi standart kualitas maka pihak perusahaan perusahaan makanan ikan di Kota Pekalongan menyetujui untuk menampung hasil budidaya tersebut, sehingga hal ini dapat meningkatkan pendapatan bagi masyarakat setempat.

Pemerintah Kota Pekalongan berencana akan membentuk lembaga khusus yang menangani masalah kemiskinan, atau yang disebut Pusat Penanggulangan Kemiskinan.

Kepada Radio Kota Batik, Walikota Pekalongan Basyir Ahmad mengungkapkan, Pusat Penanggulangan Kemiskinan atau PPK yang dipimpin oleh Asisten II ini memiliki 14 staf yang diambil dari satuan kerja perangkat daerah di Pekalongan.

Menurut Basyir, Tujuan dari dibentuknya PPK, sebagai tempat pusat untuk penaggulangan kemiskinan antara lain mengurusi orang-orang miskin yang mengalami keadaaan darurat seperti sakit, serta kesulitan biaya pendidikan.

Basyir menambahkan, melalui PPK, permasalahan orang miskin di Pekalongan akan diselesaikan hingga tuntas, dengan menggunakan anggaran dari SKPD terkait. Misal, Basyir mencontohkan, untuk kesulitan masalah biaya pengobatan, maka anggaran akan diambil dari Dinas Kesehatan dan akan diselesaikan hingga tuntas.

(Kharisma –Dirhamsyah)

Kota Pekalongan Hanya Raih Satu Gelar di MTQ Pelajar Se-Jateng

Kafilah pelajar Kota Pekalongan hanya berhasil menyabet satu gelar juara dalam MTQ ke 30 pelajar tingkat Jawa Tengah, di Boyolali. Satu-satunya gelar juara di raih di katagori tartil Qu’ran.

Kepada Radio Kota Batik, Kasie Bimbingan Masyarakat Islam Kementerian Agama setempat, Masrukhin mengatakan, sebelumnya telah mengirim sebanyak 16 peserta, baik untuk cabang tingkat SD/Mi, SMP /Mts, SMA, MA dan SMK, Putra dan Putri.

Namun dari jumlah tersebut, hanya satu yang berhasil mendapat juara 2 kategori tartil tingkat SMA/MA/SMK, yaitu atas nama Rifqoh Nafila dari Madrasah Aliyah Negeri 2.

Meski meleset dari target juara 1, namun hal ini sudah merupakan prestasi yang baik. Sebab, dalam lomba tersebut kontingen Kota Pekalongan mengganggap peserta dari daerah lain seperti Kebumen, Demak, Kudus merupakan lawan terberat.

(Dyan – Dirhamsyah)

Stand KPAD Menarik Pengunjung Pekan Batik dan Inovasi 2015

Kantor Perpustakaan dan Arsip Daerah Kota Pekalongan, ikut berpartisipasi dalam Pameran Pekan Batik dan Inovasi 2015 dengan membuka stand di arena yang dipusatkan di gedung Bakorwil setempat.

Kepada Radio Kota Batik, Staff KPAD, Agung Cahyono mengatakan, didalam stand tersebut, pihak KPAD menampilkan beragam buku unik, peta irigasi Kota Pekalongan, surat – surat kuno, serta sejumlah foto kuno yang dipamerkan.

Menurut Agung, tidak hanya itu, berbagai kegiatan baik baru maupun lama juga ditampilkan. Hal tersebutlah yang membuat masyarakat cukup tertarik untuk berkunjung ke stand KPAD.

Agung berharap, sampai hari terakhir ini, jumlah pengunjung bisa semakin bertambah. Sehingga semakin banyak warga yang mengenal perpustakaan, dan minat baca di Kota Pekalongan pun meningkat.

(Dyan – Dirhamsyah)

Walikota Pamitan di Acara Wallikota Menjawab

Hari ini tidak terasa program Walikota menjawab bersama Basyir Ahmad akan berakhir. Kurang lebih 10 tahun sudah program tersebut berjalan rutin setiap Senin, di Radio Kota Batik.

Walikota Pekalongan Basyir Ahmad mengaku tak kuasa menahan haru saat dihubungi Radio Kota Batik untuk terakhir kalinya saat menjabat sebagai kepala daerah.

Sebab jika lain waktu pihaknya dihubungi kembali, maka ia sudah tidak lagi sebagai walikota, melainkan sebagai warga biasa.

Namun pihaknya cukup apresiasi, program walikota menjawab yang sudah berjalan hampir 10 tahun itu, selalu memberikan saran dan kritik terhadap selama masa pemerintahannya sehingga kinerja Pemkot merasa mendapat pengawasan langsung dari masyarakat.

Walikota berharap program semacam ini tidak berhenti sampai disini saat pihaknya sudah tidak lagi menjabat sebagai walikota. Namun Jajaran Pemkot Pekalongan kedepan juga diharapkan bisa meneruskan. Sebab Dinas Komunikasi merupakan SKPD yang cocok untuk melanjutkan program ini dimasa mendatang.

(Dyan – Dirhamsyah)
 
Tune in : FM91.2 | Radio Kota Batik | News,Interaktif,Solutif
Copyright © 2011. Radio Kota Batik - All Rights Reserved
Dikelola oleh Crew RKB Published by RKB