Radio Kota Batik
News Ticker :

Berita Terbaru

Realisasi Serapan Gabah Petani Capai 65 Persen

Diposkan oleh Radiokotabatik pada Jumat, 04 September 2015 | 20.13

Realisasi serapan pembeliaan gabah dari petani yang dilakukan oleh Perum Bulog Divisi Regional Pekalongan hingga saat ini telah mencapai 65 persen. 

Kepala Bulog Sub Divisi Regional setempat Ismoyo Dwijantoro mengatakan, pencapaian target serapan gabah petani hingga saat ini sudah mencapai 55 ribu ton dari total target 80 ribu ton gabah hingga akhir tahun.

Kepada Radio Kota Batik Ismoyo menjelaskan, jenis beras yang diserap dari petani yaitu beras medium, dengan kadar air 14 dan butir patahnya 20 persen. Namun pada panen ke dua Bulog mulai membeli beras premium, dengan butir patah 10 hingga 15 persen.

Ismoyo Dwijantoro menambahkan hingga saat ini serapan beras premium dari petani ini mencapai 1000 ton lebih. (Regina - Dirhamsyah)

Panwaslu Upayakan Cepat Selesaikan Laporan Pelanggaran

Panitia Pengawas Pilwalkot Kota Pekalongan mulai melakukan sosialisasi tata cara melaporkan pelanggaran dalam Pilkada dan proses yang harus dilakukan Panwaslu dalam menindak lanjuti laporan pelanggaran tersebut.

Saat dialog di Radio Kota Batik Ketua Panwaslu setempat Sugiarto mengatakan, batas waktu Panwaslu dalam menyelesaikan laporan pelanggaran dari masyarakat adalah 7 hari hal itu sesuai dengan peraturan Undang-undang.

Menurut Sugiarto setelah disosialisasikan tentu masyarakat menjadi tahu proses pelaporan dan proses pemeriksaan atau langkah yang dilakukan panwaslu dalam menindak lanjuti laporan yang masuk. 

Sugiarto mengharapkan agar masyarakat ikut serta mengawasi jalannya pilkada agar bisa berjalan sesuai dengan aturannya dan peserta hendaknya tidak malakukan pelanggaran.
(Regina - Dirhamsyah)

Ekonomi Lesu Penjualan Motor Turun

Kondisi ekonomi yang mengalami kelesuan saat ini ternyata sangat mempengaruhi sector otomotif dalam negeri. Bahkan penjualan motor di Kota Pekalongan juga mengalami penurunan.

Kepada Radio Kota Batik Manajer Marketing 54 Motor Kota setempat Bimo Pamungkas mengatakan penjualan motor pada bulan Agustus lalu mengalami penurunan hingga 15 persen. 

Menurut Bimo penurunan penjualan ini disebabkan karena daya beli masyarakat menurun, sebab masyarakat lebih memilih mengalokasikan anggarannya untuk kebutuhan pokok lainnya daripada membeli sepeda motor.

Meski mengalami penurunan penjualan namun Bimo Pamungkas yakin produknya masih menguasai pangsar pasar tahun ini. (Regina - Dirhamsyah)

Realisasi PAD Pasar dan PK 5 Capai 67 Persen

Pencapaian sumbangan pendapatan asli daerah atau P-A-D Kota Pekalongan yang dipungut dari retribusi pasar dan PK 5 hingga kini telah mencapai 67.63 persen atau 1 milyar 487 juta dari target sebesar 2,2 miliar rupiah.

Kepada Radio Kota Batik Kepala Bidang Pasar Disperindagkop dan UMKM setempat Muhammad Taufiq mengatakan dari total tersebut rinciannya adalah retribusi pasar menyumbang 1,3 milyar, sedangkan retribusi dari PK 5 sebesar sekitar 126 juta rupiah.

Menurut Taufiq capaian tahun ini lebih tinggi dibanding periode yang sama tahun lalu. Sebab targetnya pun berbeda.

Muhammad Taufiq menambahkan pihaknya optimis tahun ini target yang dibebankan bisa tercapai mengingat potensi untuk PAD masih cukup besar. (Dyan – Dirhamsyah)

BLK Kota Pekalongan Gelar Pelatihan Tahap Dua

Balai Latihan Kerja Dinsosnakertrans Kota Pekalongan saat ini tengah melaksanakan pelatihan tahap kedua. Pelatihan ini diikuti oleh sebanyak 90 orang peserta.

Kepada Radio Kota Batik Kepala BLK Kota Pekalongan  Edy Supriyanto mengatakan pelatihan tahap kedua ini sudah berlangsung sejak tanggal 8 Agustus lalu, dan akan berakhir pada 12 September mendatang.

Menurut Edy  90 peserta akan tergabung dalam  6 jurusan, diantaranya bordir, operator computer, rias pengantin, setir mobil, tekhnisis HP dan jahit.

Edy menambahkan, pelatihan yang diselenggarakan tersebut menggunakan anggaran dari APBD Kota Pekalongan.  Sebab tujuannya adalah untuk pengentasan pengangguran dan mendorong masyarakat untuk berwirausaha secara mandiri.

Jumlah Penderita AIDS di Kota Pekalongan Capai 112 Orang

Diposkan oleh Radiokotabatik pada Rabu, 02 September 2015 | 23.36

Sejak ditemukan penderita AIDS di Kota Pekalongan tahun 2004, hingga saat ini tercatat 112 orang warga positif mengidap HIV AIDS. Dari jumlah itu lebih dari 50 kasus diantaranya berujung pada kematian.

Kepala Bidang Penanggulangan Penyakit dan Penyehatan Lingkungan Dinas Kesehatan setempat, Tuti Widayanti mengatakan, rata rata penderita AIDS tersebut berada di rentang usia produktif yaitu 20 sampai 45 tahun.

Sebagian diantaranya terjangkit virus HIV karena perilaku hidup yang tidak sehat, seperti penggunaan jarum suntik dalam menyalahgunakan obat terlarang serta sering berganti-ganti pasangan.

Tuti Widayanti berharap masyarakat ikut mewaspadai penyebaran penyakit HIV AIDS dengan gaya hidup sehat serta jauh dari narkoba.

(Khanief – Dirhamsyah)

Panwas Harap KPU Cepat Fasilitasi APK

Panitia Pengawas Pilwalkot mengharapkan agar Komisi Pemulihan Umum setempat bisa cepat memberikan fasilitas Alat Perga Kampanye atau APK kepada semua pasangan calon.

Kepada Radio Kota Batik, Ketua Panwas Sugiharto menjelaskan, setelah masuk masa kampanye maka semua APK akan difasilitasi oleh KPU baik pencetakan APK sampai pemasangan APK.

Untuk itu, KPU agar secepatnya bisa memberikan fasilitasi APK sehingga hak-hak pasangan calon untuk bersosialiasi yang wajib di lakukan oleh KPU bisa terpenuhi.

Sugiharto menambahkan, nantinya pasangan calon akan mendapatkan fasilitas alat peraga kampanye yang sama baik jumlahnya maupun lokasi penempatannya.

(Kharisma – Dirhamsyah)

KPU Tetapkan 222,191 Daftar Pemilih Sementara

Komisi Pemilihan Umum Kota Pekalongan secara menetapkan sebanyak 222.191 warga tercatat dalam Daftar Pemilih Sementara atau DPS untuk Pemilihan Wali Kota dan Wakil Wali Kota Pekalongan tahun 2015.

Kepada Radio Kota Batik, Abdul Basir, Ketua KPU mengatakan, jumlah DPS tersebut merupakan rekapitulasi dari hasil rapat pleno terbuka KPU di Aula KPU pada Rabu kemarin.

Basir menjelaskan, dari DPS sejumlah 222.191 jiwa terdiri dari 110.638 pemilih pria dan 111.553 pemilih perempuan. Basir menambahkan, dalam pemilihan wali kota dan wakil wali kota tahun ini 2015 KPU telah menetapkan jumlah tempat pemungutan suara mencapai 551 TPS.

(Kharisma – Dirhamsyah)

Harga Ban di Kota Pekalongan Tetap Stabil

Meski kondisi perekonomian kini sedang lesu namun harga jual ban kendaraan bermotor di wilayah Kota Pekalongan tetap stabil.

Hal ini disebabkan karena ban yang beredar di pasaran otomotif saat ini sebagian besar merupakan produk local.

Pengelola Toko Ban Subur, Wendy mengatakan, harga ban radial untuk mobil kini stabil di kisaran 500 ribu sampai 1 juta rupiah per unit.

Menurut Wendy, untuk ban truk saat ini harganya di kisaran 1,25 juta sampai 3 juta rupiah per unit. Ban tersebut kebanyakan hasil produksi lokal seperti dari Tangerang, Bogor dan Medan.

Wendy menambahkan, stabilnya harga ban saat ini juga merupakan imbas dari penurunan harga karet dunia sejak tiga tahun lalu.

(Khanief – Dirhamsyah)

30 PNS di Kota Pekalongan Ajukan Ijin Cuti Haji

Sebanyak 30 pegawai negeri sipil di lingkungan Pemkot Pekalongan telah mengajukan cuti karena akan menunaikan ibadah haji ke tanah suci tahun 2015.

Kepala Bidang Mutasi dan Pembinaan Badan Kepegawaian Daerah, Mochammad Bagus Diyanto menjelaskan, pns yang mengajukan cuti haji tahun ini sebagian besar atau 22 orang berasal dari kalangan tenaga pendidik.

Delapan orang lainnya berasal dari Satpol PP, Rumah Sakit, Dinsosnakertrans, Disperindagkop, Sekretariat DPRD, Dindikpora serta Staf Kelurahan Gamer.

Dari pengajuan 60 hari ijin cuti yang disampaikan mereka rata rata mendapatkan ijin cuti selama 50 hari untuk keperluan ibadah haji. Cuti diberikan sejak sebelum berangkat sampai selesai kepulangannya.

Mochammad Bagus Diyanto menambahkan, jumlah PNS yang berangkat haji tahun ini jumlahnya lebih banyak dari tahun lalu yang hanya sekitar 28 orang dengan dominasi juga kalangan guru.

(Khanief – Dirhamsyah)

KPU Kota Pekalongan Tetapkan Batasan APK

Komisi Pemilihan Umum Kota Pekalongan menetapkan batasan-batasan alat peraga kampanye dan bahan kampanye pasangan calon wali kota dan wakil wali kota.

Komisoner Divisi Hukum Pencalonan dan Kampanye, M.Taufiqurohman mengungkapkan, setiap pasangan calon wali kota dan wakil wali kota Pekalongan akan mendapatkan fasilitas Alat Perga Kampanye atau APK dengan jumlah yang sama.

Kepada Radio Kota batik, Taufiqurrahman menjelaskan, pihaknya telah melakukan koordinasi dengan Pemkot mengenai titik penempatan APK seperti baliho, spanduk, dan umbul-umbul.

Menurut Taufik, jumlah APK untuk baliho besar setiap pasangan calon akan 5 buah untuk umbul-umbul setiap paslon akan mendapatkan sebanyak 180 buah, sedangkan spanduk setiap pasangan akan mendapat 54 buah.

KUP juga akan mencetak flayer, liflet, dan panflet jumlahnya 75 ribu untuk setiap pasangan calon dan poster sebanyak 16 ribu untuk pasangan calon.

Taufik menambahkan, sepanjang APK belum jadi maka akan diisi dengan peran sosialisasi, sehingga pasangan calon tidak akan kehilangan kesempatan pemberian informasi yang akan disampaikan pada masyarakat.

(Kharisma – Dirhamyah)

60 PNS di Kota Pekalongan Ajukan Pensiun Dini

Sebanyak 60 Pegawai Negeri Sipil dilingkungan Pemkot Pekalongan tahun ini telah mengajukan pensiun dini.

Dua diantaranya adalah PNS yang mencalonkan diri dalam Pemilihan Walikota dan Wakil Walikota Pekalongan.

Kepala Bidang Mutasi dan Pembinaan Badan Kepegawaian Daerah, Mochammad Bagus Diyanto mengatakan, sebagian besar pns yang mengajukan pensiun dini tahun ini berasal dari kalangan guru dengan alasan karena sakit.

Sementara dua orang yang maju dalam Pilwalkot 2015 yaitu Dwi Heri Wibawa yang sebelumnya menjabat sebagai Kepala Dinas Kesehatan, maupun Nur Chasanah yang sebelumnya sebagai Kepala Bidang Penyusunan Program Badan Perencanaan Pembangunan Daerah telah resmi pensiun dini terhitung sejak 1 September 2015.

Mochammad Bagus Diyanto menambahkan, untuk 2016 mendatang sudah tercatat sebanyak 144 pns akan pension.

Sebagian besar dari mereka adalah guru yang seharusnya sudah pensiun pada 2014 dan 2015. Pensiun tersebut baru diberikan karena adanya ketentuan batas perpanjangan usia pension.

(Khanief – Dirhamsyah)

Dinkes Kota Pekalongan Pekan Ini Canangkan Program BIAS

Pekan ini atau awal September 2015, Dinas Kesehatan Kota Pekalongan mulai akan melaksanakan program Bulan Imunisasi Anak Sekolah atau BIAS dengan sasaran siswa kelas 1 SD dan MI.

Kepala Bidang Penanggulangan Penyakit dan Penyehatan Lingkungan Dinas Kesehatan, Tuti Widayanti mengatakan, tim dokter lengkap dengan paramedis dari Puskesmas akan mendatangi sekolah yang akan diberikan imunisasi campak.

Dokter Tuti kepada Radio Kota Batik menjelaskan, Tim itu akan mengunjungi satu sekolah setiap harinya hingga program BIAS ini ditarget selesai pada pertengahan September mendatang.

Tuti Widayanti berharap, para ibu diminta tak merasa khawatir putra putrinya akan mengalami panas etelah diimunisasi, sebab badan anak mengalmi demam merupakan efek sementara saja ketika proses imunisasi didalam tubuh tengah berlangsung.

(Khanief – Dirhamsyah)

Job Fair Telan Anggaran 60 Juta Rupiah

Pelaksanaan kegiatan bursa kerja atau Job Fair tahun 2015 yang digelar oleh Dinas Sosial Tenaga Kerja dan Transmigrasi Kota Pekalongan di Hotel Sahid Mandarin selama dua hari menelan anggaran dari APBD sekitar 60 juta.

Kegiatan ini dimaksudkan untuk mengurangi jumlah pengangguran di wilayah Kota Pekalongan, sekaligus media bagi perusahaan mendapatkan tenaga kerja potensial.

Kepada Radio Kota Batik, Kepala Seksi Penempatan Tenaga Kerja Dinsosnakertrans setempat, Heriyu Purwanto mengatakan anggaran tersebut digunakan untuk pembuatan stand serta tempat dan anggaran untuk kepanitiaan.

Heriyu menambahkan, bagi perusahaan yang bergabung dalam job fair 2015 akan mendapatkan fasilitas stand gratis serta konsumsi untuk petugas jaga selama 2 hari.

(Tri – Dirhamsyah)

Daya Beli Rendah Penjualan Ban di Kota Batik Turun

Seperti umumnya yang terjadi pada komoditas lain penjualan ban kendaraan bermotor di wilayah Kota Pekalongan juga mengalami penurunan cukup drastic.

Pengelola Toko Ban Subur, Wendy kepada Radio Kota Batik mengatakan, sejak setelah lebaran lalu hingga saat ini penjualan ban mulai turun antara 10 sampai 15 persen.

Jika sebelumnya penjualan ban kendaraan bermotor ini bisa mencapai 50 sampai 60 unit per bulan, kini penjualan hanya sekitar 40 sampai 50 unit per bulan.

Menurut Wendy, penurunan terjadi karena daya beli masyarakat sekarang ini memang masih rendah sebagai dampak pelemahan nilai tukar rupiah terhadap dolar.

Wendy menambahkan, penurunan penjualan kali ini dinilai paling memberatkan jika dibanding pada tahun-tahun sebelumnya.

(Khanief – Dirhamsyah)
 
Tune in : FM91.2 | Radio Kota Batik | News,Interaktif,Solutif
Copyright © 2011. Radio Kota Batik - All Rights Reserved
Dikelola oleh Crew RKB Published by RKB