Radio Kota Batik
News Ticker :

Berita Terbaru

Dinsosnakertrans Kota Pekalongan Buka Kios 3 In 1

Diposkan oleh Radiokotabatik pada Senin, 15 September 2014 | 22.41

Dinas Sosial, Tenaga Kerja dan Transmigrasi atau Dinsosnakertrans Kota Pekalongan membuka kios 3 in 1 sebagai pusat data dan informasi ketenagakerjaan untuk mengurangi pengangguran.

Kepada Radio Kota Batik, Sekretaris Dinsosnakertrans setempat, Kisworo Poso mengatakan kios tersebut dibuka seminggu lalu, namun saat ini statusnya masih rintisan, sembari menunggu Balai Latihan Kerja atau BLK di Kuripan Kidul siap digunakan.

Tujuan didirikannya kios tersebut adalah untuk melayani kebutuhan masyarakat akan informasi terpadu mengenai pelatihan, sertifikasi dan penempatan tenaga kerja.

Aplikasi yang digunakan pada Kios 3 in 1 merupakan aplikasi web yang dapat diakses melalui jaringan internet dari manapun oleh siapapun, sehingga memudahkan bagi seluruh pihak yang membutuhkan baik BLK selaku penyedia pelatihan dan sertifikasi, industri selaku pengguna tenaga kerja dan pencari kerja.
 
Kehadiran kios 3 in 1 diharapkan dapat meningkatkan kompetensi dan daya saing pekerja sehingga kedepan dapat mengurangi pengangguran di Kota Batik.

Pemkot Diminta Aktif Promosikan Produk Daerah

Pemberlakuan pasar bebas regional Masyarakat Ekonomi ASEAN, pada 2015 mendatang, ditengarai akan memengaruhi seluruh aspek perekonomian Indonesia, terutama bisnis daerah.

Siap atau tidak, semua pelaku usaha maupun pemerintah dituntut, untuk mempersiapkan daya saing pelayanan.

Kepada Radio Kota Batik, Haris Riyadi mengatakan, dalam rangka menghadapi persaingan yang kian ketat dengan diberlakukannya MEA 2015, pemeritah juga diminta pro aktif dalam melakukan sosialisasi dan promosi tentang produk daerahnya.

Hal itu dilakukan, supaya Kota Pekalongan, benar – benar siap dalam menghadapi tantangan kedepan. Apalagi wilayah kita merupakan centra industri terutama batik.

Haris berharap, kedepan, Pemerintah Kota Pekalongan bisa untuk lebih mengembangkan lagi pemasaran produk lokal hingga ke mancanegara.

Warga Diminta Waspada Penyakit Hewan Kurban

Jelang lebaran Idhul Adha, warga Kota Batik diimbau waspada terhadap penyakit cacing hati yang sering menyerang hewan kurban.

Hal tersebut sebagai langkah awal antisipasi agar kejadian pengalaman temuan cacing hati pada Idul Adha tahun 2013 lalu tidak kembali terjadi atau dapat dicegah.

Kasi Kesehatan Hewan dan Kesehatan Masyarakat Veteriner Bidang Peternakan DPPK setempat, Fitria Kurniawati menyebutkan data tahun 2013 lalu, pihaknya memeriksa sebanyak 3.521 ekor hewan ternak baik kambing, domba, sapi dan kerbau yang tersebar di empat kecamatan dan Rumah Potong Hewan.

Hasilnya, ada sekitar lima persen sapi terserang penyakit cacing hati. Sedangkan kambing hanya satu persen, namun tetap harus diwaspadai.

Atas kejadian tersebut, berbagai langkah antisipasi telah disiapkan, termasuk sosialisasi dan penyuntikan vaksin pada hewan kurban milik 30 kelompok atau pedagang hewan kurban yang sudah terdata.

Selain itu, pihaknya juga akan mengadakan sosialisasi dan praktek langsung dengan mengundang seluruh petugas mushola sebagai pantia penyembelihan hewan kurban.

PVMBG MInta Masyarakat Tak Mudah Terpengaruh Isu

Meningkatnya status Gunung Slamet menjadi siaga membuat orang-orang tak bertanggung jawab mengirim pesan melaui BlackBerry Messenger berisi kabar yang menyesatkan.

Bahkan pesan dari BBM dan SMS ini menyebar sehingga membuat masyarakat panik.

Kepala Pos Pengamatan Gunung Slamet PVMBG di Desa Gambuhan Pemalang, Sudrajat yang di konfirmasi mengatakan, aktivitas warga masih seperti biasa dan tidak terganggu dengan naiknya status Gunung Slamet.

Bahkan selama dua hari terakhir aktivitas gunung Slamet mengalami penurunan cukup drastis, jika di bandingkan beberapa waktu lalu, dimana intesitas Gunung Slamet menunjukan peningkatan.

Sudrajat menghimbau, masyarakat tidak mudah terpengaruh dengan isu yang menyebar di media sosial tanpa mengecek ke pihak yang berwenang seperti PVMBG.

Sudrajat menegaskan, aktivitas gunung memang tidak bisa diprediksi perkembangnnya. Hanya masyrakat dihimbau masih harus waspada dengan kemungkinan yang terjadi.

Lima Tewas Dalam Tabrakan Maut di Gringsing

Sebuah mobil Daihatsu Luxio dengan nomor polisi H 9285 FR, yang mengangkut 9 penumpang, mengalami tabrakan diturunan jalan di desa Surodadi Kecamatan Grinsing kabupaten Batang, pada Senin 15 September 2014, sekitar pukul 5 pagi.

Tabrakan terjadi Karena diduga sopir mengantuk, mobil Luxio yang melaju dengan kecepatan tinggi mobil oleng, kemudian menambrak truk box yang mengangkut papaya, yang di kemudikan oleh Mujiono warga Malang N 8663 UZ.

Lima orang penumpang Luxio tewas dilokasi kejadian, sedangkan enam korban lainnya mengalami luka-luka dan dilarikan ke Rumah Sakit Islam Weleri Kendal.

Kondisi mobil Daihatsu Luxio mengalami ringsek berat sehingga tampak tak berbentuk, sementara truk mengalami penyok pada bagian depannya.

Kasat Lantas Polres Batang, Ajun Komisaris Polisi Imam Syafi`I, kepada Radio kota Batik mengatakan, minibus luxio yang ditumpanginya berangkat dari bandung 9 penumpang, sesampainya di jalur Pantura Suradadi, tiba-tiba mobil kehilangan kendali keluar dari jalur.

Menurut Kasat, saat sopir berusaha banting setir, namun karena kecepatan tinggi, minibus oleng hingga menabrak beton dan truk yang datang dari arah berlawanan.

Korban tewas merupakan warga jalan Pergiwati, Semarang. Korban tewas yakni sopir mobil Luxion bernama Heri Suprayitno, dan seorang bocah perempuan berusia 8 tahun bernama Fatimah Azahro, dua korban tewas lainya adalah Sutriana dan Sumarni. Juga warga Jalan Pergiwati III, Semarang Utara.

Sedangkan empat penumpang minibus Luxio yang terluka yakni Fitriana yang meurpakan orangtua Fatimah Azahro, Noval Cahya Setiawan, Dafa, dan Agung suami Temu Pancawati masih menjalani perawatan, dan kini kasus kecelakaan ini masih ditangani petugas dari Polres Batang.

Polisi Buru Pelaku Penyiraman Air Keras

Jajaran Kepolisian masih terus memburu dua orang pelaku penyiraman air keras terhadap Desi Saraswati dan Ashari Pratama warga kelurahan Panjang Wetan, Pekalongan Utara pada Sabtu melam lalu.

Akibat kejadian itu kedua kakak beradik tersebut, menderita luka bakar dan harus menjalani perawatan intensif di Rumah Sakit Budi Rahayu.

Kapolsek Pekalongan Utara, Komisaris Polisi I Ketut Lanus, kepada Radio Kota Batik mengatakan, Polisi mengerahkan semua jajaranya, mulai dari reskrim hingga intel untuk melakukan penyelidikan terhadap kasus ini.

Menurut Ketut, pihaknya masih enggan menunjuk seseorang sebagai pelaku, karena untuk mengarah ke pelaku, polisi harus memiliki bukti yang cukup kuat.

Pihak Kepolisian masih terus melakukan pemeriksaan terhadap sejumlah saksi, diharapkan saksi ini nantinya bisa memberikan keterangan siapa pelaku sebenarnya.

Desi Sarswati dan adiknya menjadi korban penyiraman air keras, kejadian itu pada Sabtu 13 September sekitar, pukul 8 malam ketika mereka sedang berkumpul diteras rumah.

Saat itu pelaku yang tiba-tiba datang dengan sepeda motor langsung meyiram dengan air keras pada Desy dan adiknya.

Pengusaha Batik Pekalongan Siap Hadapi MEA 2015

Para pengusaha batik di wilayah Kota Pekalongan nampaknya kini sudah bersiap diri, untuk bersaing dengan produk dari negara lain saat di berlakukanya pasar bebas Masyarakat Ekonomi Asean atau MEA padai tahun 2015 mendatang.

Kepada Radio Kota Batik, salah satu pengusaha batik setempat, Haris Riyadi mengatakan mulai tahun 2015 seluruh produk dan jasa dari negara anggota Asean diperdagangkan bebas tanpa ada hambatan yang selama ini diberlakukan.

Sehingga saat ini, yang harus dilakukan pelaku industri batik adalah menjaga kualitas produk yang dihasilkan. Selain itu, saat ini pihaknya juga dituntut untuk lebih kreatif dan inovatif dalam menentukan produk.

Namun menurut Haris, meningkatkan kualitas mutu, serta harga yang lebuh kompetitif, juga dilakukan, supaya industri batik Pekalongan, bisa tetap eksis di kancah global.

Bulan September, TPI Pekalongan Kembali Sepi Lelang

Setelah sempat ramai pada awal bulan ini, kondisi Tempat Pelelangan Ikan Kota Pekalongan beberapa hari terakhir kembali terlihat sepi dari proses lelang.

Kepada Radio Kota Batik, Kepala TPI Pekalongan, Kasim Sumadi mengatakan, hasil tangkapan ikan dari para nelayan akhir – akhir ini sangat sedikit, karena faktor cuaca yang tidak mendukung.

Menurut Kasim, dalam seminggu terakhir ini, stok ikan di TPI saat ini masih kosongg. Dan hingga beberapa pekan kedepan pun, kondisi seperti ini masih akan bertahan.

Sebab, diperkirakan pasokan akan kembali normal bulan depan, sembari menunggu kapal arek arek, yang saat ini masih berjalan ke arah timur.

Dengan kosongnya pasokan ikan, harganya pun juga ikut naik, rata rata 500 - 1000 rupiah. Tapi sejauh ini permintaan masih stabil.

Nelayan Kota Batik Belum Terima Kartu BBM

Meski telah diluncurkan Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo bulan April lalu, namun hingga saat ini ratusan pemilik kapal di Kota Pekalongan belum menerima kartu Bahan Bakar Minyak atau BBM.

Kabid Kelautan Dinas Peternakan Pertanian dan Kelautan atau DPPK setempat, Herry Setianto mengatakan pihaknya telah mengajukan 250 kapal ke Dinas Kelautan dan Perikanan atau DKP Provinsi Jawa Tengah untuk mendapatkan kartu BBM.

Untuk pemilik kapal di Demak dan Pati sudah menerima kartu BBM, sedangkan untuk Kota Pekalongan hingga saat ini masih menunggu. Sebanyak 250 kapal yang diajukan tersebut terdiri dari 17 kapal dengan ukuran di bawah 10 gross ton atau GT dan sisanya berukuran lebih dari 30 GT.

Belum terbitnya kartu BBM di Kota Batik karena pencetakan dan pendistribusian kartu BBM oleh DPK Provinsi Jawa Tengah dilakukan secara bertahap.

APBD Provinsi Jawa Tengah tahun anggaran 2014 hanya mengalokasikan anggaran untuk mencetak dan mendistribusikan 12.000 kartu BBM, sementara jumlah nelayan pemilik kapal di Jawa Tengah yang terdata untuk menerima kartu BBM mencapai 25.138.

Untuk Kota Pekalongan dan kabupaten lainnya yang belum menerima kartu BBM telah diajukan melalui APBD-Perubahan 2014. Kartu BBM kemungkinan baru dicetak bulan Oktober mendatang.

Akhir Oktober Mulai Musim Hujan

Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika BMKG memperkirakan jika musim penghujan di wilayah Pantura Pekalongan, akan mulai pada akhir bulan Oktober mendatang, hingga pertengahan November mendatang.

Prakirawan BMKG Tegal, Hendi Andrianto kepada Radio Kota Batik menjelaskan, awal musim hujan kali ini diprediksi akan maju, dengan prediksinya sampai 1 dasarian atau 10 hari.

Hali ini dikarenakan tekanan rendah dan pertumbuhan awan hujan masih sering terjadi. Bahkan kemarin saja pertumbuhannya cukup tebal meskipun tidak sampai menimbulkan hujan.

Selain itu, Hendi juga menambahkan, masyarakat terutama nelayan diminta waspada karena cuaca buruk dilaut yang menyebabkan terjadinya gelombang tinggi. Ketinggian gelombang diprediksi akan mencapai maksimal 3 meter untuk sepekan kedepan.

Aktivitas Gunung Slamet Mulai Menurun

Aktivitas vulkanik Gunung Slamet dalam dua hari terakhir, hingga dengan terpantau mengalami penurunan yang sangat signifikan. Dari pantauan alat seismik yang terpasang, tidak merekam aktivitas apapun dari Gunung Slamet.

Kepala Pos Pengamatan Gunung Slamet PVMBG di Desa Gambuhan Pemalang, Sudrajat kepada Radio Kota Batik mengatakan, tampak tenang sekali tanpa ada hembusan asap ataupun gempanya.

Meski demikian, PVMBG masih tetap terus melakukan monitoring untuk mengetahui penyebab ketenangan dari Gunung Slamet.

Sudrajat menambahkan, meskipun aktivitas visual menurun drastis, namun status Gunung Slamet belum akan diturunkan atau masih berada pada Status siaga atau level 3.

Jarak radius steril masih tetap 4 kilometer dari puncak gunung. Sementara itu sampai dengan saat ini, masyarakat masih tetap beraktivitas seperti biasanya.

Jalan Melati Hingga Jalan Patimura Pekalongan Timur Akan Diperlebar

Diposkan oleh Radiokotabatik pada Sabtu, 13 September 2014 | 19.09

Untuk mengatasi kemacetan terutama pada jam sibuk akibat badan jalan yang sempit di sejumlah ruas jalan dalam kota, Pemkot Pekalongan akan segera melakukan pelebaran di Jalan Melati.

Kabid Bina Marga DPU setempat, Bambang Sugiharto mengatakan, ruas jalan tersebut akan diperlebar menjadi 7 meter dari lebar jalan sebelumnya yang hanya 5 meter. Pelebaran jalan rencananya akan dilakukan mulai awal bulan Oktober mendatang.

Bambang menjelaskan, pembangunan shelter di lapangan Sorogenen diharapkan bisa selesai dalam waktu dekat, sehingga pedagang kios yang ada di sisi utara lapangan bisa segera dipindah agar tidak terganggu dengan proses pelebaran jalan.

Setelah itu, Pemkot juga akan melebarkan ruas jalan lainnya, terutama yang menuju ke arah timur, yakni Jalan Seruni, Jalan Ki Mangun Sarkoro hingga Jalan Pattimura, Kelurahan Gamer, Pekalongan Timur. 

Sementara itu, Kabid Lalu Lintas Dishubparbud setempat, M. Restu Hidayat mengungkapkan berdasarkan analisa, visi rasio arus lalu lintas dua arah di jalan Melati sudah semakin padat, lebar jalan yang hanya 5 meter terlalu sempit, apalagi jika dipakai untuk parkir mobil, sehingga jalan tersebut perlu adanya peningkatan kapasitas, salah satunya dengan cara pelebaran jalan.

Waspadai Es Mengandung E Coli

Dinas Kesehatan Kota Pekalongan, menghimbau warga untuk berhati hati dalam mengkonsumsi es batu. Sebab diduga air yang digunakan untuk membuat es berbentuk seperti balok itu, bukan air yang telah matang.

Sehingga, dikhawatirkan dalam air yang belum matang tersebut, mengandung Bakter E Coli yang dapat menyebabkan penyakit pada pencernaan.

Kasi Penyehatan Lingkungan Dinas Kesehatan setempat, Mujiyo Kepada Radio Kota Batik menjelaskan, es berbentuk balok itu, sebenarnya dipergunakan untuk mengawetkan ikan.

Sedangkan es khusus yang dicampur untuk minuman, dibuat dalam ukuran kecil, yang biasanya mengunakan air matang.

Mujiyo menghimbau masyarakat untuk lebih selektif dalam mengkonsumsi makanan dan minuman, karena ditengarai masih ditemukan bahan berbahaya didalamnya.

Sepekan Kedepan, Waspada Gelombang Laut Diambang Tinggi

Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika BMKG Tegal memperkirakan akan terjadi gelombang tinggi di perairan Laut Jawa, dalam selama sepekan ke depan.

Kepada Radio Kota Batik, Prakirawan BMKG Tegal , Hendi Andriyanto mengatakan, gelombang tinggi itu diperkirakan bisa mencapai 3 meter, sehingga cukup membahayakan aktifitas pelayaran nelayan di Pantura.

Menurut Hendi, batas gelombang yang cukup ekstrim, sangat membahayakan bagi nelayan yang akan berangkat melaut. Namun demikian pihaknya akan berkoordinasi dengan syah Bandar yang berwenang melarang kapal nelayan untuk melakukan aktivitas berlayar.

Hendi menambahkan, untuk kondisi cuaca dilaut ini juga dipengaruhi kecepatan angin yang bergerak antara 05 - 30 kilometer perjam di daratan, sedangkan di lautan bisa berpeluang angin bertiup lebih kencang.

Sementara saat ini angin yang berhembus masih dari Australia atau biasa disebut nelayan sebagai angin timuran.

Gambar Seram Bungkus Rokok Belum Pengaruhi Penjualan

Meski produk rokok yang kini disertai peringatan pada bungkus dengan berbagai gambar seram, namun ternyata belum mempengaruhi penjualan rokok di Kota Pekalongan.

Pedagang sembako di Pasar Podosugih, Tika kepada Radio Kota Batik mengatakan, setiap hari rata rata rokok yang terjual mencapai 10 bungkus, sama seperti ketika rokok masih hanya disertai peringatan bahaya merokok.

Menurut Tika, Diwarungnya sebagian pembeli sering minta dicarikan rokok stok lama, atau memilih membeli yang gambar pada kemasannya tidak terlalu seram. Jika tidak ada, mereka tetap membeli rokok, meski dengan kemasan yang baru.

Tika menambahkan, pembeli yang beralih ke rokok kemasan kaleng hampir tidak ada. Sebab sebagian besar mereka sepertinya tidak terlalu terpengaruh dengan kemasan seram seperti itu.
 
Tune in : FM91.2 | Radio Kota Batik | News,Interaktif,Solutif
Copyright © 2011. Radio Kota Batik - All Rights Reserved
Dikelola oleh Crew RKB Published by Gietbram