Radio Kota Batik
News Ticker :

Berita Terbaru

Harga Solar Naik, Nelayan Semakin Menderita

Diposkan oleh Radiokotabatik pada Sabtu, 22 November 2014 | 20.06

Keputusan Presiden Joko Widodo yang menaikkan harga BBM bersubsidi menambah penderitaan bagi para nelayan di Kota Pekalongan dan sekitarnya.

Sehingga para nelayan mengaku tidak bisa berbuat banyak dengan kebijakan kenaikan BBM tersebut.

Kepada Radio Kota Batik, Hartono salah seorang nelayan asal Tegal saat ditemui di SPBB KUD Makaryo Mino mengungkapkan, dengan kenaikan harga BBM sebesar dua ribu rupiah per liter secara otomatis akan memperbesar biaya operasional para nelayan.

Jika biasanya dalam sekali melaut membutuhkan biaya sekitar 137 juta, semenjak harga dinaikan biayanya membengkak menjadi 187 juta rupiah. Itu pun belum termasuk biaya perbaikan kapal serta perbekalan untuk 20 ABK selama sebulan.

Pembagian Dana PSKS di Kota Pekalongan Ditarget Selasai Dalam Sepekan

Kantor Pos Pekalongan menargetkan pembagian dana Program Simpanan Keluarga Sejahtera atau PSKS bagi warga miskin di Kota Pekalongan sebagai kompensasi kenaikan harga Bahan Bakar Minyak ditargetkan akan selesai dalam sepekan.

Koordinator Penanggung Jawab PSKS setempat, Hamid Wahidin kepada Radio Kota Batik mengatakan, jumlah warga dana PSKS akan dibagikan pada 8.259 Rumah Tangga Sasaran.

Penerima PSKS ini sama persis dengan penerima program Bantuan Langsung Sementara Masyarakat atau BLSM diera pemerintahan Presiden SBY. Warga pemegang kartu Kartu Pelindungan Sosial bisa mengambilnya di Kantor Pos Besar Kota Pekalongan atau melaui kantor pos cabang yang ada di kecamatan dengan jadwal yang telah ditentukan.

Hamid menambahkan, sekarang ini masih dilanjutkan proses koordinasi dan penyesuaian data di masing masing kecamatan untuk menentukan jadwal pembagian PSKS tersebut setelah Kecamatan Pekalongan Utara yang menjadi wilayah pertama.

(Khanif Al-Kurosan – Dirhamsyah)

Nelayan TPI Sampan Menggelar Sedekah Laut

Nelayan di Kabupaten Batang menggelar tradisi sedekah laut atau sadranan di TPI Sampan Seturi setempat.

Dalam acara tersebut nelayan melarung sesaji berupa kepala kerbau ke laut.

Ketua Panitia Kegiatan Sedekah Laut TPI Sampan, Rasmudi mengatakan, digelarnya acara sedekah laut itu merupakan wujud rasa syukur pada Tuhan atas rezeki yang dilimpahkan pada ratusan nelayan selama setahun.

Kepada Radio Kota Batik, Rasmudi menjelaskan, sedekah laut yang digelar setahun sekali ini dilaksanakan selama 2 hari, yaitu Jumat dan Sabtu tanggal 21 dan 22 November 2014.

Rasmudi berharap, ditahun-tahun mendatang hasil tangkapan ikan nelayan akan semakin melimpah lagi. Sehingga dapat memenuhi kebutuhan ikan di wilayah Batang dan kesejahteraan nelayan akan meningkat.

(Regina – Dirhamsyah)

Perbasi Harapkan Gedung Untuk Latihan

Tempat latihan untuk atlet di Kota Pekalongan dinilai kurang layak menjadi catatan tersendiri bagi para pembina cabang olahraga.

Apalagi jika akan ada pertandingan yang membutuhkan latihan khusus untuk para atletnya.

Ketua Perbasi setempat, Umar Ahmad mengatakan, cuaca sangat mempengaruhi para atlet yang akan latihan sehingga sangat dibutuhkan Gedung Olah Raga khusus untuk olahraga.

Menurut Umar Ahmad, GOR yang ada saat ini di Jatayu kurang memenuhi standart karena sering juga digunakan untuk kegiatan lain selain olahraga.

Umar Ahmad menambahkan, dengan adanya GOR khusus untuk pusat latihan para atlet maka prestasi atlet semua cabang olahraga di Kota Pekalongan dapat meningkat.

(Regina – Dirhamsyah)

Pedagang Daging di Pekalongan Pilih Tak Naikan Harga

Meskipun harga kebutuhan pokok seperti sembako dan sayuran mengalami kenaikan pasca kenaikan harga BBM, namun tidak pedagang daging sapi di Kota Pekalongan ikut menaikan harga dagingnya.

Sari, salah seorang pedagang daging sapi di Pasar Grogolan Pekalongan mengatakan, sampai saat ini harga daging sapi masih cukup stabil yaitu pada kisaran 90 ribu rupiah perkilogramnya.

Sari kepada Radio Kota Batik menjelaskan, kalau harga daging sapi dinaikkan ia khawatir penjualan dagingnya akan semakin tidak laku. Karena sekarang daya beli masyarakat memang sedang menurun. Hal yang sama juga dirasakan oleh Toriq, penjual daging sapi di wilayah Kuripan.

Menurut Toriq, harga daging sapi potong yang ia jual juga masih sama dengan bulan bulan sebelumnya yaitu pada kisaran 90 sampai 95 ribu rupiah tergantung dari kwalitas daging sapinya.

(Sri Rejeki – Dirhamsyah)

Tabrak Mobil Parkir, Siswa SMK Irma Dilarikan Ke Rumah Sakit

Salah seorang pelajar kelas 3 SMK Perikanan IRMA Kota Pekalongan mengalami kecelakaan tunggal di depan Kantor Dinas Komunikasi dan Informatika jalan Majapahit, Sabtu 22 November 2014.

Pelajar bernama Dimas yang mengendarai sepeda motor Honda Revo bernopol B 3668 EBY menabrak mobil Nissan March dengan nopol G 8819 HA milik Susanti pegawai Sekwan DPRD Kota Pekalongan, yang sedang parkir di pinggir jalan tepatnya di depan kantor Diskominfo.

Kepada Radio Kota Batik, Salah seorang saksi, Ilmas mengatakan, sambil bercanda dengan teman yang disampingnya korban mengendarai sepeda motornya dengan cukup kencang. Kemudian langsung menabrak bagian belakang mobil hingga ringsek.

Akibat kecelakaan tunggal tersebut, Dimas pun terpaksa harus dilarikan ke Rumah Sakit Bendan karena mengalami luka-luka di bagian wajah dan leher.

Sementara sepeda motor yang dikendarai Dimas maupun mobil milik Susanti mengalami kerusakan cukup parah pada bagian depan motor maupun belakang mobil sama-sama ringsek.

(Anjar R – Dirhamsyah)

Warga Pekalongan Utara Mulai Terima Dana PSKS

Ribuan warga miskin di Kecamatan Pekalongan Utara mulai menerima dana dari program Pembayaran Simpanan Keluarga Sejahtera atau PSKS sebagai kompensasi atas kenaikan harga Bahan Bakar Minyak.

Dana program PSKS senilai 715 juta sudah mulai dibagikan pada 1.788 Rumah Tangga Sasaran mulai hari ini Sabtu 21 November 2014 di Kantor Pos Pekalongan.

Koordinator Penanggung Jawab PSKS Kota Pekalongan, Hamid Wahidin mengatakan, masing masing RTS menerima uang tunai sebesar 400 ribu rupiah untuk dua bulan sekaligus yaitu November dan Desember 2014.

Hamid Wahidin kepada Radio Kota Batik menjelaskan, warga yang akan mengambil diwajibkan membawa Kartu Perlindungan Sosial dan kartu identitas diri.

Hamid menambahkan, warga Kecamatan Pekalongan Utara menjadi penerima pertama dana PSKS di Kota Pekalongan karena dinilai paling siap. Setelah dilakukan koordinasi dan penyesuaian data melaui kecamatan dan kelurahan.

(Khanif Al-Kurosan – Dirhamsyah)

Harga Gas Melon di Kota Pekalongan Naik

Sejumlah warga di Kota Pekalongan mulai resah karena harga tabung gas elpiji 3 kilogram naik dari harga seribu hingga seribu lima ratus rupiah.

Semula harga gas melon bantuan pemerintah ini hanya 15 ribu rupiah dari pengecer, kini naik menjadi 16 ribu – 16.500 hingga 17 ribu rupiah.

Kenaikan harga elpiji 3 kilogram disebabkan oleh biaya transportasi dari agen ke pangkalan dan ke pengecer meningkat akibat penaikan harga bahan bakar minyak.

Pengelola Pangkalan Elpiji 3 Kilogram di Pringlangu, Madekur menjelaskan, kenaikan harga gas 3 kilogram mulai terjadi pada Selasa pagi, 18 November 2014.

Menurut Madekur, kenaikan harga gas 3 kilogram terjadi setelah dari pihak agen menaikan harga sebesar seribu rupiah yaitu dari 12.750 per tabung menjadi 13.750 per tabung.

Madekur kepada Radio Kota Batik menjelaskan, pihak agen beralasan menaikan harga gas melon karena dipengaruhi naiknya biaya distribusi ke pangkalan.

Madekur menambahkan, pihak pengecer mengambil gas melon dari pangkalan dengan harga 16 ribu rupiah. Padahal sebelumnya harganya masih 15 ribu per tabung. Sedangkan untuk sampai ke tangan konsumen harga bervariasi antara 17 ribu sampai 17500 per tabung.

(Khanif Al-Kurosan – Dirhamsyah)

Bisnis Properti Temui Kendala Perijinan

Pelaku bisnis properti di Pekalongan pada khususnya ternyata masih menghadapi banyak kendala diantaranya mahalnya biaya perizinan dan lamanya proses perizinan.

Kepada Radio Kota Batik, Ketua DPD REI Komisariat Pekalongan, Ricsa Mangkulla mengatakan, urusan perizinan masih dihadapkan persyaratan yang rumit, beban biaya tinggi, serta ketidakpastian jangka waktu perizinan.

Menurut Ricsa, pemerintah diminta memberikan kepastian hukum atas hak tanah dan mempermudah perizinan di sektor perumahan.

Ricsa pun memberikan apresiasi kepada Pemerintah melalui Kementerian Dalam Negeri yang bakal segera memberikan instruksi kepada para Kepala Daerah untuk membebaskan biaya perizinan terhadap pembangunan rumah bagi masyarakat berpenghasilan rendah.

(Dyan Shinta – Dirhamsyah)

Walikota Cup Ajang Pembibitan Pemain Basket Berbakat

Persatuan Basket Seluruh Indonesia atau Perbasi Kota Pekalongan akan ¬menjadikan kejuaraan bola basket Walikota Cup tahun 2014 sebagai ajang pembibitan untuk mencari talenta-talenta atlit muda berbakat.

Ketua Penyelenggara Walikota Cup setempat, Umar Ahmad mengatakan, selain diharapkan untuk melahirkan pebasket muda yang handal, namun diharapkan para pelajar yang peserta turnamen Walikota Cup ini bisa bermain dengan sportif.

Karena menurut Umar Ahmad akan menjadi percuma jika berprestasi tetapi tidak memiliki sikap sportivitas yang tinggi.

Umar Ahmad menambahkan, Walikota Cup rencananya digelar di GOR Jatayu dari tanggal 20 hingga 28 November 2014. Setiap harinya dimulai setelah para pelajar pulang sekolah yaitu pada jam 1 siang hingga jam 9 malam.
(Regina – Dirhamsyah)

Pemkot Pekalongan Siapkan PJU Hemat Energy Baru

Untuk menghemat penggunaan energi listrik, Pemerintah Kota Pekalongan akan mengganti ratusan lampu Penerangan Jalan Umum sejumlah titik jalan.

Kasi Penerangan Jalan Umum, Dinas Pekerjaan Umum setempat, Wahyu Hidayat mengatakan, penggantian lampu ini dilakukan karena mampu menghemat energi dari sebelumnya.

Menurut Wahyu, setiap lampu konvensional memiliki daya 400 hingga 250 watt sekarang diganti menjadi 60 hingga 40 Watt dengan intensitas cahaya sama.

Kepada Radio Kota Batik, Wahyu mejelaskan, saat ini pihaknya sudah mengganti 880 LVD dan dan 450 an lampu LED sudah terpasang.

Rencananya, pemkot akan melanjutkan penggantian lampu hemat energi secara bertahap. Dan ditargetkan pada yahun 2018 mendatang PJU semua ruas jalan di Kota Pekalongan menggunakan lampu hemat energy tersebut.

(Regina – Dirhamsyah)

Kapolres : Polisi Tetap Komit Berantas Togel

Diposkan oleh Radiokotabatik pada Jumat, 21 November 2014 | 22.08

Kapolres Pekalongan, Ajun Komisaris Besar Polisi Indra Krimayadi menegaskan, komitmennya memberantas segala bentuk perjudian terutama judi toto gelap di awal masa bertugas di Kabupaten Pekalongan.

Menurut Kapolres, keberhasilan memberantas judi bukan besar atau kecilnya uang yang disita namun lebih diutamakan komitmen aparat dalam memberantas judi di wilyahnya.

Menurut Kapolres, tak ada alasan judi tidak bisa diberantas kini judi togel karena telah merambah ke pelosok-pelosok desa dan merasuki semua kalangan. Sehingga butuh dukungan semua pihak dalam memberantas judi yang sekarang mengunakan online internet itu.

Judi toto gelap kini menjadi perhatian serius dari jajaran kepolisian dan sanksinya pun cukup tegas jika ada anggota polisi yang membengkingi judi toto gelap.

(Dany Wisnu – Dirhamsyah)

FKH Tanam Ratusan Bibit Pohon Buah-Buahan

Bertepatan dengan peringatan Hari Pohon Sedunia, para penggiat lingkungan yang tergabung dalam Forum Komunitas Hijau Kota Pekalongan mengelar aksi menanam ratusan bibit pohon buah-buahan di kawasan Alun-alun dan bantaran Sungai Loji, Jumat pagi 21 November 2014.

Kepada Radio Kota Batik, Ketua FKH setempat, Trias Wahyu Aditya mengatakan, ada sekitar 115 bibit pohon produktif atau buah-buahan yang ditanam di dua lokasi tersebut.

Menurut Triaz Wahyu Arditya, jenis buah-buahan pun bervariasi mulai dari bibit pohon jambu air, kelengkeng, sawo, dan pohon mangga.

Trias menambahkan, ketika pohon-pohon tersebut sudah tumbuh besar nantinya bisa dinikmati secara gratis oleh masyarakat Kota Pekalongan.

Selain itu, pihaknya juga mengajak seluruh lapisan masyarakat untuk berperan aktif dalam menjaga serta mempertahankan ekosistem lingkungan.

(Anjar R – Dirhamsyah)

REI Menilai Regulasi Pemerintah Sudah Tak Sesuai Iklim Usaha

Asosiasi Real Estate Indonesia dalam rapat kerja nasional Persatuan Perusahaan Real Estate Indonesia pada 18 - 20 November 2014 di Hotel Borobudur Jakarta, menilai regulasi pemerintah saat ini sudah tidak sesuai dengan iklim usaha industri properti di Indonesia.

Kepada Radio Kota Batik, Ketua DPD REI Komisariat Pekalongan, Ricsa Mangkulla mengatakan, beberapa kebijakan dan regulasi yang dibuat Pemerintah dinilai sudah tidak lagi sesuai dengan iklim usaha dan kenyataan di lapangan.

Akhirnya banyak kendala yang terjadi khususnya dalam penyediaan perumahan bagi masyarakat berpenghasilan rendah atau MBR.

Ricsa berharap, Pemerintah baru saat ini bisa menunjukan sinyal positif kerja nyata dengan membuktikan jargon kerja kerja kerja. Sebab realisasi nyata lah sebetulnya yang saat ini ditunggu-tunggu para pengembang.

(Dyan Shinta – Dirhamsyah)

Basket Walikota Cup Kembali Digelar

Persatuan Basket Seluruh Indonesia atau Perbasi Kota Pekalongan kembali menggelar turnamen Bola Basket Walikota Cup pada 20 hingga 28 November 2014 setelah vakum selama 3 tahun.

Ketua Penyelenggara Walikota Cup setempat, Umar Ahmad mengatakan, kejuaraan bola basket yang di gelar di GOR Jatayu ini diikuti oleh SMP dan SMA se eks Karisidenan Pekalongan yang meliputi Kabupaten Batang, Kabupaten Pekalongan, hingga Pemalang.

Kepada Radio Kota Batik, Umar Ahmad menjelaskan, pada Turnamen Walikota Cup ini setiap hari ada 7 kali pertandingan sehingga hingga akhir penyelenggaraan ada 76 pertandingan.

Umar Ahmad berharap, kedepan penyelenggaran even basket Walikota Cup dapat digelar rutin oleh Perbasi Kota Pekalongan dalam setiap tahunnya.

(Regina – Dirhamsyah)
 
Tune in : FM91.2 | Radio Kota Batik | News,Interaktif,Solutif
Copyright © 2011. Radio Kota Batik - All Rights Reserved
Dikelola oleh Crew RKB Published by Gietbram