Radio Kota Batik
News Ticker :

Berita Terbaru

Dishub Kota Pekalongan : Tarif Angkutan Kota Tidak Naik

Diposkan oleh Radiokotabatik pada Kamis, 24 Juli 2014 | 20.30

Dinas Perhubungan Pariwisata dan Kebudayaan Kota Pekalongan menegaskan, tarif angkutan kota pada saat Lebaran mendatang tidak akan mengalami kenaikan.

Kepada Radio Kota Batik, Kepala Dinas Perhubungan Pariwisata dan Kebudayaan setempat, Doyo Budi Wibowo mengatakan, sesuai aturan untuk semua angkutan yang melintas di Kota Pekalongan tariff yang harus diterapkan adalah 3.500 rupiah.

Untuk itu, pihaknya menghimbau kepada para sopir angkutan untuk mematuhi segala aturan yang berlaku demi kenyamanan para penumpang. Namun, meski telah disosialisasikan jika dilapangan ditemukan ada yang menaikan tariff tidak sesuai aturan.

Doyo pun mengaku telah menyiapkan sejumlah sanksi yaitu hingga pencabutan ijin trayek.

Tarif Kamar Hotel di Pekalongan Naik Saat Lebaran

Selama libur Lebaran dipastikan tingkat hunian hotel di Pekalongan mencapai 100 persen.

Tarif kamar hotel pun naik dari tarif sebelumnya tergantung kelas dan kebijakan pengelola hotel.

Kepada Radio Kota Batik, Bagian Marketing dan Promosi Persatuan Hotel dan Restoran Indonesia PHRI Pekalongan, David Elsanur mengatakan, rata – rata kenaikan tariff yang diberlakukan oleh pengelola hotel mulai 50 ribu hingga 150 ribu rupiah.

Namun, meskipun tarif kamar hotel dinaikkan tetapi pemesanan kamar hotel untuk masa Lebaran terus bertambah. Bahkan sejak H-5 lebaran kemarin sudah terjadi lonjakan okupansi yang diperkirakan masih akan terus meningkat hingga H-5 lebaran.

David menambahkan, untuk menyambut para tamu pengelola hotel pun sebelumnya telah melakukan sejumlah persiapan dan berbenah dekorasi ruangan dengan nuansa idul fitri.

Gubernur Apresiasi Kinerja Waktu Perbaikan Jembatan Comal

Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo menyatakan, apresiasinya kepada semua pihak yang terlibat dalam perbaikan jembatan Comal.

Hal itu dikatakan Gubernur saat meninjau Jembatan Comal pada Kamis pagi.

Kepada Radio Kota Batik, Ganjar Pranowo mengatakan, perbaikan jembatan ini sudah selesai sehingga pada Kamis dini hari tadi jembatan sudah bisa dilalui meskipun hanya untuk kendaraan kecil saja.

Ganjar menghimbau pada para pemudik yang menggunakan kendaraan pribadi maupun sepeda motor untuk menggunakan jalur pantura karena saat ini jembatan Comal sudah berfungsi kembali.

Ganjar menambahkan, dengan dibukanya jembatan Comal secara otomatis bisa mengurai arus dari arah Jakarta sehingga kemacetan panjang yang terjadi di jalur Selatan bisa sedikit teratasi.

Jumlah Angkutan Kota di Pekalongan Semakin Berkurang

Jumlah angkutan kota atau angkot yang beroperasional di wilayah Kota Pekalongan saat ini jumlahnya semakin berkurang.

 Kepala Dinas Perhubungan Priwisata dan Kebudayaan setempat, Doyo Budi Wibowo mengatakan, data dari dinas Perhubungan menyebutkan jumlah angkot mengalami penyusutan 73 unit, angkot sekarang hanya tinggal 50an unit saja.

Menurut Doyo, terus berkurangnya jumlah angkutan umum ditengarai akibat semakin banyaknya masyarakat yang memiliki kendaraan pribadi. Sehingga hal itu membuat jasa angkot semakin kurang diminati.

Doyo menghimbau, bagi para sopir dan penumpang angkutan kota untuk mematuhi aturan berhenti saat menaikan dan menurunkan penumpang hanya di halte saja. Sebab akan sangat berbahaya jika angkutan kota sembarangan dalam menaikan dan menurunkan penumpang di jalan.

Ramaikan Syawalan OW Pasir Kencana Siapkan Hiburan

Dinas Perhubungan Priwisata dan Kebudayaan Kota Pekalongan telah mempersiapkan berbagai hiburan untuk mengisi hari libur masyarakat saat lebaran di Obyek Wisata Pantai Pasir Kencana.

Kepada Radio Kota Batik, Kasi Sarana dan Prasarana OW Pantai Pasir Kencana, Hengky Susilo Hadi mengatakan, pada saat puncak kunjungan wisata H+7 lebaran mendatang atau saat syawalan, pengunjung OW pantai pasir kencana akan diramaikan dengan hiburan orkes melayu.

Menurut Hengky, sama seperti tahun – tahun sebelumnya, meski diakui pihaknya tidak menambah jumlah permainan dilokasi tersebut. Namun biasanya pengunjung sudah terhibur dengan pertunjukan music tradisional.

Hengky menambahkan, harga tiket masuk saat libur lebaran berbeda dengan hari biasanya. Sesuai dengan isi perda, saat lebaran harga tiket yang semula 5.250 menjadi 10.250 rupiah. Namun harga itu juga sudah termasuk untuk asuransi jiwa.

Okupansi Hotel di Pekalongan Rata – Rata Naik 100 Persen

Tingkat hunian hotel kelas bintang maupun melati di wilayah Pekalongan pada libur Lebaran 2014 ini meningkat hingga mencapai 100 persen.

Kepada Radio Kota Batik, Bagian Marketing dan Promosi Persatuan Hotel dan Restoran Indonesia PHRI Pekalongan, David Elsanur mengatakan, dibukanya jembatan Comal membuat hunian hotel sudah melonjak sejak H-5 lebaran.

Dan diperkirakan kondisi tersebut masih akan terjadi hingga H+5 pasca lebaran mendatang.

Karena Pekalongan merupakan titik lelah perjalanan pemudik dari wilayah barat, menurut David hal itu membuat banyak para pemudik yang akhirnya memanfaatkan momentum idul fitri selain bersilaturahmi juga untuk berlibur.

Rata – rata para tamu yang mayoritas berasal dari Jakarta dan Bandung tersebut menginap di hotel selama 1 hingga 2 hari.

Lebaran, Pengunjung Dilarang Mandi di Pantai

Pihak Pengelola mengingatkan untuk para pengunjung obyek wisata pantai pasir kencana maupun pantai slamaran tidak mandi – mandian di laut.

Kepada Radio Kota Batik, Hengky menjelaskan, hal tersebut dilakukan untuk menghindari hal – hal yang tidak diinginkan.

Sebab saat ini, kondisi gelombang pantai masih cukup tinggi. Belum lagi banyaknya bebatuan kecil yang sudah sering membuat pengunjung mengalami terluka.

Menurut Hengky, pasca lebaran jumlah pengunjung di pantai memang selalu ramai. Untuk itu, pihaknya pun telah memasang papan imbauan yang berisi para pengunjung untuk tetap waspada dan dilarang melakukan aktivitas berenang di pantai.

Hengky menambahkan, selama libur lebaran pihaknya akan meningkatkan pengamanan dan keamanan dipantai. Bahkan sejumlah tim SAR pun telah disiapkan untuk standby dilokasi.

Jembatan Comal Dibuka, Volume Kendaraan Pemudik di Pantura Kota Pekalongan Melonjak

Volume kendaraan pemudik yang melintasi jalur pantura Kota Pekalongan pada H-4 Lebaran, Kamis 24 Juli 2014, mengalami lonjakan cukup signifikan sejak dibukanya jembatan Comal pada Kamis pagi.

Akibat lonjakan volume kendaraan itu, sejumlah titik jalan protokol di Kota Batik mengalami kepadatan hingga terjadi antrean kendaraan.

Dari data Traffick Counting di Posko Induk Dinas Perhubungan Pariwisata dan Kebudayaan atau Dishubparbud setempat, yakni pada pukul 7 hingga 8 pagi tadi, jumlah kendaraan dari arah Jakarta menuju Semarang tercatat sebanyak 6.155 unit.

Dari jumlah itu, jenis sepeda motor masih mendominasi yaitu sebanyak 2.912 unit. Dibandingkan periode sebelumnya, volume kendaraan itu mengalami lonjakan cukup tajam. Pada pukul 3 hingga 4 pagi, volume kendaraan yang melintas hanya 1.317 kendaraan saja.

Jalur Alternative Digunakan Untuk Ke Arah Barat

Meskipun Jembatan Comal yang dibuka pada Kamis pagi, namun hanya digunakan untuk kendaraan dari arah Barat yang akan ke Timur.

Sedangkan untuk pengendara dari arah Timur yang akan ke Barat tetap menggunakan jalur alternative.

Kapolres Pemalang, Ajun Komisaris Besar Polisi Dedi Wiratmo kepada Radio Kota Batik mengatakan, kendaraan yang melintas di Jembatan Comal dititik beratkan untuk pemudik. Sehingga jembatan ini hanya digunakan 1 jalur saja.

Untuk mengantisipasi terjadinya antrian dijalur alternative, pihak Polres Pemalang akan melakukan koordinasi dengan Polres Pekalongan. Sehingga kendaraan dari arah Timur tetap menggunakan jalur alternatif melaui Kesesi maupun Sragi.

Kapolres berharap, dengan dibukanya jembatan Comal ini maka pantura bisa semakin lancar karena puncak arus mudik diperkirakan akan terjadi antara H-3 dan H-2.

Hingga H-4, Bus Pemudik Belum Sentuh Terminal Kota Pekalongan

Tak seperti tahun-tahun sebelumnya dimana terminal selalu dipenuhi penumpang hingga H-4 Lebaran tahun ini kondisi di Terminal Bus Kota Pekalongan justru masih terpantau sepi.

Bahkan selama musim mudik sampai H-4 Lebaran, Kamis 24 Juli 2014, belum tercatat satupun bus angkutan lebaran yang menurunkan penumpang di Terminal Pekalongan.

Menurut Kepala Terminal setempat, Ali Tas'an, kondisi demikian terjadi akibat peristiwa amblesnya jembatan Comal. Setiap hari hanya terpantau bus lokal akau AKDP yang keluar masuk seperti Pekalongan-Semarang atau Pekalongan-Comal.

Ali Tas’an kepada Radio Kota Batik menjelaskan, pemudik hanya turun sampai di Pemalang kemudian menyambung perjalanannya menggunakan bus kecil maupun angkutan kota.

Kondisi saat ini jelas berbeda dengan Lebaran tahun lalu, dimana grafik bus dan penumpang yang turun di Terminal sudah meningkat sejak H-7 dimana penumpang yang turun di Terminal sudah mencapai 13 ribuan orang.

Meskipun kondisi Jembatan Comal sudah diperbaiki, namun kendaraan jenis bus dan truck diatas 10 ton tetap dilarang melintas. Sehingga tak berani dipastikan kondisi arus balik, padahal lonjakan penumpang di Terminal Kota Pekalongan justru terjadi pada momen tersebut.

Lebaran, Lapas Pekalongan Perpanjangan Jam Besuk

Lembaga Pemasyarakatan Kelas IIA Pekalongan menyediakan jam besuk lebih lama. Sebab jumlah pembesuk dipastikan melonjak pada Hari Raya Idul Fitri.

Kepada Radio Kota Batik, Kalapas setempat, Suprapto mengatakan, penambahan jam besuk itu berlaku mulai hari H Lebaran hingga Syawalan. Berbeda dengan hari-hari biasa, jam besuk berlaku sampai jam empat sore.

Saat lebaran nanti, tiap warga binaan kadang bisa dibesuk hingga 30 orang. Sementara warga binaan yang beragama Islam saat ini jumlahnya lebih dari 500 orang. Masing-masing warga binaan diberi kesempatan selama sekitar 30 menit untuk berkumpul dengan keluarganya.

Untuk mengantisipasi jumlah pembesuk yang membludak, pihaknya juga telah menyiapkan dua tempat yakni ruang besuk yang digunakan seperti biasa dan aula Lapas.

Selain itu, pihaknya juga memperketat pengamanan dengan menyiagakan petugas khusus serta dibantu warga binaan di Lapas setempat.

Efek Jembatan Comal Omset Pedagang Pasar Grosir Setono Turun

Diposkan oleh Radiokotabatik pada Rabu, 23 Juli 2014 | 20.23

Amblasnya jembatan Comal ternyata berdampak ke semua lini. Salah satunya ratusan pedagang batik di pasar grosir Setono.

Mereka mengeluhkan sepinya pembeli pada arus mudik lebaran tahun ini.

Salah satu pedagang, Warnoto kepada Radio Kota Batik mengatakan, biasanya mulai H-7 banyak pemudik yang mampir ke grosir batik.

Mereka biasanya membeli batik untuk oleh-oleh keluarga di kampung halaman. Para pemudik lebih memilih menggunakan jalur selatan, sehingga berdampak sepi.

Hal itu sangat dirasakan para pedagang karena biasanya omset mereka mencapai 5-10 juta perhari, kini hanya 1-2 juta saja.

Pedagang berharap, agar pemerintah melalui kementrian Pekerjaan Umum untuk segera memperbaiki jembatan tersebut sehingga para pemudik bisa menggunakan jalur pantura.

Posko Pengaduan THR Nihil Laporan

Posko Pengaduan Tunjangan Hari Raya Keagamaan yang dibuka oleh Dinas Sosial Tenaga Kerja dan Transmigrasi Kota Pekalongan hingga saat ini belum satupun menerima laporan dari pekerja yang tidak menerima THR.

Kepada Radio Kota Batik, Kabid Hubungan Industrial dan Jaminan Sosial Dinsosnakertrans setempat, Slamet Hariyadi mengatakan, sampai saat ini laporan yang masuk masih nihil. Selama posko ini dibuka belum ada laporan pengaduan pelanggaran THR.

Slamet Hariyadi menambahkan, selain itu dari hasil pantauan sementara dibeberapa perusahaan juga belum ada temuan pelanggaran. Sebagian besar perusahaan di Kota Pekalongan telah membayarkan THR sebelum H-7 Lebaran.

Beberapa Perusahaan Sudah Meliburkan Karyawannya

Menjelang Lebaran ini, sejumlah perusahaan yang ada di wilayah Pekalongan sudah mulai meliburkan karyawannya.

Hal ini berdasarkan pantauan yang dilakukan DPC SPN Kota Pekalongan.

Sekretaris DPC SPN Kota Pekalongan, Damirin kepada Radio Kota Batik mengatakan, ada 15 perusahaan yang melaporkan sudah meliburkan karyawannya setelah membagikan Tunjangan Hari Raya. Berdasarkan laporan tersebut, para karyawan akan kembali masuk kerja pada H+7 setelah Lebaran.

Damirin menambahkan, saat ini pihaknya juga terus memantau perkembangan pemberian Tunjangan Hari Raya dan libur karyawan disejumlah perusahaan.

Transaksi Tebus Emas di Pegadaian Meningkat Jelang Lebaran

Menjelang Idul Fitri ada fenomena unik di Pegadaian Cabang Alun Alun Pekalongan.

Fenonema tersebut adalah transaksi pelunasan atau tebus dari masyarakat lebih banyak ketimbang gadai barang.

Kepala Kantor Pegadaian Cabang Alun-Alun Kota Pekalongan Cipto Gupito mengatakan, transaksi tebus menglami peningkatan sekitar 15 persen dari hari biasa.

Jika perhari nilai transaksi tebus hanya 200 hingga 300 juta, namun saat ini dalam satu hari nilai transaksi bisa mencapai 450 juta rupiah.

Cipto menambahkan, ramainya transaksi pelunasan ini telah terjadi sejak satu minggu lalu dan diprediksi hingga sabtu mendatang transaksi tebus atau pelunasan ini akan semakin ramai.
 
Tune in : FM91.2 | Radio Kota Batik | News,Interaktif,Solutif
Copyright © 2011. Radio Kota Batik - All Rights Reserved
Dikelola oleh Crew RKB Published by Gietbram