Radio Kota Batik
News Ticker :

Berita Terbaru

Satpol PP Razia 47 Pekat Selama Bulan Juni

Diposkan oleh Radiokotabatik pada Kamis, 02 Juli 2015 | 21.29

Dalam oprasi razia rutin yang dilakukan setiap Kamis dan Sabtu malam, Satuan Polisi Pamong Praja Kota Pekalongan telah merazia sebanyak 47 kasus Penyakit Masyarakat selama Bulan Juni kemarin.

Kepada Radio Kota Batik, Kasi Penegakan Perda Satpol PP setempat, Sapto Widi Aspono mengungkapkan, pekat yang berhasil dirazian antara lain 19 pasangan mesum atau asusila yang kebanyakan di tangkap di daerah Pantai Sari.

Selain itu petugas menangkap seorang PSK dan seorang hidung belang di Bendingsari, 1 anak punk serta 25 miras yang ditemukan di area Gor Jetayu, Yosorejo, dan Pantai Sari.

Menurut Sapto, hasil razia pada Juni ini dinilai mengalami penurunan hingga 50% dibanding Bulan Mei lalu. Hal tersebut dipengaruhi karena datangnya Bulan Suci Ramadhan pada Bulan Juni.

(Kharisma – Dirhamsyah)

Permintaan Meningkat, Restauran Tak Naikan Tarif

Meskipun permintaan pelanggan meningkat selama bulan Ramadhan ini namun hal ini tidak membuat sejumlah restaurant tidak lantas menaikan harga jual makananya.

General Manajer Rumah Makan Ayam Gepuk Pekalongan, Kusumo Aji kepada Radio Kota Batik mengatakan, pihaknya sengaja tidak menaikan harga jual agar pelanggan tetap setia.

Aji menjelaskan, pelanggan yang datang saat ini rata rata berasal dari Pekalongan dan sekitarnya. Setiap harinya dari 600 kursi yang disiapkan selalu penuh. Bahkan pihaknya sampai menolak pelanggan.

Kusumo Aji menambahkan, saat ini harga perpaket yang ditawarkan bervariasi namun yang paling banyak diminati adalah kisaran harga 20 ribu rupiah.

(Ella – Dirhamsyah)

Lokasi Parkir Akan Dipindahkan Ke Pendopo

Dinas Perhubungan Pariwisata dan Kebudayaan Kota Pekalongan berencana akan memindahkan sebagian lokasi parkir di sekitar wilayah Alun-Alun ke arah halaman pendopo eks kabupaten Pekalongan.

Hal ini menanggapi terjadinya peningkatan volume kendaraan roda dua yang diparkir di sekitar wilayah tersebut mulai sore hingga malam hari sehingga menimbulkan ketersendatan arus.

Kepada Radio Kota Batik, Kepala Dinas Perhubungan Pariwisata dan Kebudayaan setempat, Doyo Budi Wibowo mengungkapkan, di saat saat tertentu lahan penampungan kendaraan bermotor di Alun-Alun dianggap sudah tidak mencukupi.

Menurut Doyo, sesuai ketentuan baris parkir yang seharusnya hanya dua sap saja namun saat ini dapat dilihat di lapangan baris parkir sudah mencapai 3 sap.

Doyo menilai hal tersebut bisa menimbulkan gangguan arus lalu lintas. Oleh karena itu, pihaknya akan berkoordinasi dengan pihak kepolisian untuk bisa memindahkan sebagian parkir kendaraan bermotor ke halaman pendopo sehingga area parkir di utara Alun-Alun bisa berjalan sesuai ketentuan yaitu 2 sap saja.

Doyo menambahkan, untuk tarif parkir yang tidak sesuai dengan peraturan daerah pihaknya akan terus memonitoring ke lapangan serta memasang papan himbauan perda parkir di tempat tempat keramaian yang memiliki banyak lokasi parkir.

(Kharisma – Dirhamsyah)

Pemkot Himbau Tak Beri Uang Pada Pengemis

Pemkot Kota Pekalongan memberikan himbauan kepada masyarakat untuk tidak memberikan uang pada pengemis yang saat ini banyak berkeliaran selama Ramadhan dan hingga lebaran nanti.

Kasi Trantib Satpol PP setempat, Sudarno menyampaikan kepada Radio Kota Batik, dari hasil razia PGOT beberapa pengemis yang tertangkap berasal dari daerah luar kota dan sengaja mengemis untuk mencari uang di Pekalongan.

Menurut Sudarno, pengemis yang berkeliaran saat ini didominasi oleh pengemis musiman yang sengaja menjadikan mengemis sebagai profesinya.

Bahkan Sudarno menambahkan, terdapat beberapa pengemis yang berasal dari daerah luar kota dan sengaja mengemis untuk mencari uang di Pekalongan. Sehingga masyarakat diminta tak berikan uang pada pengemis. Sebab tindakan tersebut dinilai mampu memacu peningkatan pengemis.

Sudarno menjelaskan, pengemis musiman tersebut harus diberantas dengan cara tidak memberikan uang. Apabila ingin bersedekah masyarakat bisa menyalurkan bantuannya melalui panti asuhan atau Basda.

(Kharisma – Dirhamsyah)

Puluhan Anak Yatim Piatu Kunjungi Wilayah Pemkot

Puluhan anak yatim piatu dari berbagai jenjang pendidikan yang berasal dari Panti Asuhan Muhammadiyah Kota Pekalongan melakukan kunjungan ke wilayah Pemerintah Kota untuk melakukan kegiatan edukasi seputar dunia pemerintahan, pada Kamis pagi tadi.

Kegiatan yang menghadirkan Asisten II dan Bagian Kesra setempat sebagai narasumber tersebut, selain memberikan pengetahuan tentang Kota Pekalongan juga digelar acara tanya jawab langsung antara anak dengan pihak pemerintah.

Kepada Radio Kota Batik, Slamet Mahfud, Pengasuh Panti Asuhan Muhammadiyah Pekalongan mengungkapkan, kegiatan kunjungan tersebut bertujuan agar anak bisa mengenal serta merasa lebih dekat dengan pejabat pemerintahan.

Suseno menambahkan, bahwa dengan disampaikan secara langsung oleh pihak pemerintahan di salah satu ruang di area Pemkot, Suseno menilai anak-anak bisa lebih tertarik dan antusias dalam menggali pengetahuan seputar Kota Pekalongan.

(Kharisma – Dirhamsyah)

Lapas Pekalongan Tetap Gencarkan Razia Saat Ramadhan

Suasana bulan suci Ramadhan, tidak menghalangi petugas Lembaga Pemasyarakatan klas 2A untuk tetap gencar melakukan penggeledahan terhadap barang-barang terlarang di kamar-kamar hunian dari para narapidana.

Kepala Lapas Klas 2A Pekalongan, Soeprapto mengatakan, selama Ramdhan ini penggeledahan dilakukan setelah tarawih ataupun pada siang hari.

Hasil dari penggeledahan yang dilakukan, ditemukan hp serta benda benda tajam. Warga binaan yang ketahuan memiliki barang barang yang dilarang itu maka dikenakan sangsi dan remisi yang sebelumnya diusulkan secara otomatis dibatalkan.

Soeprapto menjelaskan, petugas Lapas rutin melakukan penggeledahan bahkan bisa lebih dari 10 kali dalam satu bulannya.

Soeprapto menambahkan, sebelumnya pada Senin 29 Juni lalu BNN Kendal dan BNN Provinsi Jawa Tengah melakukan tes urine untuk semua penghuni lapas.

Hasilnya diketahui 4 warga binaan dinyatakan positif. Dari temuan tersebut, 4 warga binaan itu nantinya akan direhabilitasi di RS HA Djunaid.

(Ella – Dirhamsyah)

Lapas Pekalongan Ajukan Remisi 242 Napinya

Lembaga Pemasyarakatan Kelas II A Pekalongan mengusulkan sebanyak 242 warga binaan untuk menerima remisi khusus pada Hari Raya Idul Fitri 1436 Hijriah.

Sebelumnya pihak Lapas mengajukan semua napi yang beragama Islam mendapatkan remisi.

Namun karena ada beberapa diantara mereka diketahui melakukan pelanggaran disiplin, serta tengah menjalani subsider atau hukuman denda maka pihaknya tidak mengusulkan mereka.

Kepala Lapas Klas 2A Pekalongan, Soeprapto mengatakan, dari jumlah 242 napi yang akan mendapatkan remisi sebagian besar merupakan napi kasus nakorba.

Soeprapto menambahkan, keputusan nama nama napi yang mendapatkan remisi baru akan diketahui nanti 5 hari menjelang Lebaran. Dimana akan diumumkan setelah Sholat Idul Fitri.

(Ella – Dirhamsyah)

Capaian Pengobatan Penyakit Kaki Gajah Menurun

Pencapaian target Pemberian Obat Masal Pencegah atau POMP Filariasis tahap ke lima atau yang terakhir mengalami penurunan jika dibandingkan pencapaian target pada tahap sebelumnya.

Kepala Dinas Kesehatan Kota Pekalongan, dokter Dwi Heri Wibawa kepada Radio Kota Batik mengatakan, dari jumlah sasaran 251 ribu 168 orang hanya tercapai 89,95 persen.

Menurut Dokter Herry, jumlah ini lebih rendah jika dibandingkan tahap sebelumnya yang mencapai 91,59 persen atau turun sekitar 1,5 persen.

Dokter Herry menjelaskan, banyak hal yang membuat capaian POMP tahun ini turun diantaranya ada yang karena masih sakit serta ada juga yang sedang keluar kota.

Dokter Herry menambahkan, awal tahun 2016 akan ada penilaian atau evaluasi oleh Badan Kesehatan Dunia atau WHO. Jika dari hasil penilaian jika angka kecacingan lebih dari 1 persen maka program POMP akan diulang.

(Ella – Dirhamsyah)

PT KAI Siap Sambut Arus Mudik Lebaran

PT KAI menyatakan semua kebutuhan angkutan mudik dengan kereta api sudah dipersiapkan untuk menghadapi arus mudik Lebaran tahun 2015 ini. Mulai dari pemasaran tiket, jadwal, hingga persiapan sarana dan prasarana.

Manager Humas Daops IV, Suprapto menjelaskan, sesuai arahan Menteri Perhubungan persiapan operasi Lebaran diminta mulai dari tanggal 2 Juli atau H-15 sampai dengan H+15.

Menurut Suprapto, pada lebaran nanti jumlah penumpang kereta apai di Daop IV setiap harinya mencapai ribuan penumpang.

Suprapto menambahkan, dengan persiapan yang telah dilakukan diharapkan penumpang kereta api lebih nyaman.

Selain itu, dihimbau juga agar calon penumpang kereta api yang sudah membeli tiket untuk segera dicetak dimesin cetak mandiri di stasiun untuk menghindari antrian jelang pemberangkatan.

(Ella – Dirhamsyah)

Masjid Al Fairuz Siapkan Ratusan Takjil Ala Masjid Nabawi

Setiap hari selama bulan Ramadhan pengelola Masjid Al Fairuz Kota Pekalongan menyiapkan ratusan takjil kurma dan air zam-zam ala masjid nabawi serta nasi bungkus untuk diberikan kepada jamaah yang mengikuti pengajian sore sekaligus berbuka puasa di masjid tersebut.

Ketua Pengurus Masjid Al Fairus Kota Pekalongan, Abdul Manan kepada Radio Kota Batik mengatakan, hampir setiap hari pihak pengelola menyiapkan 300 an nasi bungkus, air zam zam dan kurma gratis untuk jamaah.

Abdul Manan menjelaskan, kegiatan tersebut sudah berjalan sejak lima tahun lalu. Dimana setiap tahunnya jumlah jamaah yang datang setiap Ramadhan semakin bertambah.

Abdul Manan menambahkan, ratusan nasi bungkus, air zam zam, dan kurma tersebut berasal dari sumbangan dari sejumlah donator didalam dan diluar negeri.

(Ella – Dirhamsyah)

Pertengahan Puasa, PGOT Naik Hingga 50 %

Diposkan oleh Radiokotabatik pada Rabu, 01 Juli 2015 | 20.10

Memasuki pertengahan bulan puasa, jumlah Pengemis Gelandangan dan Orang Terlantar atau PGOT di wilayah Kota Pekalongan mengalami peningkatan hingga 50%.

Kepada Radio Kota Batik, Kasi Trantib Satpol PP setempat, Sudarno menyampaikan, dalam razia rutin yang telah dilaksanankan pertengahan bulan puasa ini telah terjaring sebanyak 23 PGOT.

Pada bulan-bulan sebelumnya, Sudarno mengungkapkan, PGOT yang terjaring hanya berkisar 10 orang. Sedangkan saat ini 23 PGOT sudah terjaring memasuki minggu ke 2 bulan puasa.

Sudarno berharap, setelah ditempatkan di RPSBM setempat, PGOT tidak terlalu cepat dibebaskan. Sebab pembebasan PGOT dalam waktu singkat tidak akan memberikan efek jera bagi pelakunya.

(Kharisma – Dirhamsyah)

32 Calon Haji Gagal Berangkat Ke Tanah Suci

Sebanyak 32 calon jemaah haji asal Kota Pekalongan gagal berangkat ke Tanah Suci untuk menunaikan ibadah haji pada tahun 2015.

Karena sampai batas akhir pembayaran BPIH reguler yaitu 30 Juni 2015, mereka tidak menyelesaikan kewajibannya.

Kasie Penyelenggara Haji dan Umroh Kementrian Agama Kota Pekalongan, Nadhief kepada Radio Kota Batik mengatakan, dari 410 calon haji sampai dengan tanggal 30 Juni hanya 378 orang saja yang melakukan pelunasan.

Dengan demikian, 32 orang yang belum melunasi mereka akan dimasukan dalam daftar tunggu sebagai jamaah calon haji yang ditunda keberangkatannya dan akan diikutsertakan pada pemberangkatan tahun berikutnya.

Nadhief menambahkan, calon haji yang gagal berangkat tahun ini dikarenakan berbagai alasan seperti sakit, hamil, karena pekerjaan dan masalah ekonomi.

( Ella – Dirhamsyah)

Aktifitas di Terminal Menurun di Bulan Puasa

Memasuki awal Ramadhan hingga sekarang aktifitas di terminal Kota Pekalongan mengalami penurunan dibandingkan di hari biasa.

Kepala Terminal Kota Pekalongan, Ali Tas’an kepada Radio Kota Batik mengatakan, jika hari biasa ada 560 bus yang beraktifitas, namun saat ini turun 10 persen di banding hari biasa.

Bahkan, jumlah penumpang dalam sehari di bulan puasa hanya 100 an orang padahal hari biasa sampai 400an penumpang. Itupun dengan tujuan jarak dekat seperti Pekalongan – Tegal – Semarang.

Ali memperkirakan, aktifitas akan mengalami peningkatan signifikan mulai H-10 Lebaran. Dimana jika melihat data mudik sebelumnya jumlah bis dan penumpang dalam sehari mencapai 1000 lebih.

( Ella – Dirhamsyah)

Keluarga Sri Diana Tuntut Tersangka Rozaki Dihukum Mati

Pihak keluarga Sri Diana Sari menuntut agar Rozaki pelaku pembakaran terhadap Sri Diana istrinya, dihukum mati sebab Rozaki dinilai sudah tidak mengindahkan rasa kemanusian terhadap istrinya yang baru dinikahi.

Hal ini terungkap pada agenda audiensi antara pihak Keluarga dengan Wakapolres Pekalongan Kota di Ruang Perlindungan Perempuan dan Anak atau PPA polres satreskrim Pekalongan, Rabu tadi.

Slamet Hartono kakak korban mengungkapkan, sebagai warga yang awam terhadap hukum menginginkan agar tersangka Rozaki di jatuhi hukuman mati.

Sementara itu di tempat yang sama, Wakapolres Komandan Polisi Mashudi menyampaikan, pihak kepolisian akan menampung segala harapan serta aspirasi dari pihak keluarga korban.

Mengenai hukuman, akan ditetapkan oleh Hakim sesuai dengan KUHP dan Undang Undang yang berlaku yang nantinya akan melaui proses sidang di Pengadilan Negeri.

Mashudi menghimbau kepada keluarga korban agar tidak melakukan tindakan-tindakan yang melanggar hukum serta bisa terus berkoordinasi dengan pihak kepolisian.

Sebab kasus ini masih masih ditangani oleh Polisi secara maksimal sehingga pihak keluarga diminta memberikan kepercayaan sepenuhnya pada Polisi.

(Kharisma – Dirhamsyah)

Wanita dan Lanjut Usia Dominasi Calon Haji Kota Pekalongan

Komposisi calon haji asal Kota Pekalongan yang akan menunaikan rukun Islam kelima pada tahun 2015 ini didominasi warga usia lanjut. Bahkan angkanya diatas 50 persen lebih dari kuota.

Kasie Penyelenggara Haji dan Umroh Kementrian Agama setempat, Nadhief kepada Radio Kota Batik mengatakan, selain didominasi usia lanjut calon haji perempuan jumlahnya lebih mendominasi disbanding prianya.

Sedangkan untuk pekerjaan 60 persen lebih caloh haji ini adalah pekerja swasta, sedangkan mereka rata-rata berpendidikan lulusan SMP.

Nadhief menambahkan, tahun ini kuota haji untuk Kota Pekalongan adalah 410 orang. Dan yang sudah melunasi BPIH tahap pertama ada 378 orang. Jumlah tersebut akan bertambah karena pelunasan tahap kedua segera dibuka pada 7 Juli mendatang.

(Ella – Dirhamsyah)
 
Tune in : FM91.2 | Radio Kota Batik | News,Interaktif,Solutif
Copyright © 2011. Radio Kota Batik - All Rights Reserved
Dikelola oleh Crew RKB Published by RKB