Radio Kota Batik
News Ticker :

Berita Terbaru

Jelang Ramadhan Nasabah Pegadaian Meningkat

Diposkan oleh Radiokotabatik pada Kamis, 21 Mei 2015 | 20.12

Menjelang datangnya bulan suci ramadhan nasabah di pegadaian syariah saat ini sudah mulai ramai.

Kepada Radio Kota Batik, Pimpinan Pegadaian Syariah Cabang Ponolawen Kota Pekalongan, Teguh Subagyio mengatakan, hal ini merupakan tren tahunan saat akan memasuki bulan puasa dan anak masuk sekolah.

Teguh menjelaskan, sejak bulan april kemarin memang sudah terlihat ada kenaikan. Hal itu dibuktikan dengan kenaikan omset selama dua bulan lalu. Pada bulan Maret, menurutnya omset di pegadaian syariah hanya sebesar 4.2 milyar rupiah.

Sementara bulan April meningkat menjadi 4.5 milyar rupiah lebih. Sehingga ada kenaikan sebanyak 300 juta rupiah. Teguh Subagyo menambahkan, 90 persen barang yang digadaikan berupa perhiasan sementara 10 persen lainnya adalah barang gudang, seperti laptop, hp, tv, sepeda motor, sepeda ontel dan mobil.

(Dyan-Regina)

Tahun 2015, Stok Tebu Giling Hanya Untuk 3 Bulan Ke depan

Saat ini stok tebu PG Sragi Pekalongan hanya cukup untuk digiling dalam waktu tiga bulan ke depan.

Kepada Radio Kota Batik, Bagian Sumber Daya Manusia dan Umum, Eka Kristiana Hariyanti PG Sragi mengatakan, panen tebu tahun 2015 ini dinilai menurun yaitu sekitar dua Juta lima ratus ribu kwintal hingga tiga juta ribu kwintal saja.

Menurut Eka, saat ini petani kurang semangat dalam menanam tebu. Hal itu disebabkan oleh anjloknya harga tebu dipasaran serta kualitas tebu yang kurang manis karena panjangnya musim penghujan.

Eka Kristiana Hariyanti menambahkan, stok sebanyak dua juta lima ratus ribu kwintal tersebut hanya mampu mencukupi giling sekitar 82 hari atau tepatnya hanya 3 bulan saja.

(Kharisma-Regina)

90 Persen Perubahan KK Hasil Penggabungan Kelurahan Telah Dicetak

90 persen dari jumlah 67 ribu kartu keluarga yang harus diganti dan dirubah pasca penggabungan kelurahan beberapa waktu lalu kini telah selesai dicetak.

Kepada Radio Kota Batik, Kepala Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil Kota Pekalongan, Kustyati Sri Mulyani mengatakan, dari blanko KK yang telah dicetak tersebut 80 persen kini telah dikirim ke kelurahan untuk kemudian dididtribusikan kepada penduduk yang ada di wilayah setempat.

Kustyati Sri Mulyani menambahkan, akhir bulan mei ini diperkirakan seluruh KK hasil penggabungan telah selesai dicetak. Namun jika nantinya ada KK yang tidak sesuai, pihaknya menyarankan warga untuk segera melakukan perbaikan di kecamatan masing-masing.

(Dyan-Regina)

Realisasi Retribusi IMB Capai 753 Juta Rupiah

Realisasi retribusi izin mendirikan bangunan atau IMB yang tercatat di Badan Penanaman Modal dan Pelayanan Perizinan Terpadu Kota Pekalongan per tanggal 20 Mei 2015 sudah mencapai 753 juta rupiah.

Kepada Radio Kota Batik, Kasubsi bidang Pemrosesan BPMP2T Kota Pekalongan, Era Persadatama mengatakan, jumlah itu merupakan 50 persen dari target 1.3 Milyar.

Menurut Era, dari bulan januari hingga April 2015 sudah ada 234 ijin IMB yang diterbitkan. Dimana rata - rata surat yang diterbitkan tersebut merupakan ijin untuk rumah tinggal, pertokoan, dan bangunan lain seperti perkantoran serta proyek pemerintah dengan berbagai jenisnya.

Era Persadatama menduga sampai saat ini, di wilayah Kota Pekalongan masih banyak bangunan yang belum mengantongi surat IMB terutama bangunan yang berada di kampung – kampung. Namun karena keterbatasan SDM membuatnya cukup kesulitan untuk melakukan penertiban.

(Dyan-Regina)

6 Hari Tenggelam, Kamal Sadana ditemukan di Pantai Limbangan Pemalang

Setelah Enam hari dinyatakan hilang, korban tenggelam di Pantai Sari, Kamal Sadana siswa SMP N 15 ditemukan di Pantai Limbangan Desa Ulujami Pemalang, pada Kamis 21 Mei 2015 siang.

Kepada Radio Kota Batik, Kasi Kesiapsiagaan BPBD Pekalongan, Hengky Hadi Susilo menjelaskan, korban ditemukan sekitar pukul satu siang di Pantai Limbangan Desa Ulujami Pemalang oleh pemancing setempat.

Hengky menambahkan, setelah ditemukan BPBD dan Polres Pekalongan Kota langsung melakukan koordinasi untuk menjemput jenazah korban yang selanjutnya dibawa ke RSUD Bendan.

(Kharisma-Regina)

Harga Gula Merosot Petani Malas Tanam Tebu

Merosotnya harga gula di pasaran yang disebabkan oleh gempuran gula impor yang berlebihan membuat petani di wilayah Sragi Kabupaten Pekalongan malas menanam tebu.

Hal tersebut berakibat pada turunnya hasil panen tebu di tahun 2015 ini.

Kepada Radio Kota Batik, Bagian Sumber Daya Manusia dan Umum PG Sragi, Eka Kristiana Hariyanti menjelaskan, selain harga gula yang turun di pasaran, panen tebu juga turun disebabkan oleh banyaknya intensitas hujan yang mempengaruhi kualitas tebu.

Menurut Eka, hal ini tentu mengakibatkan rendahnya pendapatan petani tebu dan juga karyawan PG Sragi.

Eka Kristiana berharap, pemerintah tidak berlebihan dalam mengimpor gula, sebab hal ini dapat menyebabkan gula impor yang seharusnya dikonsumsi oleh industri makanan dan minuman saja akhirnya juga dikonsumsi oleh pasaran rumah tangga. Sehingga berdampak pada turunnya minat masyarakat dalam mengkonsumsi gula local.

(Kharisma-Regina)

Masyarakat Mulai Manfaatkan Layanan SMS Gateway BPMP2T

Sejak diluncurkan SMS Gateway yang dimiliki Badan Penanaman Modal dan Pelayanan Perizinan Terpadu Kota Pekalongan langsung banyak dimafaatkan masyarakat.

Kepada Radio Kota Batik, Kasubsi bidang Pemrosesan BPMP2T Kota Pekalongan, Era Persadatama mengatakan, di tahun 2015 ini saja dari bulan januari hingga pertengahan bulan Mei, SMS Gateway sudah dimanfaatkan oleh 424 pemohon dengan berbagai pelayanan.

Hal itu membuktikanm, bahwa saat ini sudah banyak masyarkat yang mendapat keuntungan dari program sms gateway itu.

Salah satunya mereka tidak perlu datang ke kantor BPMP2T untuk hanya sekedar menanyakan sampai dimana proses perijinan yang berlangsung.

Era mengimbau, masyarakat yang akan atau sedang melakukan pengurusan perijinan untuk mencantumkan nomor handphone. Hal itu untuk memudahkan petugas dalam pelayanan SMS Gateway.

(Dyan-Regina)

Pegadaian Syariah Pekalongan Blusukan Ke Pasar Tradisional

Pegadaian Syariah Cabang Ponolawen Kota Pekalongan mengaku tengah gencar melakukan blusukan ke sejumlah pasar tradisional di wilayah kerjanya yang sudah dimulai bulan ini hingga bulan juni mendatang.

Kepada Radio Kota Batik, Pimpinan Pegadaian Syariah Cabang Ponolawen Kota Pekalongan, Teguh Subagyio mengatakan, blusukan tersebut dilakukan untuk mensosialisasikan berbagai program yang dimiliki yang diduga belum banyak diketahui masyarakat khususnya pedagang pasar.

Teguh menjelaskan, Pegadaian selain untuk menggadaikan barang jaminan juga dapat melayani pembayarak listrik, telepon, pembelian pulsa serta memiliki program amanah yaitu pembiayaan pembelian kredit sepeda motor atau mobil baik baru maupun second.

Teguh menambahkan, beberapa pasar yang menjadi sasaran program blusukan tersebut diantaranya Pasar Kajen, Warungasem, Buaran, Podosugih dan sejumlah pasar lainnya.

Diharapkan dengan blusukan akan banyak masyarakat yang tertarik datang dan memanfaatkan berbagai produk yang ditawarkan.

(Dyan-Regina)

Abdul Jalil dan Khadijah Jadi Manten Glepung PG Sragi

Abdul Jalil dan Khadijah menjadi nama dari pasangan manten glepung yang akan digiling di Pabrik Gula Sragi, pada Jumat 22 Mei besok.

Satu hari sebelum acara penggilingan manten glepung, petani setempat mengarak pasangan penganten tebu dan penganten glepung dari Polsek Sragi menuju Kantor Tebang Angkut.

Kepada Radio Kota Batik, Eka Kristiana Hariyanti, Bagian Sumber Daya Manusia dan Umum PG Sragi menjelaskan, nama Abdul Jalil mempunyai arti hamba yang mulia sedangkan Khadijah berarti Bumi yang subur.

Menurut Eka, diharapkan dengan makna nama tersebut petani – petani tebu di Sragi dapat menjadi hamba yang mulia dalam bekerja serta diberikan kesuburan untuk lahan persawahan mereka.

Eka menambahkan, Jumat pagi sekitar pukul 6 pasangan manten tebu dan glepung akan masuk ke grapyak atau meja penggilingan untuk dilaksnakan prosesi penggilingan.

Tradisi Giling Manten Glepung ini memang setiap tahun dilakukan dan merupakan tanda bahwa telah tiba waktu nya giling tebu.

(Kharisma-Regina)

Kiriman Blangko E-KTP Dari Pusat Masih Terbatas

Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kota Pekalongan meminta masyarakat bersabar karena belum bisa melakukan cetak e-KTP secara keseluruhan.

Penyebabnya blangko yang dikirim oleh pemerintah pusat untuk cetak e-KTP masih terbatas.

Kepada Radio Kota Batik, Kepala Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil Kota Pekalongan, Kustyati Sri Mulyani mengatakan, sejak bulan Januari lalu hingga saat ini pihaknya sudah menerima sebanyak lima kali droping blanko E KTP dari pusat. Jika ditotal jumlahnya hanya 9.474 keping blanko saja.

Padahal kebutuhan dalam satu tahun di 2015 ini mencapai 161 ribu, sebab pihaknya juga harus mengganti KTP Elektronik kepada warga yang terkena imbas penggabungan kelurahan.

Kustyati menambahkan, sampai saat ini blanko ktp elektronik masih tersisa 100 keping saja. Jumlah itu pun baru akan digunakan untuk keperluan sangat penting dan mendesak saja.

Memang karena terbatasnya ketersediaan blanko, pihaknya belum bisa mencetak seluruh permohonan ktp elektronik baik itu yang hilang rusak bahkan pemula. Namun sebagai pengganti pihaknya telah memberikan sutar keterangan pengganti ktp elektronik.

(Dyan-Regina)

Harga Daging Ayam di Kota Pekalongan Naik

Diposkan oleh Radiokotabatik pada Rabu, 20 Mei 2015 | 20.47

Sudah satu pekan ini harga ayam potong di Kota Pekalongan mengalami kenaikan. Saat ini harga perkilogramnya ayam potong broiler mencapai 30 ribu rupiah.

Salah satu pedagang ayam potong di Pasar Podosugih, Ibu Iroh kepada Radio Kota Batik mengatakan, sebelumnya harga ayam potong dipasaran masih dikisaran 24 ribu – 25 ribu rupiah perkilo.

Menurut Iroh, penyebab kenaikan harga ayam potong ini karena pasokan ayam yang semakin berkurang. Iroh menambahkan, kalau untuk harga ayam kampung saat ini cenderung fluktuatif. Dimana untuk harga per ekornya saat ini mencapai 50 – 55 ribu rupiah.

Meskipun harga ayam potong broiler cenderung naik tetapi tingkat konsumsi dari para pelanggannya masih cukup tinggi. Dalam sehari ia mampu menjual ayam potong sampai 40 kilogram dan belasan ekor ayam kampung. ( Kiki – Dyan Shinta)

Dindikpora Berharap SMA /SMK Tetap Dikelola Pemkot

Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga Kota Pekalongan mengharapkan pengelolaan SMA / SMK masih tetap menjadi kewenangan Pemerintah Kota.

Menurut Kepala Dindikpora setempat, Agus Marhendayana, setiap kota dan kabupaten pasti sudah memiliki perencanaan pendidikan untuk 5 tahun kedepan.

Sehingga apabila kemudian kewenangannya diambil alih oleh Provinsi tidak menutup kemungkinan perencanaan yang sudah dibuat untuk peningkatan kualitas pendidikan akan terabaikan karena anggaran yang ada di Provinsi akan menyesuaikan berdasarkan prioritas.

Agus berharap, alangkah baiknya pengelolaan SMA/SMK tetap diserahkan kota/kabupaten saja agar daerah bisa beraktualisasi mengembangkan sekolah sesuai dengan kearifan lokal di wilayahnya masing masing.

Agus menambahkan, saat ini ada 4 SMA dan 4 SMK Negeri yang pengelolaannya dibawah Dindikpora Kota Pekalongan.

( Ella – Dyan Shinta)

Ribuan Pasangan Usia Subur di Kota Pekalongan Belum Ikut KB

Ribuan pasangan usia subur yang ada di wilayah Kota Pekalongan, sampai dengan saat ini ada yang belum mengikuti program pemerintah yaitu Keluarga Berencana.

Kepala Bidang Keluarga Berencana dan Keluarga Sejahtera BPMP2AKB Kota Pekalongan, Eny Sulistyowati mengatakan, berdasarkan data hingga Maret 2015, ada 46 ribu 752 pasangan usia subur yang tercatat di Kota Pekalongan dan baru 77,92 persen atau 36 ribu 431 yang sudah ikut program KB.

Sementara menurut Eny, untuk sisanya atau 10 ribu 321 pasangan lainnya yang belum ikut KB karena saat ini ada yang masih hamil dan ada juga yang baru saja melahirkan.

Eny menambahkan, tahun 2015 ini Keluarga Berencana dikota Pekalongan, khususnya yang mengunakan metode kontrasepsi jangka panjang atau MKJP seperti MOP dan MOW, IUD dan Implan bulan maret sudah mencapai 72.8 persen atau 348 orang dari yang ditargetkan sebesar 478.

( Ella – Dyan Shinta)

PGRI Kota Pekalongan Akan Gelar Sosialisasi UU Perlindungan Anak

Persatuan Guru Republik Indonesia Kota Pekalongan akan menggelar sosialisasi hukum bagi kepala sekolah SD, SMP, SMA dan SMK yang ada di wilayah setempat, pada hari Sabtu 23 Mei di SMP Negeri 13 di jalan Jendral Sudirman.

Ketua PGRI setempat, Robby Agustiono kepada Radio Kota batik mengatakan, sosialisasi UU Perlindungan Anak tersebut digelar mengingat beberapa kasus yang terjadi pada guru maupun anak didiknya sehingga mencoreng nama sekolah dan dunia pendidikan.

Sehingga Robby berharap, melalui sosialisasi UU Perlindungan Anak ini kedepan setiap proses belajar mengajar akan berjalan dengan baik.

Robby menambahkan, kegiatan ini sebetulnya sudah lama diagendakan namun ternyata sebelum digelar sudah ada kasus yang terjadi di Kota Pekalongan. Dimana diketahui pada bulan Februari lalu ada oknum guru di SDN 10 Kandangpanjang yang melempar sepatu ke muridnya.

( Ella – Dyan Shinta)

Pedagang Pasar Banjarsari Yakin Tak Ada Beras Palsu

Sejumlah pedagang beras di Pasar Banjarsari Kota Pekalongan merasa yakin bahwa beras yang dijualnya merupakan beras asli dan bukan beras palsu atau plastik seperti yang kini tengah dibincangkan.

Kepada Radio Kota Batik, salah satu penjual sembako di los Pasar setempat, Rohanah mengungkapkan, bahwa beras yang dijualnya merupakan beras asli sebab ia membelinya dari ricemill di Wiradesa yang sudah dapat dipastikan keasliannya.

Sementara pedagang sembako lainnya, Munawaroh juga mengatakan hal serupa. Menurut Munawaroh, sepertinya Kota Pekalongan masih aman dari beras plastik sebab pihaknya mengklaim para pedagang beras di Pekalongan mensupplie beras dari resmil-resmil setempat.

Munawaroh menambahkan, sampai saat ini pihaknya mengaku belum pernah mendapat tawaran untuk menjual beras plastik.

Kalaupun ada dirinya pun menegaskan tidak mau tergiur dengan hal itu meski harga jualnya lebih murah sebab ia tidak mau akan berbuat curang dengan menjual beras tersebut kepada pelanggan.

( Kharisma – Dyan Shinta )
 
Tune in : FM91.2 | Radio Kota Batik | News,Interaktif,Solutif
Copyright © 2011. Radio Kota Batik - All Rights Reserved
Dikelola oleh Crew RKB Published by Gietbram