Radio Kota Batik
News Ticker :

Berita Terbaru

Kasus Kekerasan Terhadap Anak di Kota Pekalongan Masih Memprihatinkan

Diposkan oleh Radiokotabatik pada Jumat, 28 November 2014 | 21.23

Angka Kekerasan terhadap anak di Kota Pekalongan masih cukup memprihatinkan.

Data dari Badan Pemberdayaan Masyarakat Perempuan Perlindungan Anak dan Keluarga Berencana Kota Pekalongan menyebutkan, dari sekitar 400an kasus KDRT 108 diantaranya adalah kekerasan pada anak.

Kepada Radio Kota Batik, Tim Profesi Lembaga Perlindungan Perempuan Anak dan Remaja setempat, Nur Agustina mengatakan, data tersebut merupakan total dari kasus KDRT yang terjadi sekal tahun 2006 hingga 2014. Namun hal itu menunjukan, dalam setiap tahun ada tren kenaikan kasus.

Dimana kekerasan yang dialami pada anak tidak hanya dalam bentuk fisik dan psikis saja. Sebab ternyata satu pertiga dari jumlah kasus tersebut merupakan kekerasan seksual.

Nur Agustina menambahkan, banyak faktor yang membuat kasus kekerasan pada anak meningkat, diantaranya ekonomi dan sumber daya manusia.

Untuk itu, dalam hal mencegah agar kasusnya tidak semakin meningkat diperlukan peran serta dari semua pihak untuk lebih peduli lagi terhadap anak – anak yang ada di lingkungannya.

Dua Hari Operasi Zabra Candi 2014 Ratusan Pelanggar Terjaring

Selama dua hari Operasi Zebra Candi 2014 digelar, Jajaran Satlantas Polres Pekalongan Kota berhasil menjaring ratusan pengendara kendaraan bermotor baik roda empat dan roda dua yang melanggar undang-undang lalu lintas.

Kasatlantas Polres Pekalongan Kota, Ajun Komisaris Polisi Pranata mengatakan, baru dua hari digelar sudah ada 200 an kendaraan yang ditindak. Dari jumlah tersebut, kendaraan roda dua yang paling mendominasi.

Menurut Pranata, pelanggaran yang banyak terjadi adalah tidak lengkapnya surat-surat kendaraan, kendaraan tidak sesuai standar, bahkan jika ada mobil yang membawa barang melebih tonase juga akan ditindak tegas.

Pranata menambahkan, Operasi Zebra Candi 2014 ini dilakukan selama 14 hari yaitu mulai tanggal 26 November hingga 9 Desember mendatang.

Nilai Ekspor Kota Pekalongan Turun 14 Persen

Nilai ekspor dari sejumlah produk lokal Kota Pekalongan pada semester pertama tahun 2014 ini mencapai 12 juta 513 ribu 824 US dollar atau menurun 14 persen jika dibanding periode yang sama tahun 2013 lalu.

Kepala Bidang Perdagangan Disperindagkop dan UMKM setempat, Wismo Adityo mengatakan, turunnya nilai ekspor ini disebabkan oleh turunnya permintaan dari Negara tujuan ekspor produk-produk batik dari Kota Pekalongan.

Selain itu, Negara tujuan ekspor tahun ini juga berkurang. Kepada Radio Kota Batik, Wismo menjelaskan, produk yang paling banyak diekspor saat ini antara lain produk tekstil yang mencapai 56 persen dan 44 persen dari produk perikanan.

Wismo Adityo menambahkan, beberapa Negara tujuan produk ekspor dari Kota Pekalongan adalah ASIA dan Timur Tengah yang meliputi Thailand, Singapura, Malaysia, Hongkong, Emirat Arab, Anggola, Nigeria, dan Qatar.

Peringatan Hut Ke 43 Korpri Ditandai Penanaman Pohon

Dalam rangka memeriahkan HUT yang ke 43 tahun, Korpri Kota Pekalongan mengadakan kegiatan penanaman bibit pohon di kawasan hutan kota Kelurahan Yosorejo Pekalongan Selatan, Jumat 28 November 2014.

Kepada Radio Kota Batik, Sekda sekaligus Ketua Korpri setempat, Dwi Arie Putranto mengatakan, ada puluhan pohon dari berbagai jenis tanaman yang ditanam di hutan kota tersebut.

Dwi Arie menjelaskan, momentum HUT Korpri untuk meningkatkan kinerja dan kualitas anggota Korpri dalam memberikan layanan terhadap masyarakat luas.

Dwi Arie Putranto menambahkan, meski undang-undang tentang kepegawaian sudah diganti dengan Undang-Undang Nomor 5 Tahun 2014 tentang Aparatur Sipil Negara.

Namun keberadaan Korpri sebagai wadah profesi aparatur sipil tetap berjalan. Korpri akan selalu menjunjung tinggi semangat netralitas, professional, dan berintegritas.

Dindikpora Gelar Pelatihan Untuk Pembina Pramuka

Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga Kota Pekalongan bekerjasama dengan Kwartir Cabang Gerakan Pramuka Kota Pekalongan menggelar pelatihan guru pembina pramuka setempat.

Kepala Dindikpora setempat, Agus Marhaendayana mengatakan, pelatihan diikuti 100 orang guru untuk kursus pembina pramuka mahir tingkat dasar yang akan digelar selama 3 sampai 5 hari ke depan mulai hari ini, Jumat 28 November 2014.

Dimana pelatihan pembinaan pramuka ini dikuti oleh guru pramuka mulai dari jenjang tingkat SD, SMP, SMA dan SMK di kota Pekalongan dan dipusatkan di Sanggar Pramuka Jalan Sriwijaya.

Menurut Agus, saat ini kurikulum kepramukaan sudah masuk dalam agenda rutin di sekolah dalam bentuk ekstrakurikuler kepramukaan wajib. Sehingga harapannya sekolah – sekolah bisa mempunyai guru pembina olahraga yang kompetensi sehinga bisa diimplementasikan dengan baik.

Pedagang Pasar Senggol Minta Syarat Sebelum Direlokasi

Ratusan pedagang yang menempati pasar Senggol Kelurahan Sugihwaras Kecamatan Pekalongan Timur, yang akan di relokasi ke pasar baru di Kuripan mengajukan berbagai persayaratan yang harus dipenuhi Pemkot.

Pengurus Pasar Senggol, Mualimin kepada Radio Kota Batik mengatakan, para pedagang mau direlokasi asalkan pedagang yang menempati kios baru tidak dimintai uang sewa kios.

Selain itu para pedagang juga meminta pada Pemerintah Kota untuk memberikan dana kompensasi pada pedagang saat masa transisi.

Mualimin menjelaskan, saat masa transisi dari pasar lama ke pasar baru akan berimbas pada penghasilan mereka karena setiap pasar baru biasanya awalnya akan sepi pembeli.

Mualimin berharap, tuntutan para pedagang bisa di kabulkan oleh Pemkot sehingga pedagang akan secara suka rela dipindah kiosnya. Namun jika persyaratan tersebut ditolak maka pedagang juga menolak untuk direlokasi.

Komunitas Peduli Kali Loji Ajak Masyarakat Peduli Lingkungan

Hitamnya air di sepanjang aliran sungai di wilayah Kota Pekalongan membuat komunitas pegiat lingkungan setempat resah.

Sehingga Komunitas Peduli Kali Loji pun dibentuk untuk menyadarkan masyarakat untuk lebih peduli lagi terhadap lingkungannya.

Kepada Radio Kota Batik, Salah satu anggota Komunitas Peduli Kali Loji, Pamungkas mengatakan, selama ini masyarakat masih beranggapan bahwa sungai merupakan tempat pembuangan.

Sehingga, hal itu lah yang membuat kondisi sungai menjadi kotor dan berwarna hitam karena buangan limbah dari berbagai industry.

Untuk itu, pihaknya bersama anggota lain lewat komunitas ini berupaya menyadarkan masyarakat tentang pentingnya air sebagai sumber kehidupan.

Pamungkas menambahkan, dukungan dari masyarakat sangat penting untuk menciptakan kembali kondisi sungai seperti dulu, yaitu bersih dan tidak ada limbah. Meski diakui hal itu akan cukup sulit namun tidak membuat masyarakat tidak tercemar berbagai penyakit.

Ratusan Pesilat Meriahkan KONI Cup III 2014

Ratusan pesilat akan berlaga dalam Kejuaraan Pencak Silat KONI Cup III 2014 yang digelar di gedung serba guna Kelurahan Medono Kecamatan Pekalongan Barat, 28 hingga 30 November 2014.

Kepada Radio Kota Batik, Ketua IPSI setempat, Suseno mengatakan, pada kejuaraan kali ini diikuti 150 pesilat dari 19 perguruan.

Untuk kategori dewasa putra terbagi menjadi 9 kelas tanding dan kategori dewasa putri hanya 5 kelas. Sedangkan untuk kategori remaja putra maupun putri sebanyak 9 kelas tanding.

Kegiatan ini sekaligus dijadikan ajang seleksi bagi pesilat dewasa untuk menghadapi pekan olah raga di wilayah Kedu, Pekalongan, dan Banyumas, atau Dulongmas tahun depan di Magelang.

Selain itu, melalui lomba ini juga diharapkan akan menghasilkan bibit muda dan atlet berprestasi yang akan membela Kota Batik pada ajang di tingkat daerah, nasional, maupun internasional.

Sementara itu, Ketua KONI setempat Ricsa Mangkulla menjelaskan, tidak hanya atlet yang menjadi juara saja yang akan mendapat penghargaan tetapi wasit terbaik serta perguruan yang paling sportif dalam kejuaraan tersebut.

Pada kesempatan yang sama, pengurus Ikatan Pencak Silat Indonesia Kota Pekalongan masa bakti 2014-2019 resmi dilantik. Suseno kembali terpilih menjadi Ketua IPSI setelah sebelumnya menjabat di posisi yang sama pada periode sebelumnya.

Harga Sembako Mulai Naik Pasca Kenaikan BBM

Pasca kenaikan harga Bahan Bakar Minyak bersubsidi harga bahan kebutuhan pokok di sejumlah pasar tradisional di wilayah Kota Pekalongan masih cukup tinggi.

Kepala Bidang Perdagangan Disperindagkop dan UMKM setempat, Wismo Adityo mengatakan, kenaikan harga tanaman pangan, perkebunan, dan kehutanan cukup bervariasi.

Untuk beras kwalitas premium naik dari 9.000 menjadi 9.500 per kilo, sedangkan untuk kwalitas medium dari 8.500 menjadi 9.000 rupiah perkilogramnya.

Selain itu, kenaikan harga juga terjadi pada kacang tanah dari 18.000 menjadi 20.000 dan tepung tapioca dari 6.500 menjadi 7.000 rupiah perkilogram. Sedangkan kelompok palawija hingga saat ini masih stabil.

Selain kenaikan harga BBM yang berdampak pada naiknya harga sembako, cuaca juga mempengaruhi kenaikan harga terutama pada hasil pertanian seperti cabai yang mengalami kenaikan cukup tinggi selama kemarau.

(Stella Veregina – Dirhamsyah)

Cegah Kekerasan Anak, Warga Harus Terlibat

Meningkatnya laporan kekerasan terhadap anak memprihatinkan banyak pihak. Untuk itu warga dminta harus turut terlibat mencegah, sebab selama ini pengawasan dari keluarga inti dan kerabat sering tidak memadai.

Kepada Radio Kota Batik, Tim Profesi Lembaga Perlindungan Perempuan Anak dan Remaja setempat, Nur Agustina mengatakan, pengawasan jangan hanya dilakukan dari keluarga inti namun juga melibatkan kerabat, masyarakat dilingkungan RT/ RW, hingga kelurahan bahkan hingga tingkat Negara.

Menurut Nur Agustina, semua harus berperan penting dalam mencegah supaya kasus kekerasan terhadap anak tidak terus meningkat.

Nur Agustina menambahkan, terungkapnya beberapa kasus kekerasan terhadap anak saat ini merupakan hasil laporan dari masyarakat. Kedepan masyarakat yang mengetahui kasus kekerasan terhadap anak hendaknya segera saja melaporkan pada pihak berkompeten supaya bisa mencegah timbulnya trauma berkelanjutan pada anak.

(Dyan Shinta – Dirhamsyah)

Puluhan Guru di Kota Pekalongan Ikuti Seleksi Kepala Sekolah

Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga Kota Pekalongan mengadakan seleksi Kepala Sekolah selama dua hari, yaitu tanggal 27 dan 28 November 2014.

Kepala Dindikpora setempat, Agus Marhaendayana mengatakan, sebanyak 40 guru yang telah lulus seleksi administrasi saat ini mengikuti seleksi lanjutan yaitu tes kepala sekolah.

Agus kepada Radio Kota Batik menjelaskan, tes kepala sekolah ini diikuti guru yang belum pernah menjadi kepala sekolah dari tingkat SMP, SMA, SMK.

Menurut Agus, dari hasil tes diharapkan dapat menghasilkan calon kepala sekolah yang mempunya kwalifikasi handal untuk mengganti kepala sekolah yang memasuki masa pensiun.

Agus Marhaendrayana menambahkan, seleksi ini dilakukan untuk mengkader atau menyiapkan jika sewaktu-waktu ada kelapa sekolah ada yang pension. Sehingga dengan cepat akan diisi dengan guru-guru yang baru ini.

( Stella Veregina – Dirhamsyah)

Pelaku Usaha Di Kota Pekalongan Abaikan Lingkungan

Diposkan oleh Radiokotabatik pada Rabu, 26 November 2014 | 21.59

Limbah industri yang mencemari sungai-sungai di Kota Pekalongan selama ini terjadi bukan karena persoalan teknologi dan minimnya anggaran yang dimiliki oleh pengusaha melainkan pada kurangnya kepedulian sosial terhadap lingkungan itu sendiri.

Demikian disampaikan oleh Kabid Tata Lingkungan dan Penaatan Hukum Badan Lingkungan Hidup setempat Supriyatno pada “Sosialisasi Kewajiban Penanggung Jawab Usaha dan Kegiatan Yang Menghasilkan Limbah” di aula kantor KPU, Rabu 26 November 2014.

Pada kesempatan itu Supriyatno mengatakan dalam mengatasi persoalan limbah pemerintah tidak bisa berjalan sendiri dan membutuhkan peran serta dari para pelaku usaha itu sendiri.

Setidaknya pengusaha bisa mengelola limbahnya sebelum dibuang ke sungai karena yang terjadi kini bukan hanya persoalan lingkungan saja namun sudah merambah ke persoalan sosial dimana masyarakat luas ikut merasakan dampaknya akibat sungai yang tidak sehat karena limbah. ( Anjar R – Dirhamsyah)

Kota Pekalongan Akan Terapkan Konsep Sato Umi

Kota Pekalongan akan menerapkan konsep Sato Umi dari Jepang dalam mengelola sumber daya perikanan, pesisir dan kelautan secara berkelanjutan melalui teknologi produksi perikanan budidaya ramah lingkungan atau Integrated Multi-Trophic Aquaculture.

Demikian disampaikan oleh Kepala Pusat Pembinaan, Pendidikan dan Pelatihan Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi Suhendar Indrakoesmaya pada acara Workshop On Sato Umi-Gempita SPL-Gapura di Hotel Sahid Mandarin, Kota Pekalongan Rabu 26 November 2014.

Menurut Suhendar teknologi tersebut mampu meminimalkan limbah organik maupun anorganik berasal dari sisa pakan ikan dan kotoran hewan yang selama ini merusak lingkungan pesisir untuk selanjutnya dijadikan sebagai pupuk bagi algae, rumput laut maupun bakau.

Sementara itu Walikota setempat Basyir Achmad mengatakan konsep ini bukan hanya menggunakan pendekatan teknologi tetapi juga dari sisi sosial, ekonomi dan lingkungan.

Dengan menerapkan konsep ini diharapkan sumberdaya perikanan dan lingkungannya khususnya di wilayah pesisir yang telah rusak dapat pulih kembali keanekaragaman sumberdaya hayati terjaga, produktif dan dapat meningkatkan kesejahteraan masyarakat. (Anjar R – Dirhamsyah)

Ribuan RTS di Pekalongan Selatan Akan Terima Dana Program PSKS

Sebanyak 2.032 rumah tangga sasaran yang tersebar di Kecamatan Pekalongan Selatan mulai menerima dana dari program Pembayaran Simpanan Keluarga Sejahtera sebagai kompensasi kenaikan harga Bahan Bakar Minyak, Rabu 26 November 2014.

Kepada Radio Kota Batik Koordinator Penanggung Jawab PSKS Kota Pekalongan Hamid Wahidin mengatakan dua loket khusus disiapkan untuk pencairan dana program PSKS.

Loket dibuka mulai pukul 08.00 hingga selesainya proses pembagian kepada masyarakat. Hamid Wahidin menambahkan jumlah dana yang diberikan mencapai sebanyak 812 juta 800 ribu rupiah. Dengan masing-masing RTS menerima sebesar 400ribu rupiah.

Penerima dana program PSKS sebagai kompensasi kenaikan harga BBM menurut Hamid Wahidin masih sama dengan data penerima Bantuan Langsung Sementara Masyarakat atau BLSM yang dibagikan pada tahun 2013 lalu. (Tri Handayani – Dirhamsyah)

Pemkot Resmi Canangkan Kawasan Tertib Lalu Lintas

Jajaran Pemkot Pekalongan bersama Satlantas Polres Pekalongan Kota hari ini resmi mencanangkan kawasan tertib lalu lintas di wilayah Kota Pekalongan.

Pencanangan ini dibuka langsung oleh walikota Pekalongan HM Basyir Ahmad. Kasatlantas Polres Pekalongan Kota Ajun Komisaris Polisi Pranata kepada Radio Kota Batik mengatakan ada 5 titik yang dicanangkan untuk menjadi fokus kawasan tertib lalu lintas, diantaranya jalan Hayam Wuruk, Sultan Agung, Hassannudin, dokter Cipto dan jalan Diponegoro.

Kasatlantas menambahkan pencanangan ini dilakukan karena ruas jalan tersebut tingkat kesemrawutannya sangat tinggi mulai dari parkir dan pedagang yang berjualan di trotoar, sehingga apabila tidak diberlakukan satu arah maka tingkat kemacetan akan semakin parah.

Kasatlantas berharap dengan dicanangkannya kawasan tertib lalu lintas ini maka bisa tercipta tata parkir menjadi tertib satu jalur satu arah sehingga menjadikan kelancaran arus lalu lintas. (Okky Nuryanti – Dirhamsyah)
 
Tune in : FM91.2 | Radio Kota Batik | News,Interaktif,Solutif
Copyright © 2011. Radio Kota Batik - All Rights Reserved
Dikelola oleh Crew RKB Published by Gietbram