Radio Kota Batik
News Ticker :

Berita Terbaru

SMA 1 Bojong Dijadikan Salah Satu Persemaian Bambu di Pekalongan

Diposkan oleh Radiokotabatik pada Rabu, 23 April 2014 | 20.55

Sebagai bentuk apresiasi pada Kementerian Kehutanan yang akan mencanangkan Kabupaten Pekalongan sebagai sentra bambu nasional.

SMA Negeri 1 Bojong kini telah membuat kebun penyemaian bambu di lingkungan sekolahnya.

Tim Adiwiyata SMAN I Bojong, Waluyo kepada Radio Kota Batik menjelaskan, di kebun penyemaian bambu itu kini tengah dilakukan pengolahan untuk bambu jenis bambu ampel, bambu kuning, bambu wulung, bambu ori dan lain- lainnya.

Satu hal yang sangat memudahkan pengolahan bambu ini di wilayah Kabupaten Pekalongan adalah lahannya yang masih sangat luas.

Waluyo menambahkan, tanaman bambu mudah diolah dan sangat banyak manfaatnya di lingkungan sekolah yang dekat jalan raya, diantaranya bambu bisa meredam suara, menetralisir racun dalam udara kotor, dan menghasilkan oksigen lebih banyak.

Permohon KK di Kota Pekalongan Semakin Meningkat

Permintaan pembuatan Kartu Keluarga di Kantor Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil Kota Pekalongan sejak awal tahun 2014 ini semakin menujukan peningkatan.

Kepala Bidang Pendaftaran Penduduk Dindukcapil, Sigit Mursito kepada Radio Kota Batik mengatakan, peningkatan hal ini terjadi karena banyak faktor diantaranya KK sebagai salah satu persyaratan dalam pembuatan akte, pendaftaran sekolah, penyaluran beasiswa, dan juga sebagai syarat pembuatan paspor haji.

Sigit menjelaskan, pihaknya menyambut baik peningkatan kesadaran masyarakat dalam pembuatan KK ini, karena secara otomatis terjadi perbaikan dokumen kependudukan seperti nama, alamat, status, maupun adanya mutasi penduduk.

Berdasarkan data dari Dindukcapil Kota Pekalongan, pada tahun 2014 hingga bulan Januari sudah mengeluarkan 1.300 KK, kemudian bulan Februari 1.400 KK, meningkat pada bulan Maret 1.800 KK, tercatat hingga tanggal 22 April ini sudah mengeluarkan 1.300 KK.

Dinas Kesehatan Kota Pekalongan Gelar Pekan Imunisasi Dunia

Dinas Kesehatan Kota Pekalongan selama sepekan ini menggelar Pekan Imunisasi Dunia, yaitu mulai tanggal 24 hingga 30 April 2014. Program ini juga dilakukan secara serentak di seluruh dunia.

Kasie Pencegahan Penyakit Dinas Kesehatan setempat, Sukmawati dalam dialognya dengan Radio Kota Batik mengatakan, yang menjadi sasaran program ini adalah bayi, batita, dan juga wanita usia subur.

Adapun data dari Dinas kesehatan mencatat, jumlah bayi usia 0 hingga 11 bulan mencapai 6.100, kemudian untuk batita usia 18 bulan hingga 36 bulan sekitar 15 ribuan. Sementara untuk wanita usia subur di Kota Pekalongan berjumlah 56 ribuan.

Sukmawati menambahkan, karena batas waktu Pekan Imunisasi Dunia ini hanya selama satu pecan. Harapannya warga juga ikut aktif untuk menghubungi petugas pelayanan di puskesmas, rumah sakit, bidan, Posyandu, dan seluruh unit pelayanan kesehatan lainnya. Sehingga target 100 persen bisa tercapai.

Kota Pekalongan Jadi Model Makanan Sehat

Kota Pekalongan dijadikan proyek pengembangan pangan aman atau program Food Safety Masuk Desa yang digagas Badan Pengawasan Obat dan Makanan tingkat nasional.

Kasi Obat Makanan Minuman dan Perbekalan Kesehatan, Andri Wibowo kepada Radio Kota Batik mengatakan, hampir disemua daerah masih masih ditemukannya zat berbahaya tambahan pangan yang berbahaya serta kebersihan yang kurang.

Sehingga menurut Andri, dengan adanya program ini bisa mencegah penyalahgunaan bahan berbahaya untuk makanan. Penyediaan bahan pangan berlebih serta menjaga kondisi makanan higienis dan sanitasi lingkungan yang baik.

Andri menambahkan, di Jawa Tengah hanya 2 daerah yang terpilih menjadi lokasi penerapan program food safety masuk desa atau FSMD ini, yaitu Kota Pekalongan dan Kabupaten Purworejo.

Pekalongan Nomor 7 Urutan Peredaran Narkoba Jawa Tengah

Badan Narkotika Jawa Tengah merilis tingkat peredaran narkoba di Kota Pekalongan yang dikenal sebagai kota yang religius ternyata sudah dalam taraf mengkhawatirkan.

Kota Pekalongan saat ini menempati urutan ke tujuh dalam kota-kota di jawa tengah yang menjadi tempat peredaran gelap narkoba. BNN menilai Pekalongan kini sudah merupakan salah satu daerah transit peredaran narkoba.

Komisaris Besar Polisi Soetarmono mengatakan, ada beberapa faktor penyebab peredaran narkoba antara lain adanya tempat hiburan seperti diskotik selain itu Lapas.

Dua tempat itu ditengarai sering dijadikan tempat peredaran narkoba. Soetarmono kepada Radio Kota Batik menjelaskan, peredaran narkoba di Lapas sudah beberapa kali dibongkar hampir semua pelaku besar berada di Lapas.

Menurut Soetarmono, saat hampir 80 persen penghuni Lapas kelas 2 A Pekalongan merupakan narapidana yang dihukum karena kasus narkoba, mereka sebagain besar merupakan pindahan dari Lapas di Jakarta.

Soetarmono menambahkan, dalam data BNN, Solo merupakan daerah peredaran narkoba tertinggi di Jawa Tengah, disusul Kota Semarang, Banyumas, Cilacap, Magelang, Kota Tegal kemudian Kota Pekalongan.

Ditinggal Mudik Rumah Juragan Sate Hangus Terbakar

Rumah milik juragan sate di Kelurahan Krapyar Lor Kecamatan Pekalongan Utara, ludes dilalap setelah sijago merah pada Rabu 23 April 2014.

Kebakaran di rumah milik Muhammad Metsari ini terjadi pada pukul setengah tujuh pagi diduga akibat hubungan arus pendek listrik.

Kapolsek Pekalongan Utara, Komisaris Polisi Zuhriyanto kepada Radio Kota Batik mengatakan, kobaran api terlihat saat rumah dalam keadaan sepi ditinggal penghuninya sejak tadi malam. Warga yang berada di sekitar lokasi sempat kebingungan untuk memadamkan api.

Menurut Kapolsek Zuhriyanto, karena takut merembet ke rumah warga lain akhirnya sebagian warga mendobrak pintu dan memadamkan api dengan peralatan seadanya.

Kebakaran menyebabkan dua buah sepeda motor milik Metsari ikut hangus terbakar bersama perabotan lainya, sedangkan 1 unit sepeda motor lainya berhasil dievakuasi keluar sebelum terbakar.

Api baru bisa dipadamkan setelah sejumlah mobil pemadam kebakaran tiba di lokasi. Petugas dengan dibantu warga akhirnya memadamkan api dua jam kemudian. Akibat musibah ini Metsari mengalami kerugian hingga ratusan juta rupiah.

Blangko KK di Kota Pekalongan Masih Cukup Hingga Maret 2015

Meskipun dibeberapa daerah stok blangko permohonan pembuatan KK menipis namun hal tersebut tidak terjadi di Kota Pekalongan. Bahkan masih cukup hingga Maret 2015 mendatang.

Berdasarkan penghitungan yang sudah dilakukan dengan estimasi pemohon perbulan sekitar 1.500 pemohon, stok blangko masih mencukupi memenuhi permintaan warga.

Kepala Bidang Pendaftaran Penduduk Dindukcapil, Sigit Mursito kepada Radio Kota Batik mengatakan, stok blangko dari awal tahun 2014 ini sudah terhitung masih ada sekitar 26 hingga 28 ribu lembar.

Sigit Mursito menambahkan, data dari Dindukcapil Kota Pekalongan tahun 2013 lalu menyebutkan sekitar 15 ribu blangko KK telah habis terpakai.

Ratusan Calon Haji di Kota Pekalongan Mengidap Penyakit Resiko Tinggi

Dari hasil pemeriksaan tahap awal terhadap 433 calon haji asal Kota Pekalongan pada bulan Maret lalu, diketahui sekitar 150 orang diantaranya mengidap penyakit beresiko tinggi.

Kasie Pencegahan Penyakit Dinas Kesehatan setempat, Sukmawati dalam dialognya dengan Radio Kota Batik mengatakan, penyakit yang diderita calon haji seperti hipertensi dan kencing manis.

Selanjutnya, calon haji ini akan dirujuk ke Rumah Sakit Bendan untuk mendapatkan pemeriksaan lebih lanjut dari ke dokter spesialis setempat.

Sukmawati menambahkan, pemeriksaan calon haji berikutnya akan dilaksanakan 2 minggu sebelum keberangakatan ke tanah suci sekaligus juga pemberian vaksin meningitis.

Kelurahan Jenggot Terpilih Untuk Penerapan Food Safety

Kelurahan Jenggot Kecamatan Pekalongan Selatan terpilih sebagai kelurahan yang akan dijadikan Program Food Safety Masuk Desa yang digagas oleh BPOM mulai bulan April ini.

Sebelumnya, Pemkot harus menentukan terlebih dahulu kelurahan yang akan dijadikan model pengembangan safety food dan perlu dianalisis situasi kondisi serta harus disurvei terlebih dulu.

Kasi Obat Makanan Minuman dan Perbekalan Kesehatan, Andri Wibowo mengatakan, untuk tahap awal ini Dinas Kesehatan memilih Kelurahan Jenggot.

Saat ini dilakukan wawancara dan survey di lapangan, seperti perusahaan industry rumah tangga, penjualan warung makan atau pedagang kaki lima, dan pedagang makanan keliling.

Setelah itu dilanjutkan dengan merekrut kader sebagai fasilitator dari tiap keluarahan yang mana mereka menjadi kepanjangan tangan BPOM di kelurahannya masing masing.

Andri menambahkan, tahap awal ini akan berjalan kurang lebih sekitar 10 bulan yang akan datang. Dan nantinya tidak hanya Kelurahan Jenggot saja, namun berkesinambungan ke kelurahan lainnya.

125 Orang Ikuti Pendaftaran Brigadir

Hingga akhir pendaftaran Sabtu 15 April lalu, jajaran Polres Pekalongan Kota menerima 125 peserta yang mengikuti pendaftaran Brigadir Polisi Tahun Angkatan 2014.

Kepada Radio Kota Batik, Kapolres Pekalongan Ajun Komisaris Besar Polisi Rifki mengungkapkan, berdasarkan hasil penyeleksian pendaftaran yang lolos persyaratan administrasi, ada 116 peserta terdiri dari 66 laki-laki dan 50 orang wanita.

Menurut Kapolres, antusiasme masyarakat melakukan pendaftaran cukup tinggi karena dibandingkan dengan daerah lain, jumlah pendaftar dijajaranya cukup banyak.

Kapolres Rifki menjelaskan, setelah dinyatakan lengkap secara administrasi, pendaftar penerimaan brigadir polisi akan mengikuti tes seleksi di Polda Jawa Tengah.

Rifki menambahkan, berbeda dengan tahun sebelumnya yang hanya menerima polwan sebanyak 300 hingga 400 saja. Penerimaan polwan tahun 2014 ini ada sebanyak 7.000 personil yang akan ditempatkan di Jawa Tengah mencapai 600 personil.

Anggaran Revitalisasi Pasar Anyar Capai 5 Milyar

Diposkan oleh Radiokotabatik pada Selasa, 22 April 2014 | 22.10

Pemerintah Kota Pekalongan, melalui Dinas Perindustrian Perdagangan Koperasi dan Usaha Mikro Kecil Menengah Kota Pekalongan berencana akan merevitalisasi Pasar Anyar, pada 2015 mendatang.

Kepala Disperindagkop dan UMKM setempat Supriyono mengatakan, dalam revitalisasi Pasar Anyar ini, pihaknya masih mengajukan usulan anggaran yang dibutuhkan sebesar 5 Milyar 600 juta rupiah kepada Kementrian Perdagangan.

Supriyono menjelaskan, anggaran tersebut akan digunakan untuk penataan infrastruktur yang meliputi pembangunan gedung berlantai 2, serta sejumlah kios untuk para pedagang.

Supriyono menambahkan, Pasar Anyar nantinya akan dijadikan sebagai pusat jajanan untuk mendukung keberadaan Kampung Batik Pesindon dan Kampung Batik Kauman.

Pemkot Minta Bulog Jaga Kualitas Raskin

Pemerintah Kota Pekalongan meminta Bulog Sub Divisi Regional setempat untuk menjaga kualitas beras untuk warga miskin atau raskin. Pemkot meminta raskin yang beredar di masyarakat memenuhi kualitas layak konsumsi.

Kabag Perekonomian Pemkot Setempat, Setyo Susilo, kepada Radio Kota Batik mengatakan, Pemkot sudah melakukan pengecekan di gudang bulog Wiradesa, pihaknya telah mewanti-wanti agar tidak mendistribusikan raskin jelek ke masyarakat.

Setyo mengintruksikan kepada semua kelurahan untuk mengecek kondisi raskin, saat pengirman jatah raskin ke kelurahan, apabila ditemukan beras tidak layak, maka wajib meminta ganti dengan beras yang layak, karena beras raskin sudah dibayar negara lewat subsidi.

Masyarakat diminta tidak takut melaporkan, apabila beras yang diterimanya tidak layak konsumsi, beras miskin merupakan bantuan pemerintah untuk meringankan beban warga miskin.

Belum Ada Parpol Yang Laporkan Dana Kampanye

Hingga saat ini belum ada Partai Politik peserta Pemilihan Umum Legislatif 9 April yang melaporkan penggunaan dana kampanye ke Komisi Pemilihan Umum Kota Pekalongan.

Divisi kampanye KPU setempat Priyadi Trahutomo mengatakan, kemungkinan saat ini 12 Parpol yang ada masih menyusun data untuk melengkapi laporan dana kampanyenya. Hal itu terlihat, dari 95 persen parpol sudah mulai mendatangi help desk untuk melakukan konsultasi.

Kepada Radio Kota Batik, Priyadi menjelaskan, pada pelaporan penggunaan dana kampanye kali ini, tidak ada kesempatan untuk melakukan revisi seperti laporan penerimaan dana kampanye lalu.

Priyadi Trahutomo menambahkan, batas akhir pelaporan penggunaan dana kampanye ini, yaitu 24 April, jam 6 petang.

Jika hingga batas waktu yang sudah ditentukan, ada parpol yang tidak melaporkan penggunaan dana kampanyenya, maka calon legislatif yang diusung akan dicoret.

Peringati Hari Bumi Puluhan Mahasiswa Gelar Unjuk Rasa

Puluhan mahasiswa pecinta alam yang tergabung dalam Mapala Jaesta Wanasia Universitas Pekalongan menggelar aksi unjuk rasa memepringati hari bumi di jalan pemuda. Mereka menuntut Pemkot Pekalongan untuk mengawal industri batik agar tidak mencemari lingkungan.

Aksi diawali dari Kampus Universitas Pekalongan untuk selanjutnya Long March menuju ke Monument perjuangan rakyat Pekalongan, Selain membawa tiruan bumi atau globe mereka juga membawa poster yang bertuliskan ungkapan perasaan mereka dalam memperingati hari bumi.

Ketua Mapala Jaesta Wanasia, Bambang Nur Hakim, kepada Radio Kota Batik mengatakan, Pemkot harus mengeluarkan rekomendasi tentang standar instalasi pengolahan limbah, sehingga semua industri wajib mematuhi aturan itu.

Bambang menjelaskan, aksi unjuk rasa ini dilakukan juga untuk memberikan sosialisasi kepada masyarakat, supaya lebih mencintai lingkungan, mengingat bumi yang kita huni sudah mengalami kerusakan yang cukup parah, akibat industri yang mencemari lingkungan.

Setelah melakukan orasi di jalan pemuda puluhan mahasiswa selanjutnya kembali ke kampus dengan pengawalan ketat Kepolisian setempat, Akibat aksi ini arus lalu lintas sempat di jalur pantura juga sempat tersendat beberapa saat.

Pemain Persip Kurang Pede Lawan PSIS

Pelatih Persip Pekalongan Sugeng Widodo mengakui, jika anak asuhnya kurang percaya diri saat menghadapi PSIS Semarang pada laga lanjutan Divisi Utama, pada Selasa 22 April di Stadion Kota Batik Kraton Pekalongan.

Menurut Sugeng, Banyak keputusan-keputusan wasit yang justru membuat anah asuhnya terpengaruh dan terpancing emosinya sehingga membuat permainan kurang bisa berkembang.

Sugeng menjelaskan, sepertinya ada beban sehingga membuat konsentrasi di barisan pertahanan terganggu, sehingga berakibat penyerang seperti Julio Alcorse bisa memanfaatkan peluang dengan baik.

Sementara Pelatih PSIS Eko Riyadi Kepada Radio Kota Batik mengungkapkan, cukup puas bisa mencuri poin di kandang lawan, dengan menerapkan pola serangan balik dengan memanfaatkan bola-bola mati.

Sementara itu Kesebelasan Persip kembali akan berlaga menjamu Persiku Kudus, pada Jum’at 25 April mendatang, di Stadion Kota Batik Kraton Pekalongan.
 
Tune in : FM91.2 | Radio Kota Batik | News,Interaktif,Solutif
Copyright © 2011. Radio Kota Batik - All Rights Reserved
Dikelola oleh Crew RKB Published by Gietbram