Radio Kota Batik
News Ticker :

Berita Terbaru

Lopis Krapyak Kidul Tahun Ini Diperkirakan Lebih Besar

Diposkan oleh Radiokotabatik pada Sabtu, 26 Juli 2014 | 19.34

Panitia Lopis Raksasa Krapyak Kidul menyatakan Lopis yang di buat tahun ini jauh lebih besar dibanding tahun-tahun sebelumnya. Karena anggaran pembuatan lopis tahun dua kali lipat dibanding tahun lalu.

Tahun lalu dengan anggaran sebesar 7,5 juta di masing masing kelurahan. Lopis raksasa di Krapyak Lor dan Krapyak Kidul beratnya mencapai 1.123 ton dengan tinggi 212 cm serta menghabiskan 425 kilo beras ketan.

Sedangkan tahun ini, anggaran dari Pemkot tahun ini mencapai 15 juta untuk setiap kelurahan dan serta mengunakan beras ketan hingga 450 kilo, sehingga diperkirakan ukuran lopis jauh lebih besar.

Wakil Sekretaris Panitia Pembuatan Lopis Raksasa Krapyak Kidul, Iwan Kurniawan kepada Radio Kota Batik menjelaskan, anggaran 30 juta tersebut berasal dari Pemkot masih ditambah dana swadaya warga sebesar 4 juta.

Iwan menambahkan, persiapan panitia saat ini sudah mencapai 80 persen rencananya lopis akan dimasak mulai pada tanggal 29 Agustus mendatang dengan memakan waktu selama 4 hari 3 malam.

Syawalan, Warga Dilarang Terbangkan Balon Petasan

Walikota Basyir Achmad mengimbau pada warga Kota Pekalongan agar tidak menaikan balon udara saat perayaan Syawalan, karena hal itu akan mengganggu lalu lintas penerbangan.

Kepada Radio Kota Batik, Basyir mengatakan, bahwa perayaan Swalayan sebaiknya dimeriahkan dengan kegiatan positif bukan kegiatan yang justru membahayakan keselamatan orang lain.

Untuk mengantisipasi hal itu, pihaknya juga telah mengirimkan surat edaran kepada tokoh masyarakat termasuk dari tingkat kelurahan, RW, bahkan ke tingkat RT.

Larangan tersebut sementara ini memang masih berupa anjuran, kedepan pihaknya berencana akan membuat peraturan terkait hal tersebut.

Sebelumnya, pemkot sering kali mendapat teguran dari Bandara Ahmad Yani karena Balon udara acapkali membahayakan keselamatan penerbangan.

Dishubparbud Lakukan Pengalihan Arus di Malam Takbiran

Dinas Perhubungan Pariwisata dan Kebudayaan atau Dishubparbud Kota Pekalongan akan melakukan rekayasa pengalihan arus lalu lintas pada malam takbiran.

Hal itu dilakukan sebagai antisipasi kepadatan lalu lintas yang antara lain disebabkan oleh masyarakat merayakan malam Lebaran dengan melakukan konvoi.

Kepada Radio Kota Batik, Kepala Dishubparbud setempat, Doyo Budi Wibowo mengatakan, pihaknya bersama dengan pihak kepolisian telah menyiapkan rekayasa pengalihan arus lalu lintas. Iring-iringan kendaraan takbir keliling dari Kabupaten Pekalongan maupun Batang dilarang memasuki jalan protokol di Kota Batik.

Pengalihan arus akan dilakukan di sejumlah titik misalnya di perempatan Ponolawen. Arus kendaraan yang datang dari Kabupaten Pekalongan maupun Batang akan langsung dialihkan oleh petugas supaya kembali daerah semula.

Pemkot maupun pihak kepolisian juga telah menghimbau agar takbiran sebaiknya dilakukan di lingkungan rumah seperti di masjid atau mushola, tidak perlu sampai konvoi kendaraan hingga turun ke jalanan umum.

Apalagi menggunakan mobil bak terbuka atau truk hingga naik keatas. Hal itu sangat berbahaya bagi diri sendiri maupun orang lain.

Pemkot Himbau Warga Tidak Takbiran Keliling

Untuk menghindari hal-hal yang tidak diinginkan, Pemkot Pekalongan menghimbau pada masyarakat setempat agar tidak melakukan takbir keliling untuk menyambut datangnya Hari Raya Idul Fitri 1435 Hijriyah.

Kepada Radio Kota Batik, Walikota setempat Basyir Achmad mengatakan, takbiran sebaiknya dilakukan di lingkungan rumah seperti di masjid atau mushola tidak perlu sampai konvoi kendaraan hingga turun ke jalanan umum.

Apalagi menggunakan mobil bak terbuka atau truk hingga naik keatas. Hal itu sangat berbahaya bagi diri sendiri maupun orang lain.

Basyir menambahkan, sejak beberapa hari lalu Jembatan Comal juga baru saja dibuka dan kemungkinan Kota Pekalongan masih menerima arus mudik hingga Lebaran mendatang.

Warga lebih baik merayakan takbiran di daerahnya masing-masing tanpa harus mengadakan takbir keliling supaya tidak terjadi kemacetan di jalur pantura dalam kota.

Pemudik Dihimbau Istirahat di Pekalongan

Wilayah Pekalongan merupakan titik lelah bagi perjalana para pemudik dari arah Jakarta menuju daerah di Jawa Tengah dan Jawa Timur.

Untuk itu pihak kepolisian menghimbau pemudik untuk tidak memaksakan diri melanjutkan perjalanan karena sangat berisiko kecelakaan.

Kapolres Pekalongan Kota, Ajun Komisaris Besar Polisi Rifki kepada Radio Kota Batik mengatakan, di wilayah Pekalongan kini banyak rest area yang bisa dimanfaatkan pemudik untuk beristirahat sejenak.

Setiap petugas kepolisian di pos pos pengamanan juga terus mengingatkan pemudik untuk tidak memaksakan diri berkendara dalam kondisi kelelahan.

Kapolres menambahkan, selama arus mudik telah terjadi satu kecelakaan di Kota Pekalongan ketika seorang pemudik terjatuh di depan terminal dan mengalami luka patah kaki. Hal tersebut diduga karena pemudik mengalami kelelahan.

Antisipasi Pasar Tumpah Anggota Polres Batang Jadi Pagar Hidup

Untuk mengantisipasi terjadinya pasar tumpah pada H-2 atau pasar kembang, jajaran Kepolisian Resor Batang menerjunkan puluhan anggotanya untuk menjadi pagar hidup di sepanjang pantura depan pasar Batang.

Juru Bicara Polres Batang, Ajun Komisaris Polisi Makhsus kepada Radio Kota Batik mengatakan, sebelum pedagang pasar berdatangan petugas sudah disiagakan.

Semua pedagang tidak diperbolehkan berjualan di badan jalan karena akan menyebabkan kemacetan parah. Apalagi pada H-1 merupakan pasar kembang gede tentunya suasana pasar akan sangat ramai.

Makhsus menambahkan, dengan cara seperti inilah kemacetan akibat pasar tumpah di Batang bisa sedikit teratasi.

Puncak Arus Mudik Terjadi Pada H-2

Puncak arus mudik lebaran yang meintasi wilayah Kota Pekalongan tahun ini terjadi pada H-2 atau Sabtu 26 Juli.

Dari pantauan pihak Kepolisian Resort Pekalongan, pergerakan arus lalu lintas di Kota Pekalongan terus mengalir kearah Timur.

Kapolres Pekalongan Kota, Ajun Komisaris Besar Polisi Rifki mengatakan, meski masuk puncak arus mudik namun kondisinya berbeda dengan tahun lalu. Arus lalu lintas jelang lebaran tahun ini terpantau tidak terlalu padat.

Kapolres kepada Radio Kota Batik menjelaskan, sejak jembatan Comal dibuka kembali arus lalu lintas terpantau semakin ramai terutama dengan mulai banyaknya kendaraan berplat nomor Jakarta dan Jawa Barat.

Pantura yang tidak padat kemungkinan juga disebabkan karena sebagian pemudik sudah mengalihkan untuk lewat melaui Jalur Selatan ketika jembatan Comal mengalami kerusakan.

Sempat Ditup Jalur Utara Plelen Kembali Dibuka

Akibat lupan air hujan yang disertai material ke ruas jalur utara Plelen Kabupaten Batang, membuat jalur tersebut ditutup sementara pada Jumat malam karena dianggap membahayakan bagi keselamatan para pemudik.

Kasat Lantas Polres Batang, Ajun Komisaris Polisi Imam Syafii kepada Radio Kota Batik mengatakan, luapan material itu disebabkan karena air tidak masuk kesaluran melainkan meluap ke jalan.

Saat penutupan pihaknya mengalihkan arus lalu lintas dari arah Barat ke jalur Selatan atau jalur Poncowati. Arus lalu lintas normal tidak terjadi kemacetan meskipun jalur utara ditutup.

Sementara itu, PPK Bina Marga Provinsi Jawa Tengah Javid Santosa mengatakan, saluran di jalur utara tertutup tanah galian kabel optik illegal sehingga air yang membawa material meluap ke jalan.

Pihak Bina Marga menyayangkan adanya galian kabel optik yang tanpa izin, karena untuk melakukan penggalian harus melakukan kordinasi dengan Bina Marga sehingga bisa menghindari kejadian seperti ini.

Setelah petugas Bina Marga melakukan pembersihan dan pengerukan saluran, jalur utara Plelen pada Sabtu dini hari sudah kembali dibuka.

PPDRI Segera Tagih Janji Jokowi

Diposkan oleh Radiokotabatik pada Jumat, 25 Juli 2014 | 20.16

Persatuan Perangkat Desa Republik Indonesia atau PPDRI segera menagih janji kepada Presiden dan Wakil Presiden terpilih.

PPDRI akan berencana melakukan aksi ke Jakarta sebelum Jokowi –JK dilantik pada 22 Oktober mendatang.

Ketua Umum PPDRI, Karnoto mengatakan, anggota PPDRI yang berjumlah 672 ribu rencananya akan mengirim surat kepada Jokowi karena dalam kampanye pilpres lalu, Jokowi –JK telah menjanjikan dana untuk desa sebesar 1,4 milyar.

Karnoto menegaskan, PPDRI akan mengawal uang 1,4 milyar untuk desa tersebut mengingat 60 persen dari dana tersebut diperuntukan untuk honor perangkat desa karena saat ini kesejahteraan perangkat desa baru mencapai 540 ribu per bulannya.

Karnoto menambahkan, PPDRI akan menekankan 4 point diantaranya menagih janji kampanye kesejahteraan perangkat desa dan kejelasan status perangkat desa dan juga mengawal penuh kebijakan presiden terkait UU Nomor 6 Tahun 2014 serta PP nomor 43 Tahun 2014.

Pemudik Manfaatkan Masjid Al Fairus Jadi Rest Area

Memasuki H-3 Lebaran, Jumat 25 Juli 2014, volume kendaraan pemudik yang melintas di jalur pantura Kota Pekalongan terus meningkat sehingga arus lalu lintas semakin padat dan tak jarang terjadi kemacetan di sejumlah titik jalan protocol.

Para pemudik yang merasa kelelahan pun sebagian diantaranya memanfaatkan Masjid Al Fairus yang terletak di Jalan Dokter Sutomo, Kelurahan Baros, Pekalongan Timur, sebagai lokasi peristirahatan.

Kepada Radio Kota Batik, Salah seorang pemudik, Imam mengaku, sudah dua kali ini memanfaatkan fasilitas masjid tersebut untuk beristirahat setelah menempuh perjalanan dari Kota Palembang, Rabu 23 Juli kemarin.

Selain lokasinya nyaman, keamanannya pun terjamin sebab terdapat pos pengamanan lebaran tepat di pintu masuk halaman masjid Al Fairus.

Pada kesempatan yang sama, dirinya juga kembali mengecek kondisi mobil pribadinya sebelum melanjutkan perjalanan menuju Surabaya bersama empat anggota keluarga lainnya.

Sementara itu, Pengurus parkir Masjid Al Fairus, Diyono menjelaskan, halaman masjid ini setidaknya mampu menampung sekitar dua ratus kendaraan baik mobil pribadi maupun sepeda motor.

Namun hingga H-3 Lebaran ini, jumlah kendaraan yang terparkir nampaknya masih sepi padahal pada H-5 Lebaran tahun lalu baik halaman depan maupun belakang sudah dibanjiri kendaraan pemudik.

Lebaran Masih Ada Potensi Hujan di Pekalongan

BMKG Tegal mengingatkan kondisi cuaca di wilayah Pantura Pekalongan pada H -3 dan selama lebaran tahun ini diperkirakan masih berpotensi diguyur hujan.

Prakirawan BMKG Tegal, Kaharudin kepada Radio Kota Batik menjelaskan, hujan di wilayah Pantura cenderung ringan intensitasnya dan lebih banyak terjadi pada malam hari atau menjelang pagi.

Namun demikian suhu udara masih pada kisaran sekitar 24 sampai 32 derajat celcius, sedangkan arah angin dari Utara dan Tenggara yang kecepatannya bisa mencapai 5 hingga 20 kilometer per jam.

Kaharuddin menambahkan, setelah lebaran cuaca di wilayah Pantura Pekalongan diperkirakan cenderung cerah berawan seiring datangnya angin timuran.

Bazda Kota Pekalongan Salurkan 1 Milyar 47 Juta

Badan Amil Zakat atau Bazda Kota Pekalongan hingga bulan Juli 2014 telah menyalurkan sana zakat sebesar 1 milyar 47 juta rupiah.

Ketua Bazda Kota Pekalongan, Alf Arslan Djunaid mengatakan, pada semester pertama ini dana bazda telah disalurkan kepada 7.050 orang fakir miskin, 750 orang guru ngaji, 2.461 orang PNS kurang mampu dan termasuk para penyapu jalan maupun cleaning service.

Selain itu, dana bazda ini juga disalurkan untuk 110 orang penjaga masjid yang tersebar di wilayah Kota Pekalongan.

Alf Arslan Djunaid menambahkan, pada semester 2 mendatang dana bazda yang terkumpul berikutnya akan disalurkan untuk kelurahan-kelurahan yang paling banyak warg miskinnya.

Sementara, tahun 2014 ini ditargetkan dana BAZDA yang terkumpul bisa mencapai 2 milyar. Target ini meningkat jika dibandingkan tahun 2013 yang hanya 1 milyar 85 juta.

Lebaran OW Pasir Kencana Targetkan 10 Ribu Pengunjung

Dinas Perhubungan Priwisata dan Kebudayaan Kota Pekalongan menargetkan kenaikan jumlah pengunjung pada saat libur Lebaran di Obyek Wisata Pantai Pasir Kencana, hingga mencapai 10 ribu orang.

Kepada Radio Kota Batik, Kasi Sarana dan Prasarana OW Pantai Pasir Kencana, Hengky Susilo Hadi mengatakan, biasanya saat lebaran memang tingkat kunjungan ke pantai akan meningkat.

Untuk itu, dalam upaya memberikan kenyaman dan rasa aman bagi pengunjung Obyek Wisata Pantai Pasir Kencana sebelumnya juga telah melakukan sejumlah pembenahan. Terutama sarana dan prasarana seperti jalan.

Seperti diketahui, bahwa sebelumnya pengunjung di obyek wisata tersebut sempat mengalami penurunan akibat bencana rob yang menutup akses jalan menuju lokasi wisata.

Hengki menambahkan, dengan persiapan yang telah dilakukannya saat ini mampu menarik pengunjung untuk datang ke obyek wisatanya. Hengky pun berharap akan didukung cuaca.

Titik Rawan Kemacetan dan Kecelakaan Pantura Batang

Jajaran Kepolisian Resor Batang telah menyiapkan 18 pos Pengamanan di jalur pantura dan juga dijalur alternatif Limpung maupun Bandar.

Pos Pam ini bertujuan untuk memantau arus mudik karena pantura rawan akan kemacetan dan kecelakaan.

Juru Bicara Humas Polres Batang, Ajun Komisaris Polisi Mahsus kepada Radio Kota Batik mengatakan, sepanjang jalur pantura diwilayah hukum Polres Batang ada beberapa titik rawan kemacetan dan rawan kecelakaan.

Rawan kecelakaan yakni di pantura Subah, Plelen jalan lingkar, sementara titik rawan kemacetan antara lain pantura Subah, Plelen jalan lama, serta Batang Kota. Khusus Batang kota dikarenakan adanya pasar tumpah.

Makhsus menambahkan, bagi pengendara yang melintas jalur alternatif baik Bandar atau Limpung diharapkan untuk berhati-hati karena selain jalan berkelok-kelok. Wilayah tersebut sering diguyur hujan sehingga jalanan menjadi licin.

H-3 Lebaran, 85 Ribu Kendaraan Pemudik Akan Melintas Kota Batik

Arus mudik melalui jalur pantura Kota Pekalongan diperkirakan mencapai puncaknya pada H-3 Lebaran ini, Jumat 25 Juli 2014.

Jumlah kendaraan pemudik mencapai sekitar 85 ribu kendaraan lebih.

Kepada Radio Kota Batik, Kepala Dishubparbud setempat, Doyo Budi Wibowo mengatakan, kendaraan yang datang dari arah Jakarta menuju Semarang pada H-4 Lebaran Kamis 24 Juli kemarin, tercatat mencapai 72.823 unit dan didominasi kendaraan pribadi roda dua sebanyak 34.962 unit.

Sementara, puncak arus mudik tahun lalu yang terjadi pada H-4 Lebaran total kendaraannya mencapai 81 ribu lebih.

Doyo menjelaskan, apabila sesuai prediksi sebelumnya maka lonjakan volume kendaraan akan terjadi hari Jumat ini mulai sore nanti, jumlahnya diperkirakan mencapai 85 ribu kendaraan.
 
Tune in : FM91.2 | Radio Kota Batik | News,Interaktif,Solutif
Copyright © 2011. Radio Kota Batik - All Rights Reserved
Dikelola oleh Crew RKB Published by Gietbram