Radio Kota Batik
News Ticker :

Berita Terbaru

Pemkot Diminta Larang Pembelian BBM Oleh Kapal Luar Daerah

Diposkan oleh Radiokotabatik pada Jumat, 31 Oktober 2014 | 20.56

Asosiasi Purseine Indonesia Cabang Pekalongan meminta Pemkot Pekalongan melalui Dinas Pertanian Peternakan dan Kelautan untuk melarang kapal-kapal nelayan dari luar daerah membeli BBM di Kota Pekalongan.

Kepada Radio Kota Batik, Ketua API Mufid mengatakan, kuota BBM untuk nelayan Pekalongan diperkirakan tidak bisa mencukupi hingga akhir tahun ini. Sehingga Pemkot harus mengambil tindakan pelarangan pembelian BBM pada kapal dari luar daerah.

Mufid yang juga anggota DPRD itu berharap agar Pemkot juga melakukan terobosan untuk bekerja sama dengan Pertamina, supaya nelayan Pekalongan bisa membeli BBM eceran di SPBU Umum seperti yang dilakukan oleh daerah lainnya.

Mufid menambahkan, kondisi nelayan sat ini cukup memprihatinkan, sebab untuk bisa melaut nelayan harus antre BBM selama beberapa hari. Padahal perbekalan lain mudah didapatkan sehingga pemberangkatan harus tertunda.

Pembuatan Paspor di Kantor Imigrasi Pemalang Capai Ribuan

Hingga bulan Oktober 2014 ini, pengurusan Paspor di Kantor Imigrasi Kelas 2 A Pemalang sudah mencapai 3 ribuan berkas.

Dari jumlah itu, diketahui 1.500 lembar diantaranya merupakan paspor untuk ibadah haji.

Kasubsi Komunikasi Keimigrasian Kantor Imigrasi Pemalang, Barandaru kepada Radio Kota Batik mengatakan, dalam satu bulan rata-rata ada sekitar 300 sampai 500 pemohon paspor.

Menurut Barandaru, jika dibandingkan dengan pembuatan paspor di tahun 2013 lalu, capaian tahun ini ada sedikit peningkatan meskipun tidak terlalu signifikan. Diperkirakan sampai akhir tahun nanti, pemohon paspor bisa mencapai 3 ribu lima ratus pemohon.

Barandaru menambahkan, biaya pembuatan paspor sampai dengan saat ini belum ada perubahan yaitu mencapai 335 ribu rupiah. Selain untuk keperluan haji, biasanya pembuatan paspor untuk perjalanan kerja keluar negeri serta untuk tujuan wisata.

(Sri Rejeki – Dirhamsyah)

Kecelakaan Berkurang, Klaim Jasa Raharja Turun

Jumlah Klaim santunan asuransi yang di bayarkanoleh PT Jasa Raharja Perwakilan Pekalongan sejak Januari hingga Oktober 2014 telah mencapai 28 milyar.

Kepada Radio Kota Batik, Kepala Jasa Raharja Perwakilan Pekalongan, Deni Hadi Suparta mengatakan, jumlah santunan tersebut jika dibanding dengan realisasi tahun sebelumnya mengalami penurunan. Padahal di tahun ini, pihaknya telah menyiapkan anggaran sebesar 90 Milyar rupiah.

Sedangkan tahun lalu, jumlah santunan yang dibayarkan justru melebihi anggaran yang disediakan. Namun diakuinya, turunnya jumlah klaim tersebut disebabkan karena tingkat kecelakaan di wilayahnya memang turun.

Deni menambahkan, dari total klaim yang diberikan tersebut paling banyak diberikan kepada korban meninggal dunia yang mencapai 18 milyar 262 juta rupiah. Sedangkan sisanya adalah klaim perawatan, luka berat, luka ringan, dan cacat tetap.

(Regina – Dirhamsyah)

Daftar Tunggu Haji di Jawa Tengah Hingga 2030

Daftar tunggu pemberangkatan calon haji asal Jawa Tengah yang akan berangkat ke tanah suci di Makkah sudah terisi hingga tahun 2030. Jika mendaftar tahun ini, maka akan diberangkatkan 16 tahun mendatang.

Kepada Radio Kota Batik, Kasie Penyelenggaraan Haji dan Umroh Kantor Kementrian Agama Kota Pekalongan, M. Nadhif mengatakan, animo masyarakat yang cukup tinggi untuk menunaikan rukun Islam ke 5.

Menurut Nadhif, selain itu panjang daftar tunggu ini juga merupakan imbas dari kebijakan pemerintah Arab Saudi yang mengurangi kuota jamaah.

Nadhif mengungkapkan, akhir-akhir ini ada trend para orang tua yang mendaftarkan anaknya yang masih dibawah umur untuk naik haji, bahkan kini jumlahnya mencapai puluhan.

Nadhif menambahkan, data dari Kementrian agama menyebutkan, daftar tunggu atau waiting list haji untuk Kota Pekalongan hingga saat ini mencapai 6.000 orang.

(Regina – Dirhamsyah)

Pelabuhan Perikanan Nusantara Pekalongan Miliki Wahana Baru

Obyek Wisata Bahari Pelabuhan Perikanan Nusantara Pekalongan kini memiliki wahana baru berupa wahana air.

Wahana baru ini, akan dibuka untuk uji coba mulai tanggal 1 hingga 3 November 2014.

Saat dihubungi Radio Kota Batik, Humas PPNP setempat, Endang Suprihatin mengatakan, dalam 3 hari uji coba ini pengunjung akan diberikan diskon untuk tiket masuk hingga 50 persen. Sehingga harga tiket semula 5.000 rupiah turun menjadi 2.500 rupiah per kepala.

Menurut Endang, wahana air yang dilengkapi dengan sejumlah permainan ini akan dikhususkan untuk anak usia 3 tahun dan maximal 12 tahun.

Endang mengharapkan, dengan adanya wahana baru ini akan dapat menambah daya tarik obyek wisata, sehingga jumlah wisatawan yang datang akan meningkat.

(Regina – Dirhamsyah)

Bulan Dana PMI 2014 Lampaui Target

Penerimaan Bulan Dana Palang Merah Indonesia atau PMI Kota Pekalongan tahun ini melampaui target.

Dari target awal yang dicanangkan sebesar 422,5 juta rupiah, panitia sukses menghimpun 450 juta hingga hari ini, Jumat 31 Oktober 2014.

Kepala Markas PMI Kota Pekalongan, Imron Rosyadi mengatakan, bulan dana resmi ditutup pada 8 Oktober lalu. Namun saat ini panitia tengah menghimpun dana dari sejumlah sektor penghimpunan dana.

Dari laporan awal, hingga hari ini sudah terkumpul dana sebesar 450 juta rupiah. Artinya panitia berhasil mengumpulkan 27,5 juta lebih banyak dari target.

Setidaknya separuh dari dana yang dikumpulkan berasal dari sektor pendidikan diantaranya dari sekolah-sekolah dan lingkungan Dinas Pendidikan.

Imron menjelaskan, 10 persen dari dana yang terkumpul nanti akan disumbangkan ke PMI Provinsi, sisanya akan digunakan untuk biaya kegiatan PMI Kota Pekalongan dan untuk persiapan dana cadangan bencana.

(Anjar R – Drihamsyah)

Pencuri Burung Babak Belur Dihakimi Warga

Seorang pelaku pencuri spesialis burung yang tertangkap warga babak belur setelah dihakimi warga yang marah atas ulahnya.

Pelaku adalah Jordi Widi Putra warga Kelurahan Kergon Kecamatan Pekalongan Barat.

Jordi mengalami luka-luka setelah dihakimi warga, setelah Ia tertangkap basah mencuri burung kenari milik Haji Bidin warga Kelurahan Tegal Rejo pada Jumat siang.

Kepada Radio kota Batik, Jordi Widi Putra mengaku terpaksa mencuri burung karena terdesak kebutuhan untuk membiayai sekolah pacarnya.

Sementara itu, Kapolsek Pekalongan Barat, Komisaris Polisi Hartono mengatakan, beruntung polisi cepat datang ke lokasi sehingga Jordi bisa diamankan dari amuk massa.

Selain menangkap Jordi, polisi juga mengamankan barang bukti sepeda motor dan burung kenari. Jordi akan dijerat dengan pasal 365 KUHP dengan ancaman hukuman maksimal 7 tahun penjara.

Wahana Baru PPNP Harapkan Pengunjung Meningkat

Penambahan wahana baru di Obyek Wisata Bahari Pelabuhan Perikanan Nusantara Pekalongan diharapkan akan dapat meningkatkan jumlah kunjungan wisatawan.

Humas PPNP setempat, Endang Suprihatin saat dihubungi Radio Kota Batik mengatakan, dengan melakukan perbaikan sejumlah sarana prasarana dan menambah wahana air, pihaknya yakin jumlah pengunjung akan mengalami peningkatan dibanding dengan tahun-tahun sebelumnya.

Menurut Endang, pengunjung di Obyek Wisata Bahari ini tidak hanya warga Kota Pekalongan dan sekitarnya saja, namun ada juga dari luar daerah seperti Tegal dan daerah lain.

Jumlah pengunjung yang tercatat setiap tahun mengalami peningkatan, misalnya tahun lalu jumlah pengunjung dapat mencapai 100 ribuan orang, sedangkan tahun ini sudah mencapai 80 ribu pengunjung.

Perusahaan Diminta Sediakan Ruang Laktasi untuk Pekerja Wanita

Semenjak diberlakukannya Perda nomor 15 tahun 2013 tentang Pemberian Air Susu Ibu Eksklusif, membuat perusahaan swasta di Pekalongan wajib menyediakan ruang laktasi. Hal ini untuk mendukung pemberian hak-hak pada bayi.

Kasubag Perundang-Undangan Setda setempat, Adam Muhammad mengatakan, perda ini bertujuan untuk meningkatkan pemberian air susu ibu.

Menurut Adam, perda ini memberi kemudahan bagi ibu untuk menyusui bayinya baik di tempat umum atau tempat bekerja dengan dibangunnya ruang menyusui.

Sementara itu, Konselor ASI di PT Sampoerna Pekalongan, Yuni mengatakan, meskipun masih sangat sederhana, namun di Pabrik tersebut sudah memiliki ruang laktasi yang dilengkapi dengan sofa, lemari es, dan pendingin ruangan.

Yuni menambahkan, penyediaan ruang laktasi tersebut memang diatur melalui Perjanjian Kerja Bersama. Perjanjian ini mewajibkan perusahaan untuk menyediakan ruang laktasi di tempat kerja agar ibu bisa menyusui anaknya dan atau memerah ASI untuk anaknya.

(Regina – Dirhamsyah)

Kantor Imigrasi Pemalang Terapkan One Stop Service

Salah satu upaya dalam meningkatkan pelayanan pada masyarakat di wilayah Eks karisidenan Pekalongan, Kantor Imigrasi kelas 2 A Pemalang menerapkan program One Stop Service.

Program itu sudah dibuka sejak awal bulan Oktober lalu, membuat masyarakat yang akan paspor tidak perlu menunggu terlalu lama. Karena pembuatan paspor tersebut bisa diselesaikan hanya dalam waktu satu hari saja.

Kasubsi Komunikasi Keimigrasian Kantor Imigrasi Kelas 2 A Pemalang, Barandaru kepada Radio Kota Batik menjelaskan, sebelum diterapkannya sistim ini selama ini butuh tiga hingga lima hari untuk proses pembuatan paspor.

Sistem pelayanan OSS ini merupakan langkah tepat dalam upaya penyederhanaan prosedur birokrasi yang panjang. Walaupun belum sempurna seperti yang diharapkan, namun setidaknya mampu memberikan nilai tambah atas pelayanan di Kantor Imigrasi.

Banrandaru menambahkan, sejak dibukanya sistem itu banyak masyarakat yang sudah memanfaatkannya. Karena berdasarkan catatan di kantor Imigrasi setempat setiap hari ada sekitar 50 sampai 100an orang memanfaatkan program tersebut.

(Sri Rejeki – Dirhamsyah)

Pemkot Pekalongan Apresiasi Guru dan Siswa Berprestasi

Pemkot Pekalongan melalui Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga setempat memberikan apresiasi terhadap guru dan siswa berprestasi mulai tingkat TK hingga SMA sederajat diwilayahnya, Jumat 31 Oktober 2014 bertempat di ruang Amarta gedung setda setempat.

Penyerahan piagam penghargaan dilakukan langsung oleh Walikota Basyir Achmad, dengan didampingi Kepala Dindikpora Agus Marhaendrayana, serta Ketua Komisi C DPRD stempat Sujaka Martana.

Dalam sambutannya, Kepala Dindikpora Agus Marhaendrayana mengatakan, penghargaan yang diberikan seluruhnya mencapai 61 kategori. Diantaranya 2 penghargaan untuk tingkat TK, 4 penghargaan tingkat SD, 23 penghargaan tingkat SMP, dan 26 penghargaan tingkat SMA/SMK.

Agus mengungkapkan, dari segi kualitas jumlah tersebut mengalami peningkatan dari tahun sebelumnya.

Agus menjelaskan, selain pemberian penghargaan berupa piagam dan uang pembinaan, kegiatan ini bertujuan untuk memotivasi insan pendidikan yang berprestasi agar lebih meningkatkan prestasi di bidangnya baik akademis, seni, maupun olahraga.

(Anjar R – Dirhamsyah)

Ratusan Pelajar Se-Kota Pekalongan Ikut Lomba MAPSI SMP

Lebih dari 200 siswa SMP negeri dan swasta se-Kota Pekalongan mengikuti lomba Mata Pelajaran Islam dan Seni Islam yang digelar oleh gabungan kelompok kerja guru Pendidikan Agama Islam yang tergabung dalam MGMP PAI setempat di SMP Wahid Hasyim, Jumat 31 Oktober 2014.

Panitia Penyelenggara MAPSI SMP, Fauziah mengatakan, kegiatan tersebut merupakan salah satu kegiatan rutin yang dilakukan MGMP PAI setiap tahun.

Selain untuk menjalin silaturahmi antar guru, kegiatan ini bertujuan untuk mencari bibit dan siswa berbakat. Ada enam materi yang dilombakan kali ini, antara lain kaligrafi, tartil, tilawah, khitobah dan lainnya.

Lomba ini diharapkan dapat mempererat tali silaturahmi dan keakraban, sekaligus menjadi sarana meningkatkan ilmu pengetahuan dan ketrampilan dalam berolah seni dengan tetap merujuk pada Al Qur’an.

Selanjutnya, pemenang dari tiap materi lomba ini akan mewakili Kota Pekalongan ke tingkat Provinsi Jawa Tengah yang rencananya akan digelar 8 November mendatang di Semarang.

(Anjar R – Dirhamsyah)

Aksi Ratusan Buruh Macetkan Jalur Pantura

Diposkan oleh Radiokotabatik pada Kamis, 30 Oktober 2014 | 20.55

Ratusan buruh yang tergabung dalam Serikat Pekerja Nasional Kota dan Kabupaten Pekalongan berunjuk rasa menolak upah murah, Kamis 30 Oktober 2014.

Dalam Aksinya sejumlah buruh juga berorasi, serta membawa sejumlah atribut berupa spanduk, bendera, dan poster. Aksi ini sempat memactekan jalur pantura.

Mereka menuntut angka rekomendasi UMK 2015 sebesar 1.285.000 juta rupiah yang sudah diusulkan Walikota Basyir Achmad pada Gubernur Jawa Tengah direvisi menjadi 1.335.000 juta rupiah. Massa mengawali aksi dari kawasan Monumen Juang di Jalan Pemuda.

Dengan pengawalan ketat petugas kepolisian, massa menggelar long march dengan menutup sebagian ruas jalan menuju kantor Walikota setempat. Aksi ini mengakibatkan arus lalu lintas di jalur pantura Kota Pekalongan menjadi tersendat.

Mereka juga sempat memblokir jalan utama Semarang-Jakarta di perempatan Ponolawen. Meski hanya terjadi beberapa menit, namun aksi blokir ini membuat lalu lintas terganggu.

(Anjar R- Dirhamsyah)

Klaim Asuransi Tertinggi di Pekalongan Untuk Pengendara Sepeda Motor

Pengendara motor dengan usia produktif 16 tahun hingga 45 tahun, ternyata masih mendominasi sebagai korban dalam kasus kecelakaan di wilayah Kota Pekalongan.

Kepala Jasa Raharja Perwakilan Pekalongan, Deni Hadi Suparta mengatakan, berdasarkan dari data klaim asuransi yang ada angka kecelakaan yang melibatkan sepeda motor masih tinggi atau sekitar 75 persen.

Kepada Radio Kota Batik, Deni Hadi Suparta menjelaskan, korban kecelakaan lalu lintas yang meregang nyawa disebabkan karena pemilik kendaraan yang tidak memerhatikan rambu-rambu lalu lintas dan keselamatan selama berkendaraan.

Deni mengingatkan, para pengguna jalan untuk selalu berhati – hati jika berada di jalur pantura. Ketertiban berlalu lintas demi keselamatan harus menjadi keutamaan demi menurunnya angka kecelakaan.

Jadi Kurir Narkoba, Tukang Parkir Dibekuk Polisi

Seorang juru parkir di Pekalongan dibekuk tim Satuan Reserse Narkoba Polres Barang, karena terbukti menjadi penguna dan kurir narkoba jenis ganja. Pelaku bernama Fadholi alias Walet warga Pekalongan Barat.

Kasat Narkoba Polres Batang, Inspektur Satu Polisi Farial M Ginting kepada Radio Kota Batik mengatakan, penangkapan pelaku merupakan hasil informasi masyarakat yang curiga dengan gelagatnya di curigai mengedarkan narkoba.

Setelah dilakukan pengintaian beberapa saat, Fahdoli ditangkap disalah satu kafe yang terletak di Jalan Yos Sudarso Batang. Dalam penangakapan tersebut, polisi juga mengamankan barang bukti berupa satu paket ganja ukuran kecil.

Untuk mempertanggung jawabkan perbuatannya, kini Fadholi terpaksa harus meringkuk di sel tahanan Mapolres Batang dan terancam 111 undang-undang Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika dengan ancaman hukuman bisa mencapai 20 tahun penjara.

(Dany Wisnu – Dirhamsyah)
 
Tune in : FM91.2 | Radio Kota Batik | News,Interaktif,Solutif
Copyright © 2011. Radio Kota Batik - All Rights Reserved
Dikelola oleh Crew RKB Published by Gietbram